MEXICO — Perayaan festival keagamaan di Santa María Canchesdá, Temascalcingo, Negara Bagian Meksiko, berubah menjadi tragedi setelah ledakan material piroteknik menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai 64 lainnya.
Ledakan terjadi pada Sabtu malam, 5 September 2026, saat ratusan warga berkumpul di sekitar Gereja Nuestra Señora de la Luz untuk mengikuti rangkaian perayaan santo pelindung komunitas, Our Lady of Light atau Bunda Maria.
baca juga: Massa Haredi di Yerusalem Teriaki Tentara Israel “Kafir” dan “Nazi”, Protes Wajib Militer Memanas
Ledakan dahsyat tersebut menyebabkan bagian bangunan dan tembok di sekitar gereja runtuh. Sejumlah warga dilaporkan sempat terjebak di bawah reruntuhan, sementara kepulan asap dan puing memenuhi lokasi kejadian.
Petugas pemadam kebakaran, perlindungan sipil, polisi, paramedis, serta sejumlah lembaga darurat langsung dikerahkan untuk melakukan evakuasi dan memberikan pertolongan kepada para korban.
Dua Pastor Turut Menjadi Korban
Di antara puluhan korban luka terdapat dua pastor, Fernando Chávez Cruz dan Javier Sánchez Montes. Keduanya dilaporkan mengalami luka akibat ledakan, namun kondisi mereka disebut berada di luar bahaya.
Korban luka kemudian dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Temascalcingo, Atlacomulco dan daerah sekitarnya. Tim medis juga melakukan penanganan terhadap korban dari berbagai kelompok usia.
Diduga Berasal dari Material Piroteknik
Pemerintah Negara Bagian Meksiko menyebut ledakan diduga berkaitan dengan material piroteknik yang disimpan di sebuah ruangan yang digunakan sebagai gudang di area dekat gereja.
Material tersebut meledak ketika warga tengah mengikuti rangkaian perayaan. Gelombang ledakan kemudian merusak struktur bangunan dan menyebabkan bagian tembok roboh.
Sejumlah laporan juga menyebut penggunaan atraksi tradisional berbentuk banteng yang dipenuhi kembang api dalam perayaan. Namun, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan dan belum dapat dipastikan apakah atraksi tersebut menjadi pemicu utama.
Polisi Selidiki Penyebab Ledakan
Kantor Kejaksaan Agung Negara Bagian Meksiko telah membuka penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti ledakan, termasuk bagaimana material piroteknik disimpan dan digunakan di lokasi tersebut.
Petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap area kejadian serta mengamankan material piroteknik yang masih aktif untuk mencegah ledakan susulan.
Catatan perkembangan: laporan awal menyebut 10 orang meninggal dan 64 orang terluka. Namun, laporan lanjutan La Jornada pada 7 September menyebut jumlah korban luka telah mencapai 81 orang, dengan 54 di antaranya telah diperbolehkan pulang dan 27 masih menjalani perawatan. Karena itu, angka korban masih dapat berubah seiring proses pendataan dan penanganan medis.
Sumber: Associated Press (AP), N+, La Jornada, El Financiero, dan laporan Pemerintah Negara Bagian Meksiko.











