Palangka Raya: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, semakin mengkhawatirkan dan kian mendekati kawasan permukiman penduduk.
Berdasarkan laporan terbaru dari lapangan, amukan api tidak hanya menghanguskan semak dan lahan gambut, tetapi juga merembet dan melalap sebuah rumah warga di Jalan Bukit Palangka VII, Selasa (8/9/2026).
Kepulan asap hitam pekat tampak membumbung tinggi dari bangunan rumah berkonstruksi kayu yang dilalap api, sementara vegetasi di sekelilingnya hangus menjadi arang. Peristiwa ini memicu reaksi keprihatinan yang mendalam dari masyarakat luas, mengingat intensitas karhutla di wilayah Palangka Raya terus meroket tajam di tengah musim kemarau.
Berdasarkan data Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, akumulasi kejadian karhutla di wilayah ini telah menembus angka lebih dari 470 kejadian dengan luas lahan yang terbakar mencapai ratusan hektare. Pihak berwenang bersama tim gabungan dari unsur pemadam kebakaran, TNI, Polri, dan relawan terus berjibaku di lapangan untuk melakukan pemadaman serta pendinginan guna mencegah api meluas lebih jauh.
Meskipun petugas pemadam terus siaga selama 24 jam penuh, tantangan besar seperti minimnya sumber air di sekitar lokasi serta luasnya area yang terbakar membuat upaya penanggulangan kerap terkendala.
Pemerintah daerah terus mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kemunculan titik api melalui layanan darurat Call Center 112 demi menghindari jatuhnya korban jiwa dan kerugian material yang lebih besar. (kaje/red)











