News

Karnaval Pekalongan Viral: Kostum Mencekam, Adegan Sembelih Kambing hingga Peserta Meninggal

×

Karnaval Pekalongan Viral: Kostum Mencekam, Adegan Sembelih Kambing hingga Peserta Meninggal

Sebarkan artikel ini

PARAGRAFNEWS.CO, PEKALONGAN — Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, mendadak menjadi sorotan setelah sejumlah video penampilan peserta beredar luas di media sosial.

Karnaval yang digelar di Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, pada Kamis (10/9/2026) malam itu awalnya menjadi ajang kreativitas warga. Namun, sejumlah penampilan dengan karakter menyeramkan, simbol yang dinilai kontroversial, hingga adegan penyembelihan kambing dalam sebuah pertunjukan teatrikal membuat acara tersebut ramai diperbincangkan.

baca juga: Mongol Stres Ikut Soroti Karnaval Pekalongan yang Viral, Ingatkan Kreator Tak Main-main dengan Simbol Ekstrem

SKNC 2026 diketahui merupakan bagian dari rangkaian kegiatan masyarakat, termasuk peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan khitanan massal ke-61. Panitia menyebut terdapat 25 tim kreasi yang mengikuti karnaval dengan berbagai pertunjukan, mulai dari ogoh-ogoh, tarian, marching band, sound horeg hingga sepeda hias.

Adegan Sembelih Kambing Jadi Sorotan

Salah satu bagian yang paling banyak dibagikan warganet adalah video pertunjukan yang memperlihatkan adegan penyembelihan kambing.

Visual tersebut kemudian memunculkan berbagai komentar di media sosial. Sebagian warganet menilai penampilan itu menyerupai ritual tertentu, bahkan ada yang mengaitkannya dengan simbol satanic.

Sejumlah media juga memberitakan bahwa pertunjukan tersebut menampilkan visual yang dianggap menyerupai ritual satanic. Namun, penilaian tersebut berasal dari sorotan terhadap visual pertunjukan dan komentar publik, sehingga tidak tepat langsung menyimpulkan bahwa acara tersebut merupakan ritual satanic.

Di sisi lain, pemberitaan mengenai acara tersebut menunjukkan bahwa SKNC memang dirancang sebagai panggung kreativitas warga. Panitia menyebut tema kegiatan adalah “Nyawiji ing Budaya, Ngukuhake Paseduluran”, yang bermakna tentang kebersamaan, tradisi dan persaudaraan.

Peserta Karnaval Meninggal, Keluarga Bantah Isu Mistis

Kontroversi semakin ramai setelah kabar meninggalnya salah satu peserta, Ahmad Faiz (40), warga Simbang Kulon.

Kematian Ahmad Faiz kemudian dikaitkan oleh sebagian pengguna media sosial dengan suasana dan penampilan dalam karnaval. Namun, keluarga membantah adanya kaitan tersebut.

Menurut kerabat korban, Muslih, Ahmad Faiz meninggal pada Jumat (11/9/2026) pagi setelah mengikuti karnaval hingga sekitar tengah malam.

Kondisi fisiknya disebut sudah mengalami kelelahan sebelum acara berlangsung. Bahkan, selama dua hari sebelum karnaval, Ahmad Faiz disebut hampir tidak memiliki waktu tidur karena harus mempersiapkan kegiatan sekaligus tetap bekerja.

“Sebetulnya kecapekan. Sudah dua hari tidak tidur. Kadang tidur cuma satu atau dua jam,” kata Muslih, seperti diberitakan detikJateng.

Menurut keluarga, Ahmad Faiz sempat mengeluhkan tubuhnya terasa tidak enak setelah kegiatan berakhir. Ia kemudian beristirahat sebelum kondisinya memburuk pada Jumat pagi.

Keluarga juga meminta masyarakat tidak mengaitkan kematian Ahmad Faiz dengan hal-hal mistis maupun adegan dalam karnaval tanpa dasar fakta.

Bukan Hanya Adegan Karnaval, Keributan Juga Viral

SKNC 2026 juga menjadi perhatian karena munculnya video keributan di tengah keramaian acara.

Polisi menyatakan sedang menyelidiki insiden yang melibatkan dua pedagang sepeda motor dengan sejumlah orang di lokasi karnaval. Perselisihan tersebut diduga bermula ketika pedagang membunyikan klakson untuk meminta jalan di tengah padatnya kerumunan.

Kedua pedagang yang menjadi korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Buaran. Polisi masih memanggil sejumlah saksi untuk mengetahui secara pasti kronologi dan pihak yang terlibat.

Viral di Media Sosial, Publik Diminta Tak Cepat Menyimpulkan

Simbang Kulon Night Carnival 2026 kini menjadi salah satu perbincangan viral di media sosial bukan hanya karena kemeriahan pertunjukannya, tetapi juga akibat potongan video yang menampilkan adegan kontroversial, kabar meninggalnya peserta, serta insiden keributan.

Di tengah derasnya informasi tersebut, publik perlu membedakan antara fakta yang telah dikonfirmasi dengan interpretasi warganet.

Adegan menyeramkan atau simbol tertentu dalam sebuah pertunjukan tidak otomatis membuktikan adanya ritual satanic. Begitu pula kematian Ahmad Faiz tidak dapat dikaitkan dengan pertunjukan hanya berdasarkan urutan waktu.

Fakta yang telah disampaikan keluarga menyebut Ahmad Faiz mengalami kelelahan berat setelah minim istirahat selama persiapan karnaval. Sementara itu, polisi masih menangani insiden keributan yang terjadi di lokasi acara.

Paragrafnews.co akan terus memperbarui informasi mengenai SKNC 2026 apabila terdapat keterangan resmi terbaru dari pihak penyelenggara, keluarga korban maupun aparat kepolisian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *