Kapal induk kelas Nimitz bertenaga nuklir milik Angkatan Laut AS merapat di Pelabuhan Chuk Samet, Sattahip, untuk kunjungan resmi, memperkuat aliansi pertahanan kawasan Indo-Pasifik sekaligus mendongkrak ekonomi lokal.
baca juga:
Koin Dolar Baru Bergambar Wajah Donald Trump Resmi Dirilis dan Langsung Ludes
Pangkalan Angkatan Laut Sattahip di Provinsi Chonburi, Thailand, mendadak menjadi pusat perhatian global setelah kedatangan salah satu armada tempur laut paling perkasa di dunia. Kapal induk bertenaga nuklir kelas Nimitz, USS Abraham Lincoln (CVN-72), resmi merapat di Pelabuhan Chuk Samet untuk kunjungan kerja dan istirahat pelabuhan yang telah dijadwalkan.
Kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN-72) dijadwalkan singgah dan berlabuh di Thailand selama lima hari.
Kunjungan yang berlokasi di kawasan Pelabuhan Laem Chabang/Chuk Samet, dekat Pattaya ini, dimanfaatkan oleh sekitar 5.000 personel dan marinir AS untuk istirahat, rekreasi (rest and recuperation), serta mengisi ulang logistik setelah menjalani masa penugasan yang sangat panjang di laut—yakni selama 286 hari dalam operasi di Timur Tengah.
Pihak berwenang menyebutkan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mempererat hubungan diplomatik dan pertahanan antara Amerika Serikat dan Thailand. Di tengah dinamika geopolitik kawasan yang terus berkembang, kehadiran armada strategis ini menegaskan komitmen Washington terhadap keamanan sekutunya di Indo-Pasifik.
Selain aspek pertahanan dan latihan militer bersama, kedatangan ribuan personel Angkatan Laut AS ini juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi wilayah setempat. Kota-kota pesisir seperti Pattaya dan Sattahip bersiap menyambut gelombang kunjungan para pelaut yang berbelanja, menikmati kuliner, serta mendongkrak sektor pariwisata dan bisnis lokal selama masa singgah mereka.











