EkonomiFeaturedNasional

Franky Widjaja Mundur dari Kursi Presiden Komisaris DSSA, David Audy Jadi Pengganti

×

Franky Widjaja Mundur dari Kursi Presiden Komisaris DSSA, David Audy Jadi Pengganti

Sebarkan artikel ini

JAKARTA — Pergantian penting terjadi di jajaran pimpinan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), salah satu perusahaan yang berada dalam ekosistem bisnis Sinar Mas Group. Franky Oesman Widjaja resmi melepas jabatan sebagai Presiden Komisaris DSSA setelah pengunduran dirinya disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Keputusan tersebut ditetapkan dalam RUPSLB DSSA pada Kamis, 10 September 2026. Berdasarkan risalah rapat yang disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), persetujuan pengunduran diri Franky memperoleh dukungan sekitar 99,9 persen hak suara, atau setara dengan 147.599.515.567 saham.

Dengan keputusan pemegang saham tersebut, Franky juga memperoleh pembebasan tanggung jawab sepenuhnya atas tindakan pengawasan yang telah dilakukannya selama menjalankan jabatan sebagai Presiden Komisaris, sesuai ketentuan yang berlaku.

David Fernando Audy Naik Jadi Presiden Komisaris

RUPSLB DSSA sekaligus menetapkan perubahan pada posisi David Fernando Audy.

David sebelumnya menjabat sebagai Direktur DSSA. Dalam rapat tersebut, pengunduran dirinya dari posisi Direktur disetujui pemegang saham.

Namun, David tidak meninggalkan jajaran pimpinan perusahaan. Ia justru mendapatkan posisi baru sebagai Presiden Komisaris DSSA.

Pengangkatan tersebut berlaku dengan masa jabatan yang mengikuti periode jabatan anggota Dewan Komisaris lainnya.

Pergantian ini membuat struktur Dewan Komisaris DSSA memasuki fase baru dengan David Fernando Audy sebagai pucuk pimpinan komisaris.

Franky Widjaja Masih Tercatat sebagai Beneficial Owner

Meski telah meninggalkan posisi Presiden Komisaris, Franky Oesman Widjaja masih tercatat sebagai beneficial owner DSSA.

Dian Swastatika Sentosa merupakan perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha di sejumlah sektor, antara lain energi, pertambangan, dan infrastruktur digital.

Dalam struktur kepemilikan perusahaan, PT Sinar Mas Tunggal tercatat sebagai pengendali utama DSSA. Entitas tersebut memiliki 115.388.080.000 saham atau setara dengan sekitar 59,90 persen hak suara.

Susunan Terbaru Komisaris DSSA

Hasil RUPSLB menetapkan susunan Dewan Komisaris DSSA sebagai berikut:

Dewan Komisaris

  • David Fernando Audy — Presiden Komisaris
  • Handhianto Suryo Kentjono — Komisaris
  • Evita Herawati Legowo — Komisaris Independen
  • Robert Arthur Simanjuntak — Komisaris Independen
  • F.X. Sutijastoto — Komisaris Independen
  • Hendrikus Passagi — Komisaris Independen

Sementara jajaran Direksi DSSA terdiri atas:

Direksi

  • Lay Krisnan Cahya — Presiden Direktur
  • Lokita Prasetya — Wakil Presiden Direktur
  • Marlo Budiman — Wakil Presiden Direktur
  • Hermawan Tarjono — Direktur
  • Daniel Cahya — Direktur
  • Alex Sutanto — Direktur
  • Mona Angelique Susanto — Direktur

Siapa Franky Oesman Widjaja?

Nama Franky Oesman Widjaja sudah lama dikenal dalam peta bisnis Indonesia. Ia merupakan salah satu putra mendiang Eka Tjipta Widjaja, pendiri Sinar Mas Group.

Franky lahir di Makassar pada 1958. Setelah menyelesaikan pendidikan di Aoyama Gakuin University, Jepang, pada 1979, ia mulai terjun ke dalam bisnis keluarga.

Perjalanan kariernya kemudian berkembang ke berbagai bidang usaha, mulai dari pulp dan kertas, properti, keuangan, bahan kimia, agribisnis hingga industri makanan.

Sejak awal dekade 1980-an, Franky dipercaya menduduki berbagai posisi strategis di sejumlah perusahaan yang berada dalam ekosistem Sinar Mas.

Namanya semakin dikenal setelah dipercaya memimpin Golden Agri-Resources Ltd. (GAR) pada 1996. Perusahaan berbasis di Singapura tersebut merupakan salah satu pemain besar dalam industri minyak sawit dan menjadi bagian penting dari bisnis agribisnis Sinar Mas di tingkat internasional.

Selain memimpin GAR, Franky juga pernah menduduki posisi strategis di PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMART) dan pernah memimpin Sinarmas Land Ltd. pada periode 2000 hingga akhir 2006.

Melanjutkan Bisnis Keluarga Sinar Mas

Setelah Eka Tjipta Widjaja meninggal dunia pada 2019, tongkat estafet bisnis keluarga diteruskan oleh generasi berikutnya.

Franky bersama saudara-saudaranya, termasuk Indra Widjaja dan Muktar Widjaja, kemudian mengambil peran dalam mengelola berbagai lini bisnis yang berada di bawah kelompok usaha Sinar Mas.

Bisnis tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari properti, telekomunikasi, jasa keuangan, agribisnis hingga energi.

Di luar perusahaan, Franky juga aktif dalam sejumlah organisasi dan asosiasi industri, terutama yang berkaitan dengan sektor kelapa sawit dan agribisnis.

Ia pernah dipercaya menduduki posisi di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) pada bidang yang berkaitan dengan agrobisnis, pangan dan peternakan. Ia juga tercatat terlibat dalam Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), GAPKI, GAPMMI serta Asosiasi Emiten Indonesia (AEI).

Pada awal 2025, nama Franky juga masuk dalam daftar pengusaha besar yang mendapat undangan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri pertemuan khusus di Istana Kepresidenan Jakarta.

Berapa Kekayaan Franky Widjaja?

Besaran kekayaan pribadi Franky Oesman Widjaja tidak diketahui secara pasti melalui data publik yang dapat menjadi rujukan resmi.

Namun, kekayaan keluarga Widjaja pernah masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia yang dirilis Forbes.

Mengacu pada data Forbes yang dikutip sejumlah media pada November 2024, total kekayaan keluarga Widjaja mencapai sekitar US$18,9 miliar, atau jika dikonversikan menggunakan kurs pada periode tersebut berada di kisaran ratusan triliun rupiah.

Angka tersebut merupakan estimasi kekayaan keluarga, sehingga tidak dapat disamakan dengan kekayaan pribadi Franky Widjaja.

Penutup

Pengunduran diri Franky Oesman Widjaja dari posisi Presiden Komisaris DSSA menjadi salah satu perubahan terbaru dalam struktur perusahaan yang berada di bawah ekosistem Sinar Mas.

Meski tak lagi menduduki kursi Presiden Komisaris, namanya tetap memiliki keterkaitan dengan DSSA sebagai beneficial owner. Di sisi lain, David Fernando Audy kini dipercaya memimpin Dewan Komisaris DSSA.

Perjalanan Franky sendiri menunjukkan panjangnya keterlibatan salah satu generasi penerus keluarga Widjaja dalam membangun dan mengembangkan berbagai lini bisnis Sinar Mas, khususnya di sektor agribisnis dan industri kelapa sawit.

Sumber: Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), risalah RUPSLB PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), serta informasi profil Franky Oesman Widjaja yang telah dipublikasikan sejumlah media.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *