LEBANON SELATAN — Ledakan dahsyat mengguncang kawasan Lebanon selatan setelah militer Israel meledakkan jaringan terowongan bawah tanah yang disebut berada di kawasan strategis Ali al-Taher. Operasi tersebut disebut menggunakan lebih dari 1.100 ton bahan peledak, menghasilkan bola api besar yang menerangi langit malam dan getarannya dirasakan warga di sejumlah wilayah.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah orang yang disebut mengenakan perlengkapan militer berada di lokasi ketinggian sambil mengarahkan kamera ke kawasan permukiman di kejauhan. Sesaat kemudian, ledakan besar muncul dan langit berubah terang oleh kobaran api.
artikel terkait: Ledakan Dahsyat Israel di Lebanon Picu Getaran Magnitudo 4,1, Klaim 1.100 Ton Bahan Peledak Beredar di X
Dalam rekaman yang diunggah akun Instagram @katz.israel, sejumlah suara terdengar bersorak setelah ledakan terjadi. Video tersebut kemudian menjadi sorotan karena memperlihatkan skala ledakan yang sangat besar dari kejauhan.
1.100 Ton Bahan Peledak
Militer Israel mengatakan operasi tersebut ditujukan untuk menghancurkan infrastruktur bawah tanah Hezbollah di kawasan Ali al-Taher.
Menurut laporan Reuters, jaringan bawah tanah yang dihancurkan membentang lebih dari 2 kilometer dan disebut memiliki sejumlah fasilitas komando, tempat penyimpanan senjata serta berbagai persenjataan. Israel juga menyatakan menemukan roket, rudal, drone, rudal antiranjau dan ratusan ranjau serta bahan peledak di dalam kompleks tersebut.
Sementara itu, The Times of Israel melaporkan militer Israel menyebut lebih dari 1.100 ton bahan peledak digunakan untuk menghancurkan jaringan terowongan di bawah Ali Taher Ridge.
Ledakan tersebut bukan sekadar menghancurkan jaringan bawah tanah. Getarannya juga tercatat oleh sistem pemantauan seismik.
Ledakan Tercatat sebagai Getaran 4,1
Menurut data yang dikutip dari US Geological Survey (USGS), sebuah peristiwa seismik berkekuatan 4,1 tercatat di Lebanon selatan setelah ledakan. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.08 waktu setempat dengan kedalaman sekitar 10 kilometer.
Laporan dari Lebanon menyebut suara ledakan dan getaran dirasakan hingga wilayah sekitar Nabatieh. Gelombang kejut bahkan dilaporkan terasa hingga kawasan yang lebih jauh.
Namun, penting dicatat, angka 4,1 tersebut tidak otomatis berarti terjadi gempa tektonik biasa. Laporan lokal menjelaskan bahwa getaran tersebut berkaitan dengan energi ledakan dalam skala sangat besar.
Video Ledakan Viral
Klaim mengenai operasi tersebut juga ramai disebarkan oleh akun-akun media sosial, termasuk eye.on.palestine, yang menyebut ledakan menggunakan sekitar 1.100 ton bahan peledak untuk menghancurkan jaringan terowongan besar di kawasan Ali Taher.
Narasi tersebut kemudian menyebar bersama video ledakan yang memperlihatkan kobaran api raksasa dari kejauhan.
Meski demikian, bagian video yang memperlihatkan personel bersorak perlu diperlakukan sebagai konteks visual dari unggahan media sosial, bukan sebagai bukti independen mengenai identitas seluruh orang yang berada di lokasi maupun waktu pengambilan rekaman.
Operasi penghancuran tersebut menjadi salah satu ledakan terbesar yang dilaporkan terjadi di kawasan selatan Lebanon dalam rangkaian konflik Israel-Hezbollah terbaru.
Israel menyatakan penghancuran infrastruktur bawah tanah itu sekaligus memperkuat kendali operasionalnya atas kawasan Ali al-Taher, baik di permukaan maupun di bawah tanah. (kaje/red)
Sumber: Reuters, The Times of Israel, US Geological Survey (USGS), L’Orient-Le Jour











