JAKARTA — Kasus pria yang viral setelah menendang seorang perempuan dari belakang di area food court Senayan City, Jakarta Pusat, memasuki babak baru. Polisi telah mengamankan pria berinisial RS (44) untuk menjalani pemeriksaan terkait insiden tersebut.
RS diamankan Tim Opsnal Subdit IV Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 03.55 WIB.
Penangkapan dilakukan setelah video kejadian tersebut beredar luas di media sosial dan memicu perhatian publik. Polisi kini masih mendalami kronologi lengkap serta motif di balik tindakan tersebut.
Ditendang dari Belakang Saat Antre Makanan
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (16/9/2026) sore di area food court Senayan City.
Berdasarkan keterangan awal kepolisian, korban saat itu sedang mengantre di salah satu stan makanan. Tiba-tiba, korban ditendang dari belakang hingga tersungkur.
Polisi menyebut korban dan RS tidak saling mengenal.
Aksi tersebut terekam kamera pengawas dan rekamannya kemudian tersebar di media sosial.
Penyidik selanjutnya melakukan pengecekan lokasi serta menganalisis rekaman CCTV untuk memastikan rangkaian kejadian secara utuh.
RS Diamankan di Penjaringan
Tim Jatanras Polda Metro Jaya kemudian berhasil mengamankan RS di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara.
Setelah diamankan, RS menjalani pemeriksaan untuk membantu penyidik mengungkap apa yang terjadi sebelum dan sesudah insiden penendangan.
Polisi juga masih mengumpulkan sejumlah barang bukti dan keterangan saksi.
Hingga Jumat, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi terkait perkara tersebut.
Motif Masih Misteri
Salah satu hal yang masih menjadi perhatian dalam kasus ini adalah motif penendangan.
Polisi belum menyampaikan alasan pasti mengapa RS tiba-tiba menendang korban.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan bahwa motif masih didalami karena pemeriksaan terhadap RS masih berlangsung.
Polisi juga menyebut RS tidak dalam pengaruh minuman keras ketika diamankan.
Dengan demikian, berbagai spekulasi mengenai alasan kejadian yang beredar di media sosial belum dapat dipastikan sebagai fakta.
Korban Syok dan Trauma
Di sisi lain, kondisi korban turut menjadi perhatian kepolisian.
Korban disebut mengalami syok dan trauma setelah kejadian tersebut.
Polda Metro Jaya juga memastikan hak korban dalam proses penanganan perkara, termasuk kemungkinan pendampingan psikologis.
Pemeriksaan medis dan visum dapat dilakukan untuk mengetahui apakah korban mengalami luka atau cedera akibat kejadian tersebut.
CCTV Jadi Bagian Penting Penyelidikan
Rekaman CCTV menjadi salah satu barang bukti penting yang dianalisis penyidik.
Polisi perlu memastikan rangkaian kejadian secara menyeluruh, termasuk situasi sebelum penendangan terjadi.
Keterangan korban, saksi, rekaman CCTV dan pemeriksaan terhadap RS akan menjadi bagian dari proses penyelidikan untuk menentukan konstruksi perkara.
Manajemen Senayan City Respons Insiden
Pihak Senayan City sebelumnya telah memberikan respons terhadap kejadian yang viral tersebut.
Manajemen menyatakan mengutamakan keamanan dan kenyamanan pengunjung serta siap bekerja sama dengan aparat berwenang dalam penanganan insiden tersebut.
Kronologi Singkat
Rabu, 16 September 2026
Insiden penendangan seorang perempuan terjadi di area food court Senayan City, Jakarta Pusat.
Video viral
Rekaman CCTV kejadian kemudian beredar luas di media sosial.
Jumat, 18 September 2026 sekitar 03.55 WIB
Tim Jatanras Polda Metro Jaya mengamankan RS (44) di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara.
Jumat, 18 September 2026
RS menjalani pemeriksaan. Polisi juga mendalami CCTV dan meminta keterangan sejumlah saksi.
Perkembangan terakhir
Motif penendangan belum diumumkan dan masih didalami oleh penyidik.
Polisi Masih Dalami Perkara
Penangkapan RS menjadi perkembangan terbaru dalam kasus yang sebelumnya hanya beredar melalui rekaman video di media sosial.
Namun, proses hukum masih berjalan. Polisi masih perlu memastikan seluruh fakta sebelum menentukan langkah selanjutnya terhadap RS.
Masyarakat juga diimbau tidak menarik kesimpulan berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial sebelum ada keterangan resmi dari penyidik.
Paragrafnews.co akan terus memperbarui perkembangan kasus ini berdasarkan keterangan resmi kepolisian dan sumber yang dapat diverifikasi.
Sumber: Polda Metro Jaya, ANTARA, detikNews.





