JAKARTA — Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas erupsi pada Selasa (8/9/2026) pagi. Informasi tersebut disampaikan Badan Geologi melalui unggahan di media sosial X @badangeologi.
Erupsi tercatat terjadi pada pukul 05.34 WIB. Berdasarkan laporan Badan Geologi, tinggi kolom erupsi tidak teramati secara visual. Namun, aktivitas tersebut terekam jelas melalui seismograf.
Rekaman seismik menunjukkan amplitudo maksimum mencapai 44 milimeter dengan durasi erupsi sekitar 10 detik.
Aktivitas tersebut menjadi perhatian mengingat Gunung Anak Krakatau merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia yang berada di kawasan Selat Sunda.
Dilarang Mendekat dalam Radius 3 Kilometer
Badan Geologi mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil risiko dengan mendekati kawasan gunung api tersebut.
Masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki dilarang mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Larangan tersebut diberlakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya aktivitas vulkanik yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Masyarakat yang berada di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau juga diimbau untuk selalu mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
kaje











