AI News

Debat Panas Rocky Gerung dengan Aliansi Masyarakat Pati: Tolak Hukuman Mati untuk Koruptor karena Risiko “Salah Hukum”

×

Debat Panas Rocky Gerung dengan Aliansi Masyarakat Pati: Tolak Hukuman Mati untuk Koruptor karena Risiko “Salah Hukum”

Sebarkan artikel ini

Pengamat politik sekaligus akademisi, Rocky Gerung, terlibat dalam perdebatan hangat dengan sejumlah anggota yang mengatasnamakan diri sebagai Aliansi Masyarakat Pati.

Perdebatan tersebut menyoroti isu hukum yang krusial di Indonesia, yakni efektivitas dan keadilan penerapan hukuman mati bagi pelaku tindak pidana korupsi.

baca juga:

Tim Gabungan Kepolisian Lumpuhkan Anggota KKB, 4 Tewas Ditempat

Dalam rekaman video yang beredar luas, perdebatan bermula ketika pihak Aliansi Masyarakat Pati mendesak agar para koruptor dijatuhi hukuman mati demi memberikan efek jera yang maksimal.

Mereka menilai bahwa hukuman mati adalah langkah paling efektif untuk memberantas praktik korupsi di tanah air.

Menanggapi hal tersebut, Rocky Gerung secara terbuka menyatakan ketidaksetujuannya terhadap hukuman mati.

Ia memandang persoalan ini dari kacamata filosofi keadilan hukum dan potensi terjadinya malpraktik peradilan (judicial error).

Rocky mencontohkan kasus klasik di Indonesia seperti kasus Sengkon dan Karta untuk menggambarkan betapa sistem peradilan manusia tidak luput dari kesalahan.

Ia melontarkan analogi kritis mengenai risiko fatal apabila sebuah sistem hukum menjatuhkan vonis mati kepada orang yang salah.

“Kalau ada 10 orang, 9 dihukum mati, satu tidak, yang 9 ternyata tidak bersalah, lalu bagaimana? Kesalahan di dalam pengadilan itu memiliki risiko fatal. Jika seseorang yang tidak bersalah telanjur dihukum mati, bagaimana negara bisa memulihkannya?” ujar Rocky di hadapan para anggota aliansi.

Menurut Rocky, fokus utama penegakan hukum seharusnya tidak hanya pada tingkat kekejaman sanksi semata, melainkan pada akurasi, keadilan sistemik, dan perlindungan terhadap hak asasi manusia agar tidak ada warga negara tak bersalah yang menjadi korban dari keputusan hukum yang ireversibel (tidak dapat dibatalkan).

Hingga akhir perdebatan, kedua belah pihak tetap mempertahankan sudut pandang masing-masing; di satu sisi masyarakat mendesak ketegasan mutlak terhadap koruptor lewat hukuman mati, sementara di sisi lain Rocky Gerung menekankan pentingnya kehati-hatian luar biasa karena risiko hilangnya nyawa manusia akibat kesalahan sistem peradilan.

kaje

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *