AI News

Dugaan Keracunan Massal Menu MBG di Sidoarjo: Ratusan Santri Terdampak, Dapur Umum Dihentikan

×

Dugaan Keracunan Massal Menu MBG di Sidoarjo: Ratusan Santri Terdampak, Dapur Umum Dihentikan

Sebarkan artikel ini

Insiden dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) melanda kawasan Sidoarjo, Jawa Timur, dengan ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, dilaporkan jatuh sakit. Peristiwa ini bermula setelah para santri mengonsumsi menu MBG yang dibagikan pada siang hari.

baca juga: Misteri Dapur SPPG Kalitengah di Balik Keracunan Massal Ratusan Santri Sidoarjo

​Salah seorang santriwati berinisial SZ (15) menceritakan bahwa ia mulai merasakan kejanggalan pada hidangan sayur yang terasa asam dan kecut saat menyantap menu berupa nasi putih, orak-arik telur, tempe bumbu bali, tumis buncis baby corn, serta buah apel. Menjelang sore hari, Selasa (1/9) ia bersama rekan-rekan lainnya mulai mengeluhkan gejala mual, lemas, hingga pusing hingga harus mendapatkan penanganan medis di RSUD RT Notopuro, Sidoarjo.

​Pengasuh Ponpes Manbaul Hikam, Abdul Wahid Harun, menjelaskan bahwa total ada sekitar 1.000 santri di pondoknya yang mengonsumsi makanan dari program tersebut. Ia menegaskan bahwa penyediaan makanan sepenuhnya dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin, dan pihak pesantren hanya bertindak sebagai penerima manfaat.

​Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Satgas MBG Jatim, Emil Elestianto Dardak, memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ini sekaligus membantah kabar bohong yang sempat beredar luas di media sosial.

Melansir laman CNN Indonesia, berdasarkan data sementara, terdapat 19 lembaga pendidikan di Kecamatan Tanggulangin yang ikut terdampak, meliputi pesantren serta sejumlah sekolah mulai dari tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA swasta.

​Sebagai langkah cepat, Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur melalui Wakil Koordinator Teguh Bayu Wibowo menyatakan bahwa dapur SPPG Kalitengah telah dihentikan operasionalnya sementara waktu.

Diketahui dapur tersebut rata-rata memasok sekitar 2.800 porsi makanan per hari bagi sekolah dan pesantren di wilayah sekitar. Saat ini, sampel makanan telah diamankan oleh Dinas Kesehatan Sidoarjo bersama pihak kepolisian guna menjalani uji laboratorium lebih lanjut.

(kaje/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *