AI NewsBeritaFeatured

Karhutla Kalimantan Dipantau Dunia: Model Copernicus Deteksi Lonjakan Emisi Karbon dan Sebaran Asap

×

Karhutla Kalimantan Dipantau Dunia: Model Copernicus Deteksi Lonjakan Emisi Karbon dan Sebaran Asap

Sebarkan artikel ini

Sistem pemantauan atmosfer global Copernicus (Fire Emissions Watch) merilis data visualisasi pemodelan kebakaran hutan dan lahan yang menunjukkan peningkatan signifikan emisi karbon serta sebaran asap pekat di wilayah Kalimantan dan sekitarnya.

Dari unggahan X @Weather_Manila, berdasarkan data pantauan untuk periode analisis 24 hingga 30 Agustus 2026, peta interaktif tersebut memperlihatkan gumpalan emisi berwarna merah muda hingga ungu pekat yang membumbung tinggi dari pulau Kalimantan.

Baca Juga: Di Tengah Kepungan Kabut Asap Karhutla, Seremoni Pelepasan Pemadam Kebakaran di Kalteng Tuai Sorotan 

Tingginya konsentrasi emisi ini mengindikasikan aktivitas kebakaran hutan dan lahan yang masif terjadi di wilayah tersebut selama sepekan terakhir.

Selain Kalimantan, sebaran asap tampak meluas dan mulai memengaruhi kualitas udara regional, dengan indikasi pergerakan arah angin yang membawa partikel polusi ke wilayah sekitarnya. Sejumlah titik emisi sekunder yang lebih kecil juga terpantau di beberapa bagian pulau lain di Indonesia.

Peningkatan emisi karbon dari kebakaran hutan ini memicu kekhawatiran serius terhadap kualitas udara bagi kesehatan masyarakat setempat, potensi gangguan aktivitas penerbangan, serta peningkatan emisi gas rumah kaca secara global. Hingga kini, otoritas terkait diimbau untuk meningkatkan kesiagaan dan mempercepat upaya penanggulangan titik api di lapangan guna mencegah meluasnya dampak buruk karhutla.

Apa Itu Pemodelan Pemantauan Atmosfer Copernicus?

Pemantauan Atmosfer Copernicus (Fire Emissions Watch) adalah layanan global bagian dari program pengamatan bumi milik Uni Eropa yang secara khusus melacak, memantau, dan memperkirakan emisi karbon serta sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di seluruh dunia secara real-time.

Fitur Fire Emissions Watch mengombinasikan data observasi satelit dengan pemodelan komputer tingkat tinggi untuk mengukur seberapa besar polusi udara dan gas rumah kaca yang dilepaskan ke atmosfer akibat kebakaran.

Pihak yang Mengendalikan dan Mengelola

Program dan layanan ini berada di bawah kendali dan kepemilikan Uni Eropa (European Union) sebagai bagian dari program pengamatan bumi bernama Copernicus.

Secara operasional dan teknis

1. Komisi Eropa (European Commission): Bertindak sebagai pihak yang memegang koordinasi dan tanggung jawab keseluruhan atas program Copernicus.

2. ECMWF (European Centre for Medium-Range Weather Forecasts): Organisasi antarpemerintah independen yang ditunjuk oleh Uni Eropa untuk mengimplementasikan serta mengoperasikan layanan pemantauan atmosfer ini (Copernicus Atmosphere Monitoring Service / CAMS).

3. Lembaga Mitra Pendukung: Dalam pengumpulan data satelit dan pengamatan di lapangan, ECMWF bekerja sama dengan lembaga antariksa seperti ESA (European Space Agency) dan EUMETSAT (European Organisation for the Exploitation of Meteorological Satellites).

kaje/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *