New PostNews

11 Gunung Api Indonesia Mengamuk Sepanjang 2026, Semeru hingga Anak Krakatau Jadi Sorotan

×

11 Gunung Api Indonesia Mengamuk Sepanjang 2026, Semeru hingga Anak Krakatau Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini

Badan Geologi mencatat 11 gunung api aktif mengalami erupsi atau kejadian letusan sepanjang 2026. Aktivitas tinggi terpantau di sejumlah gunung, termasuk Ibu, Ili Lewotolok, Semeru, Dukono dan Anak Krakatau.

11 Gunung Api Indonesia erupsi 2026
Gambar tersebut menampilkan sebuah ilustrasi digital yang sangat dramatis dan megah mengenai aktivitas vulkanik. Secara visual, gambar ini memperlihatkan pemandangan dari atas pegunungan hijau yang diselimuti kabut tipis, dengan latar belakang tiga gunung berapi besar yang sedang mengalami letusan secara bersamaan. Gunung utama yang berada di tengah tampak memuntahkan aliran lava pijar merah menyala dari kawahnya, disertai kolom awan abu vulkanik hitam yang tebal membubung tinggi ke langit senja atau fajar. Dua gunung lainnya di sisi kiri dan kanan juga tampak aktif mengeluarkan kepulan asap dan abu vulkanik, menciptakan suasana alam yang perkasa, eksotis, sekaligus menegangkan sebagai representasi dari wilayah Cincin Api (Ring of Fire). / ist

Bumi Nusantara belum benar-benar tenang. Sepanjang 2026, aktivitas vulkanik kembali menunjukkan taringnya. Data Badan Geologi Kementerian ESDM yang dihimpun hingga 7 September 2026 mencatat 11 gunung api aktif di Indonesia mengalami erupsi atau kejadian letusan.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa Indonesia berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik, jalur pertemuan lempeng tektonik yang membuat aktivitas kegempaan dan gunung api di Tanah Air tergolong tinggi.

Sejumlah gunung api bahkan menunjukkan aktivitas yang sangat intens. Gunung Ibu, Ili Lewotolok, Semeru, dan Dukono tercatat mengalami ribuan hingga puluhan ribu kejadian erupsi atau letusan berdasarkan data yang dihimpun.

Semeru hingga Gunung Ibu Tunjukkan Aktivitas Tinggi

Dalam data tersebut, Gunung Ibu menjadi salah satu gunung api dengan catatan aktivitas erupsi tertinggi, yakni 25.556 kali erupsi/letusan.

Posisi berikutnya ditempati Gunung Ili Lewotolok dengan 24.442 kali erupsi/letusan, sementara Gunung Semeru tercatat 20.326 kali erupsi/letusan.

Tak hanya letusan, Semeru juga tercatat mengalami 55 kali guguran awan panas, yang menjadi salah satu ancaman serius bagi masyarakat di kawasan rawan bencana.

Gunung Dukono di Maluku Utara juga memperlihatkan aktivitas tinggi dengan 8.216 kali erupsi/letusan.

Sementara itu, Gunung Lewotobi Laki-Laki tercatat mengalami 790 kali erupsi/letusan.

Daftar 11 Gunung Api yang Tercatat Erupsi

Berikut gunung api yang tercatat mengalami erupsi atau kejadian letusan sepanjang 2026 berdasarkan data yang dihimpun:

Level III — Siaga

  • Gunung Anak Krakatau: 243 kali erupsi/letusan
  • Gunung Lewotobi Laki-Laki: 790 kali erupsi/letusan
  • Gunung Semeru: 20.326 kali erupsi/letusan dan 55 kali guguran awan panas
  • Gunung Merapi: 115 kali guguran awan panas
  • Gunung Sinabung: 2 kali erupsi/letusan

Level II — Waspada

  • Gunung Ili Lewotolok: 24.442 kali erupsi/letusan
  • Gunung Ibu: 25.556 kali erupsi/letusan
  • Gunung Dukono: 8.216 kali erupsi/letusan
  • Gunung Marapi: 51 kali erupsi/letusan
  • Gunung Dempo: 3 kali erupsi/letusan
  • Gunung Karangetang: 1 kali erupsi/letusan

Anak Krakatau Masih Jadi Perhatian

Gunung Anak Krakatau juga masuk dalam daftar gunung api yang mengalami aktivitas erupsi sepanjang 2026.

Dalam laporan Badan Geologi per 7 September 2026, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga.

Badan Geologi melaporkan Anak Krakatau mengalami erupsi menerus pada 4 September 2026 hingga 6 September 2026. Aktivitas tersebut kemudian disusul sejumlah erupsi strombolian.

Kondisi ini membuat masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati kawasan berbahaya. Badan Geologi merekomendasikan masyarakat maupun wisatawan tidak memasuki wilayah dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Bukan untuk Panik, Tapi Wajib Waspada

Rentetan aktivitas vulkanik tersebut bukan berarti masyarakat harus panik. Justru, kewaspadaan dan kepatuhan terhadap informasi resmi menjadi kunci utama menghadapi potensi bencana gunung api.

Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas gunung api di Indonesia.

Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan rawan bencana diminta mengikuti rekomendasi petugas dan tidak memasuki zona yang telah ditetapkan sebagai kawasan berbahaya.

Perubahan aktivitas gunung api bisa terjadi sewaktu-waktu. Karena itu, masyarakat disarankan memperoleh informasi dari kanal resmi Badan Geologi, PVMBG, MAGMA Indonesia, dan pemerintah daerah.

Indonesia boleh berada di Cincin Api, tetapi kesiapsiagaan adalah benteng pertama untuk menghadapi ancaman bencana.

Sumber: Badan Geologi Kementerian ESDM/PVMBG, data aktivitas gunung api 2026 dan laporan perkembangan Gunung Anak Krakatau per 7 September 2026.

baca juga: Kebakaran Pasar di Papua Tengah Tewaskan 11 Orang, Enam Korban Anak-anak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *