Kriminal

Ditegur Tak Pakai Sein, Pemuda Bacok Ojol di Bandung Barat, Punggung Korban Terkena Golok

×

Ditegur Tak Pakai Sein, Pemuda Bacok Ojol di Bandung Barat, Punggung Korban Terkena Golok

Sebarkan artikel ini
Ojol di bacok
Ilustrasi penangkapan terduga pelaku pembacokan pengemudi ojol di Bandung Barat. /Ilustrasi

BANDUNG BARAT, PARAGRAFNEWS.CO – Persoalan di jalan raya berujung aksi kekerasan berdarah di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Seorang pengemudi ojek online (ojol) menjadi korban pembacokan setelah menegur seorang pemuda yang diduga berbelok secara tiba-tiba tanpa menyalakan lampu sein.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Haji Gofur, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, pada Minggu sore, 1 November 2026.

Bukannya menerima teguran, pemuda tersebut justru turun dari sepeda motornya sambil membawa senjata tajam jenis golok. Ia kemudian menyerang korban hingga mengenai bagian punggung.

Mengutip laporan detikJabar, Senin (2/11/2026), Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat, membenarkan adanya peristiwa penganiayaan tersebut. Polisi juga telah mengamankan seorang pemuda yang diduga sebagai pelaku.

“Betul, kami amankan seorang pemuda terduga pelaku penganiayaan terhadap pengemudi ojol di daerah Haji Gofur, kejadiannya kemarin sore,” kata Gofur.

Berawal dari Teguran di Jalan

Berdasarkan keterangan saksi mata yang dihimpun kepolisian, insiden bermula ketika korban menegur terduga pelaku yang melakukan manuver berbelok secara tiba-tiba tanpa menggunakan lampu sein.

Teguran tersebut diduga memicu emosi terduga pelaku. Situasi kemudian berubah menjadi aksi kekerasan setelah pemuda itu turun dari kendaraannya dengan membawa golok.

Senjata tajam tersebut digunakan untuk menyerang korban hingga menyebabkan luka pada bagian punggung.

“Saksi mata, pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban dengan golok mengenai bagian punggung korban sampai terluka. Kebetulan di sekitar lokasi kejadian banyak warga, lalu pelaku diamankan,” ujar Gofur.

Sempat Diamankan Warga, Polisi Evakuasi Terduga Pelaku

Setelah kejadian, warga yang berada di sekitar lokasi bergerak mengamankan terduga pelaku.

Situasi sempat memanas. Video penangkapan pemuda tersebut kemudian beredar di media sosial dan memperlihatkan warga berkerumun mengelilingi terduga pelaku yang tangannya telah diikat.

Dalam video itu, sejumlah warga terlihat tersulut emosi dan meminta agar terduga pelaku diserahkan kepada masyarakat.

Untuk menghindari aksi main hakim sendiri, polisi segera mengevakuasi pemuda tersebut dari lokasi kejadian.

Terduga pelaku selanjutnya dibawa ke kantor kepolisian untuk menjalani proses hukum dan pemeriksaan lebih lanjut.

Korban Mendapat Penanganan Medis, Motif Masih Didalami

Polisi memastikan korban telah mendapatkan penanganan medis setelah mengalami luka akibat sabetan senjata tajam. Korban juga telah membuat laporan resmi kepada kepolisian.

Sementara itu, penyidik masih mendalami motif di balik aksi pembacokan tersebut, termasuk rangkaian peristiwa yang menyebabkan teguran di jalan berujung penganiayaan menggunakan golok.

“Informasinya masih kami dalami kenapa melakukan hal tersebut. Untuk korban sudah mendapatkan penanganan medis dan sudah membuat laporan resmi ke kepolisian,” ungkap Gofur.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa persoalan di jalan raya seharusnya diselesaikan dengan kepala dingin, bukan dengan ancaman maupun kekerasan.

Polisi masih mendalami perkara tersebut. Perkembangan mengenai identitas terduga pelaku, motif, serta proses hukum selanjutnya masih menunggu keterangan resmi dari kepolisian.

kaje/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *