KesehatanLifestyle

Infused Water Lemon: Manfaat, Cara Membuat, dan Hal yang Perlu Diperhatikan

×

Infused Water Lemon: Manfaat, Cara Membuat, dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Sebarkan artikel ini
Infus Lemon
Sumber gambar dari pixabay ya kawan

PARAGRAFNEWS.CO – Infused water lemon masih menjadi salah satu minuman sederhana yang banyak dipilih untuk menemani aktivitas sehari-hari. Campuran air putih dengan irisan atau perasan lemon terasa lebih segar sekaligus dapat menjadi alternatif bagi orang yang kurang menyukai rasa air putih.

Namun, manfaat infused water lemon sebaiknya tidak dibesar-besarkan. Minuman ini bukan obat dan tidak secara otomatis membuat tubuh “bebas racun”, membakar lemak, atau menyembuhkan penyakit tertentu.

Lalu, apa saja manfaat infused water lemon yang memang masuk akal secara kesehatan?

1. Membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh

Manfaat paling sederhana dari infused water lemon adalah membantu seseorang lebih mudah minum air.

Air berperan penting dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk menjaga suhu tubuh, membantu kerja organ, membawa nutrisi dan mempertahankan keseimbangan cairan. Menambahkan lemon dapat membuat air putih terasa lebih menarik sehingga sebagian orang terdorong untuk minum lebih banyak.

Dengan kata lain, manfaat utamanya bukan karena lemon memiliki efek khusus terhadap tubuh, melainkan karena minuman tersebut tetap memberikan asupan cairan.

2. Menambah asupan vitamin C

Lemon merupakan salah satu sumber vitamin C. Vitamin C merupakan zat gizi penting yang berperan dalam pembentukan kolagen, penyembuhan luka, fungsi sistem kekebalan tubuh dan membantu penyerapan zat besi.

Jumlah vitamin C yang diperoleh dari infused water bergantung pada banyaknya lemon yang digunakan. Karena biasanya hanya menggunakan beberapa irisan atau sedikit perasan lemon, jumlahnya tentu tidak dapat disamakan dengan mengonsumsi buah secara langsung.

3. Bisa menjadi alternatif minuman rendah kalori

Jika dibuat hanya dengan air dan lemon tanpa tambahan gula atau sirup, infused water lemon memiliki kalori yang relatif rendah.

Kebiasaan mengganti minuman manis dengan air putih beraroma lemon dapat membantu mengurangi konsumsi gula dan kalori dari minuman. Harvard T.H. Chan School of Public Health juga merekomendasikan air sebagai pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan dan menyarankan membatasi minuman berpemanis.

Namun, manfaat tersebut berasal dari pilihan minumannya yang rendah kalori, bukan karena lemon secara khusus “membakar lemak”.

4. Dapat membantu sebagian orang menjaga pola minum

Bagi orang yang sering lupa minum air putih, rasa dan aroma lemon dapat membuat air terasa lebih menarik.

Kebiasaan sederhana seperti membawa botol berisi air lemon tanpa gula dapat menjadi salah satu cara untuk membangun rutinitas minum sepanjang hari.

Tidak ada aturan bahwa infused water lemon harus diminum pada pagi hari. Minuman tersebut dapat dikonsumsi kapan saja sesuai kebutuhan dan kenyamanan.

5. Bukan berarti lemon water bisa “detoks” tubuh

Istilah “detoks” sering digunakan dalam promosi minuman kesehatan, termasuk infused water lemon.

Padahal, tidak ada bukti kuat bahwa minum air lemon secara khusus dapat mengeluarkan racun dari tubuh lebih baik daripada sistem alami tubuh. Klaim mengenai lemon water sebagai minuman detoks juga tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.

Tubuh memiliki organ seperti hati dan ginjal yang berperan dalam proses metabolisme dan pembuangan zat sisa.

Karena itu, infused water lemon lebih tepat dipandang sebagai minuman untuk membantu hidrasi, bukan sebagai terapi detoksifikasi.

6. Bagaimana dengan klaim menurunkan berat badan?

Infused water lemon bukan minuman pembakar lemak.

Jika seseorang mengalami penurunan berat badan setelah mengganti soda, teh manis, atau minuman tinggi kalori dengan air lemon tanpa gula, kemungkinan terdapat kontribusi dari berkurangnya asupan kalori secara keseluruhan.

Jadi, jangan menganggap lemon sebagai bahan yang secara otomatis membuat lemak tubuh terbakar. Pengelolaan berat badan tetap berkaitan dengan pola makan, aktivitas fisik, tidur dan berbagai faktor kesehatan lainnya.

Cara membuat infused water lemon

Membuatnya cukup sederhana.

Bahan:

  • Air putih secukupnya.
  • Lemon segar.
  • Es batu jika diinginkan.
  • Daun mint atau irisan buah lain sebagai tambahan, sesuai selera.

Cara membuat:

  1. Cuci lemon hingga bersih.
  2. Iris tipis lemon.
  3. Masukkan beberapa irisan ke dalam botol atau gelas berisi air.
  4. Diamkan beberapa saat agar aroma dan rasa lemon keluar.
  5. Tambahkan es batu jika ingin disajikan dingin.
  6. Sebaiknya tidak menambahkan gula jika tujuan utamanya adalah mendapatkan minuman rendah kalori.

Jumlah lemon dapat disesuaikan dengan selera. Tidak perlu membuat air menjadi sangat asam untuk mendapatkan manfaat hidrasi.

Perhatikan kesehatan gigi

Ada satu hal yang sering terlupakan: lemon bersifat asam.

Paparan minuman asam secara berulang dapat berkontribusi terhadap erosi email gigi. American Dental Association juga mengingatkan bahwa makanan dan minuman asam, termasuk citrus, dapat memberikan efek terhadap email gigi.

Karena itu, hindari kebiasaan menyeruput minuman lemon yang sangat asam terus-menerus dalam waktu lama. Setelah mengonsumsi minuman asam, berkumur dengan air putih dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi paparan asam di mulut.

Bagi orang yang memiliki keluhan refluks atau sensitif terhadap makanan asam, lemon juga dapat memperburuk gejala pada sebagian orang.

Kesimpulan

Infused water lemon dapat menjadi pilihan sederhana untuk membuat air putih lebih menarik sekaligus memberikan sedikit tambahan vitamin C.

Manfaat yang paling realistis adalah membantu hidrasi dan memberikan tambahan vitamin C, terutama jika minuman dibuat tanpa gula tambahan. Lemon water juga dapat menjadi alternatif minuman rendah kalori ketika digunakan untuk menggantikan minuman manis.

Namun, infused water lemon bukan obat, bukan minuman pembakar lemak, dan tidak terbukti memiliki kemampuan khusus untuk “mendetoks” tubuh.

Seperti kebiasaan sehat lainnya, manfaatnya akan lebih berarti jika menjadi bagian dari pola hidup yang seimbang, termasuk konsumsi makanan bergizi, aktivitas fisik yang cukup dan tidur yang baik.

Catatan: Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau saran medis dari tenaga kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *