News

Gerak Cepat Balas Serangan AS: Iran Hujani Pangkalan Militer AS di Yordania dengan Rudal

×

Gerak Cepat Balas Serangan AS: Iran Hujani Pangkalan Militer AS di Yordania dengan Rudal

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi - Peluncuran rudal / pinterest

Timur Tengah kembali meningkat tajam menyusul aksi balasan militer dari Iran. Serangan tersebut dilancarkan sebagai respons langsung atas tindakan militer Amerika Serikat sebelumnya. Senin (31/8) dini hari.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) serangan ini diklaim sebagai bentuk pembalasan atas pemboman yang dilakukan AS di Pulau Larak, yang terletak di Selat Hormuz.

Klaim Korps Garda Revolusi Islam (IRGC): Pihak IRGC menyatakan telah sukses menyerang infrastruktur teknis dan pemeliharaan, serta area posisi pesawat tempur musuh di pangkalan udara Muwaffaq Salti dan Raja Hussein di Yordania.

Mereka mengklaim seluruh target penting tersebut telah berhasil dihancurkan.
IRGC juga mengeluarkan peringatan tegas bahwa segala bentuk agresi dan kejahatan tidak akan mampu menutupi keputusasaan musuh dalam melemahkan kendali Republik Islam Iran atas Selat Hormuz. Mereka menegaskan bahwa setiap serangan balasan akan dibalas dengan respons yang jauh lebih telak dan tegas.

AS Kembali Lancarkan Serangan Udara ke Pulau Larak Iran

Konflik di kawasan Timur Tengah kembali membara setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara baru yang menargetkan wilayah selatan Iran.

Pasukan AS menyerang dua peluncur roket/rudal milik Iran yang berada di Pulau Larak, kawasan selatan Iran dekat Selat Hormuz.

Komando Pusat AS (CENTCOM) melalui juru bicaranya, Kapten Tim Hawkins, menyatakan bahwa pasukan Iran terdeteksi sedang bersiap menembakkan roket yang dirancang untuk menyebarkan ranjau laut di jalur vital Selat Hormuz.

Aksi Militer Perdana

Serangan ini menjadi aksi militer terbuka pertama yang diumumkan dan dilancarkan oleh AS setelah sempat memasuki periode jeda atau minim konfrontasi langsung selama hampir sebulan terakhir.

Pemerintahan AS menegaskan komitmennya untuk melindungi jalur perdagangan internasional dan pelayaran bebas di kawasan tersebut, serta memperingatkan bahwa setiap upaya pemasangan ranjau baru akan langsung dihancurkan secara sistematis.

Situasi ini menandai kembalinya eskalasi panas di tengah upaya pengamanan jalur logistik maritim strategis yang menjadi urat nadi pasokan energi global.

kaje/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *