Paragrafnews.co – Polemik tantangan duel yang melibatkan konten kreator Herri Pras memasuki babak baru. Rumahnya di kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, didatangi rombongan yang dikaitkan dengan petarung MMA Yudi Cahyadi. Peristiwa tersebut berujung laporan polisi setelah Herri mengaku mengalami intimidasi dan kekerasan fisik.
Herri Pras melaporkan sekitar 20 orang ke Polres Bogor. Laporan itu berkaitan dengan dugaan intimidasi, persekusi, provokasi, hingga tindakan kekerasan yang disebut terjadi ketika rombongan tersebut mendatangi kediamannya.
Mengutip pemberitaan JawaPos.com, Selasa (3/11/2026), nama petarung MMA Yudi Cahyadi dan Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Edwin Sanjaya turut disebut dalam pernyataan Herri terkait peristiwa tersebut.
artikel terkait: Mulut Berani Tantang UAS dan UAH, Herri Pras Ketar-ketir Didatangi Petarung MMA!
Herri menduga kedatangan rombongan itu berkaitan dengan polemik tantangan duel yang sebelumnya ia sampaikan melalui media sosial.
Mengaku Ditendang hingga Mengalami Kekerasan
Menurut penuturan Herri, peristiwa tersebut berlangsung sekitar pukul 20.00 WIB. Sekitar 20 orang disebut mendatangi rumahnya menggunakan kendaraan yang diduga Toyota HiAce berpelat merah.
Herri mengaku awalnya keluar untuk menemui rombongan yang datang. Namun, situasi kemudian memanas setelah sejumlah orang disebut mendesaknya untuk melakukan duel.
Ia mengklaim mengalami kekerasan fisik, termasuk tendangan, pukulan, serta dengkulan di bagian ulu hati dan perut.
Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, terlihat seorang pria melayangkan tendangan hingga Herri terjatuh. Meski demikian, identitas orang yang melakukan tindakan tersebut masih perlu dipastikan melalui proses penyelidikan.
Mengutip laporan tvOneNews, Herri mengaku memilih menghubungi layanan darurat kepolisian 110 setelah situasi di kediamannya semakin tidak kondusif.
Polisi kemudian datang ke lokasi dan membawa Herri ke Polsek Gunung Putri untuk mendapatkan perlindungan.
Sekitar 20 Orang Dilaporkan ke Polres Bogor
Kuasa hukum Herri menjelaskan bahwa laporan yang semula direncanakan di Polsek Gunung Putri akhirnya dialihkan ke Polres Bogor.
Keputusan tersebut diambil karena jumlah orang yang diduga terlibat dalam peristiwa itu diperkirakan mencapai 20 orang.
Dalam keterangannya, pihak kuasa hukum juga menyebut sempat berupaya melakukan mediasi. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil setelah sejumlah orang meninggalkan lokasi.
Pihak Herri kemudian melanjutkan proses pelaporan ke Polres Bogor. Berdasarkan pemberitaan Inilah.com, proses tersebut berlangsung hingga Selasa pagi dan dilanjutkan dengan pemeriksaan visum.
Nama Petarung MMA dan Pimpinan DPRD Ikut Disebut
Kasus ini turut menyeret nama Yudi Cahyadi, petarung MMA yang sebelumnya menyatakan kesediaannya menerima tantangan duel dari Herri Pras.
Selain Yudi, nama Edwin Sanjaya yang disebut sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Bandung juga muncul dalam pernyataan Herri.
Melalui unggahan di media sosial, Herri menduga kedatangan rombongan tersebut berkaitan dengan pihak-pihak yang disebutnya. Namun, dugaan keterlibatan masing-masing orang masih harus dibuktikan melalui proses hukum.
Penting dicatat, penyebutan nama dalam laporan atau pernyataan pelapor tidak serta-merta membuktikan seseorang bersalah.
Berawal dari Polemik Tantangan Duel di Media Sosial
Perselisihan ini bermula dari pernyataan Herri Pras di media sosial yang menyinggung sejumlah tokoh agama, termasuk Ustaz Adi Hidayat dan Ustaz Abdul Somad.
Pernyataan tersebut kemudian memicu respons dari sejumlah pihak. Yudi Cahyadi disebut menyatakan kesediaannya menerima tantangan duel yang disampaikan Herri.
Persoalan yang awalnya berkembang di media sosial itu akhirnya berlanjut dengan kedatangan rombongan ke rumah Herri.
Kini, persoalan tersebut memasuki ranah hukum. Publik menunggu penjelasan kepolisian serta klarifikasi dari pihak-pihak yang namanya disebut dalam laporan.
Hingga berita ini disusun, belum ditemukan keterangan resmi dari Polres Bogor mengenai perkembangan penyelidikan maupun tanggapan dari Yudi Cahyadi dan Edwin Sanjaya.
kaje/red