BANGKOK, THAILAND — Thailand diguncang kasus yang menyeret seorang mantan kepala biara dari Wat Phutthaisawan, Ayutthaya, dan perempuan yang dikenal dengan nama Sika Ae. Polisi menyelidiki dugaan penggelapan dana kuil lebih dari 92 juta baht, disertai dugaan pencucian uang dan pengalihan aset kepada orang dekat.
Kasus tersebut mencuat setelah aparat melakukan penindakan pada 10 September 2026. Penyelidikan kemudian berkembang ke rumah Sika Ae, yang menurut laporan sejumlah media Thailand digeledah polisi dan ditemukan uang tunai, emas, jimat serta berbagai dokumen transaksi.
Dana Kuil Lebih dari 92 Juta Baht Jadi Sorotan
Mantan kepala biara Wat Phutthaisawan, yang dalam pemberitaan Thailand disebut Luang Por Atichot/Thid Choti, menjadi sasaran penyelidikan terkait dugaan penyalahgunaan dana kuil.
baca juga: Di Balik Layar USS Abraham Lincoln: Monster Nuklir AS yang Gegerkan Thailand
Menurut laporan Thairath dan Nation Thailand, nilai dana yang dipersoalkan mencapai lebih dari 92 juta baht atau secara kasar setara Rp45 miliar, tergantung nilai tukar.
Polisi menduga terdapat aliran dana dan aset kuil yang dialihkan kepada orang dekat, termasuk Sika Ae. Dugaan pencucian uang juga menjadi bagian dari perkara karena penyidik menelusuri bagaimana dana dan aset tersebut dipindahkan serta digunakan.
Perlu dicatat, angka tersebut merupakan nilai yang disebut dalam laporan penyelidikan dan bukan berarti seluruh jumlah tersebut telah diputus pengadilan sebagai kerugian akibat tindak pidana.
Rumah Sika Ae Digeledah, Polisi Temukan Emas dan Uang Tunai
Penggeledahan terhadap rumah Sika Ae di wilayah Pathum Thani menjadi salah satu bagian paling menyita perhatian.
MGR Online melaporkan polisi menyita antara lain emas sekitar 90 baht berat, uang tunai sekitar 3,59 juta baht, serta 35 jimat Buddha berbahan emas. Polisi juga menemukan sejumlah dokumen transaksi dan aset lainnya.
Nation TV juga melaporkan temuan emas sekitar 90 baht yang nilainya disebut mencapai lebih dari 6 juta baht, ditambah uang tunai sekitar 3,5 juta baht dan 35 jimat berbahan emas.
Temuan tersebut kemudian menjadi bagian dari penyelidikan mengenai asal-usul kekayaan dan kemungkinan hubungan aset tersebut dengan aliran dana yang sedang diperiksa aparat.
Sika Ae Disebut Berusia 47 Tahun
Dalam laporan Thairath, Sika Ae disebut bernama Punyavee Rungreung dan berusia 47 tahun.
Namanya menjadi sorotan karena polisi menduga adanya hubungan dekat dengan mantan kepala biara yang tengah diperiksa dalam perkara dana kuil.
Thairath juga memberitakan adanya penyelidikan terhadap perjalanan kekayaan Sika Ae, termasuk riwayat kebangkrutan dan peningkatan aset yang kemudian menjadi perhatian penyidik. Namun, riwayat tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh kekayaan yang dimilikinya berasal dari dana kuil.
Dari Kasus Dana Kuil hingga Dugaan Pencucian Uang
Penyidik tidak hanya menelusuri dugaan penggelapan dana. Aliran uang dan aset juga diperiksa untuk mengetahui apakah terdapat upaya menyamarkan sumber dana.
Thairath melaporkan dugaan pencucian uang berkaitan dengan pemindahan uang dan aset kuil kepada Sika Ae untuk menyamarkan asal-usulnya.
Karena itu, penyidik disebut masih menelusuri transaksi, rekening, dokumen kepemilikan, serta aset lain yang diduga berkaitan dengan perkara.
CCTV Ikut Menjadi Barang Bukti yang Disorot
Selain persoalan uang, kasus ini juga berkembang menjadi skandal moral setelah muncul laporan mengenai rekaman CCTV yang diduga memperlihatkan hubungan intim antara mantan kepala biara dan Sika Ae di lingkungan kuil.
Laporan media Thailand menyebut rekaman tersebut menjadi bagian dari rangkaian bukti yang diperiksa dalam kasus ini.
Namun, aspek hubungan pribadi tersebut perlu dipisahkan dari perkara keuangan. Dugaan hubungan pribadi bukan bukti dengan sendirinya bahwa seseorang melakukan penggelapan atau pencucian uang. Penentuan bersalah atau tidak tetap menjadi kewenangan proses hukum.
Kasus Mengguncang Kepercayaan Publik
Kasus ini mendapat perhatian besar di Thailand karena menyangkut seorang tokoh keagamaan dan pengelolaan dana sebuah kuil.
Sorotan publik semakin besar setelah aparat mengungkap dugaan aliran dana dalam jumlah besar serta menemukan berbagai aset saat melakukan penggeledahan.
Thairath bahkan menerbitkan laporan khusus mengenai perjalanan kekayaan Sika Ae, sementara sejumlah media Thailand menggunakan kasus tersebut untuk menyoroti persoalan pengawasan keuangan lembaga keagamaan.
Penyelidikan Belum Berakhir
Polisi Thailand masih melakukan pendalaman terhadap aliran dana, aset, serta pihak-pihak yang diduga terlibat.
Dengan nilai dana yang mencapai lebih dari 92 juta baht, penyidik memiliki pekerjaan besar untuk memastikan dari mana uang tersebut berasal, ke mana alirannya, siapa yang menerima manfaat, serta apakah seluruh aset yang disita mempunyai hubungan dengan perkara.
Kasus ini sekaligus membuka kembali perdebatan di Thailand mengenai pengawasan keuangan kuil dan transparansi pengelolaan dana keagamaan.
Hingga perkembangan terakhir yang dilaporkan media Thailand, proses hukum masih berjalan. Karena itu, seluruh tuduhan terhadap pihak-pihak yang diperiksa harus dipandang sebagai dugaan sampai terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
Sumber: Thairath, Nation Thailand, MGR Online, Nation TV, serta laporan media Thailand terkait penyelidikan kasus Wat Phutthaisawan.











