News

Erupsi Gunung Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Rute Palembang-Jakarta Ikut Terdampak

×

Erupsi Gunung Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Rute Palembang-Jakarta Ikut Terdampak

Sebarkan artikel ini
abu vulkanik anak krakatau
Ilustrasi : Sebuah pesawat komersial melayang di langit berawan pada siang hari / Pexels

PALEMBANG — Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mulai memberikan dampak luas terhadap transportasi udara. Sebaran abu vulkanik yang masuk ke jalur penerbangan membuat sejumlah penerbangan harus dibatalkan, termasuk penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang, Sumatera Selatan.

Hingga Minggu (6/9/2026) pagi, sedikitnya lima penerbangan yang menghubungkan Palembang dan Jakarta dibatalkan setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, ditutup sementara akibat adanya indikasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

baca juga: Suara Dentuman Misterius Hebohkan Bandung Raya, BMKG Ungkap Fakta Terbaru

Seperi dilansir Antara News, informasi tersebut disampaikan General Manager Bandara SMB II, Ahmad Syaugi. Ia mengatakan keputusan pembatalan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan penerbangan serta kondisi operasional di Bandara Soekarno-Hatta.

Lima Penerbangan SMB II Dibatalkan

Lima penerbangan yang terdampak terdiri atas tiga penerbangan dari Palembang menuju Jakarta dan dua penerbangan dari Jakarta menuju Palembang.

Untuk rute Palembang-Jakarta, penerbangan yang dibatalkan antara lain Indonesia AirAsia IU 921 dengan jadwal keberangkatan pukul 06.00 WIB, Pelita Air IP 311 pada pukul 08.45 WIB, serta Garuda Indonesia GA 107 yang dijadwalkan berangkat pukul 09.30 WIB.

Sementara dari arah Jakarta menuju Palembang, penerbangan yang terdampak adalah Pelita Air IP 310 dengan jadwal kedatangan pukul 08.00 WIB dan Garuda Indonesia GA 102 yang dijadwalkan tiba pukul 07.45 WIB.

Manajemen Bandara SMB II terus berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk menangani penumpang yang terkena dampak pembatalan maupun perubahan jadwal.

Calon penumpang juga diminta tidak hanya mengacu pada jadwal awal, tetapi memastikan kembali status penerbangan melalui maskapai sebelum berangkat menuju bandara.

Bandara Soekarno-Hatta Sempat Ditutup

Gangguan penerbangan di Palembang tidak terlepas dari kondisi di Bandara Soekarno-Hatta.

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyatakan Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara pada Minggu dini hari setelah pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi abu vulkanik di kawasan bandara.

Penutupan awal diberlakukan mulai pukul 01.30 hingga 05.30 WIB berdasarkan NOTAM. Namun, karena sebaran abu vulkanik masih terdeteksi, masa penutupan kemudian diperpanjang hingga pukul 09.30 WIB.

Kondisi tersebut kemudian memberikan efek berantai terhadap jadwal penerbangan di berbagai daerah karena Jakarta menjadi salah satu simpul utama penerbangan domestik dan internasional Indonesia.

baca juga: Misteri Dentuman Bandung Raya: BMKG Sebut Fenomena Skyquake, Penyebabnya Masih Jadi Teka-Teki

Abu Vulkanik Menyebar ke Sejumlah Wilayah

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperketat pemantauan terhadap perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau, khususnya dampaknya terhadap atmosfer dan penerbangan.

Berdasarkan analisis citra satelit pada Minggu pukul 08.00 WIB, BMKG mengidentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik yang melingkupi wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Bengkulu.

Pada ketinggian hingga 20.000 kaki, abu vulkanik bergerak menuju timur laut hingga selatan dan mencakup sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat serta perairan sekitarnya.

Sementara pada ketinggian hingga 50.000 kaki, abu bergerak ke arah barat daya hingga barat laut, mencakup Banten, Lampung, Bengkulu, bagian selatan Selat Sunda dan Samudra Hindia.

BMKG juga telah menerbitkan puluhan SIGMET, yakni peringatan meteorologi penting untuk keselamatan penerbangan, sebagai bagian dari upaya memberikan informasi kepada penerbangan mengenai kondisi atmosfer yang berbahaya.

Ratusan Penerbangan Jakarta Terdampak

Dampak erupsi tidak hanya dirasakan di Palembang.

Di Bandara Soekarno-Hatta, sebanyak 209 penerbangan terdampak akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Kondisi tersebut juga berimbas terhadap puluhan ribu penumpang yang menggunakan bandara tersebut.

Abu vulkanik menjadi ancaman serius bagi penerbangan karena partikel halusnya dapat mengganggu sistem mesin pesawat, mengurangi visibilitas dan berpotensi merusak komponen pesawat.

Karena itu, keputusan untuk menghentikan sementara penerbangan merupakan bagian dari prosedur keselamatan ketika terdapat potensi abu vulkanik di jalur penerbangan.

Penerbangan Makassar-Jakarta Juga Terganggu

Efek domino juga menjalar ke sejumlah bandara lain.

Di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, misalnya, data monitoring pada Minggu menunjukkan 21 penerbangan terdampak. Dari jumlah tersebut, 12 penerbangan dibatalkan sementara sembilan lainnya mengalami penundaan.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa dampak erupsi Gunung Anak Krakatau tidak hanya bersifat lokal di sekitar Selat Sunda, tetapi dapat memengaruhi jaringan penerbangan nasional melalui perubahan jalur, penutupan bandara dan terganggunya rotasi pesawat.

Aktivitas Erupsi Anak Krakatau Masih Dipantau

Gunung Anak Krakatau berada di kawasan Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Sumatera. Gunung api ini terbentuk setelah aktivitas vulkanik yang berkaitan dengan kompleks Krakatau dan menjadi salah satu gunung api yang terus dipantau pemerintah.

Rangkaian erupsi terbaru telah berlangsung sejak Jumat (4/9/2026). Data PVMBG yang dikutip ANTARA menunjukkan aktivitas erupsi tersebut disertai pancaran lava (lava fountain) dengan durasi gempa letusan yang mencapai 21.600 detik dan amplitudo maksimum 70 milimeter. Angka tersebut disebut sebagai intensitas tertinggi yang tercatat sepanjang 2026.

Pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas vulkanik, termasuk potensi dampaknya terhadap penerbangan, pelayaran dan masyarakat di wilayah sekitar Selat Sunda.

Keselamatan Penerbangan Menjadi Prioritas

Gangguan perjalanan udara akibat abu vulkanik memang dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi penumpang. Namun, keputusan pembatalan maupun penundaan penerbangan dilakukan dengan pertimbangan keselamatan.

Manajemen Bandara SMB II mengimbau calon penumpang untuk secara berkala memeriksa status penerbangan dan berkoordinasi dengan maskapai masing-masing.

Hal tersebut penting karena kondisi sebaran abu vulkanik dapat berubah mengikuti arah dan kecepatan angin. Jadwal penerbangan yang sebelumnya masih tercatat normal juga dapat berubah apabila kondisi atmosfer dinilai tidak aman.

Kementerian Perhubungan bersama pengelola bandara, maskapai, AirNav Indonesia dan BMKG terus melakukan koordinasi untuk menyesuaikan operasional penerbangan dengan perkembangan situasi.

Erupsi Anak Krakatau dan Dampaknya bagi Masyarakat

Erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi pengingat bahwa aktivitas gunung api dapat memberikan dampak lintas sektor.

Tidak hanya masyarakat di sekitar gunung api yang perlu meningkatkan kewaspadaan, tetapi juga pengguna transportasi udara, pelayaran, sektor pariwisata hingga masyarakat yang berada di wilayah yang dilalui sebaran abu vulkanik.

Dalam kondisi seperti ini, masyarakat diimbau mengandalkan informasi resmi dari pemerintah dan lembaga terkait serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Sementara bagi penumpang pesawat, langkah paling aman adalah memastikan informasi penerbangan langsung melalui maskapai atau pengelola bandara sebelum melakukan perjalanan.

Kesimpulan

Erupsi Gunung Anak Krakatau pada awal September 2026 telah mengganggu operasional penerbangan di sejumlah wilayah Indonesia. Di Bandara SMB II Palembang, sedikitnya lima penerbangan rute Palembang-Jakarta dan sebaliknya dibatalkan akibat dampak penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta.

BMKG masih memantau pergerakan abu vulkanik yang telah menyebar ke sejumlah wilayah, sementara Kementerian Perhubungan terus melakukan penyesuaian operasional demi menjaga keselamatan penerbangan.

Masyarakat, khususnya calon penumpang pesawat, diimbau terus memantau informasi resmi karena situasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan erupsi dan arah sebaran abu vulkanik.

kaje

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *