Berita

Polisi Memburu Anggota KKB Aske Mabel Tembak Dua Warga Sipil Tukang Senso

×

Polisi Memburu Anggota KKB Aske Mabel Tembak Dua Warga Sipil Tukang Senso

Sebarkan artikel ini
Polisi memburu KKB Akse Mabel
Kaops Damai Cartenz 2024 Brigjen Faizal Ramdhani di Jayapura, Papua, 10 Desember 2024. Dok. Humas ODC 2024

Dua warga sipil di Kabupaten Yalimo tewas dalam sebuah serangan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Aske Mabel, Rabu (8/1/2024).

Kepala Operasi Damai Cartenz-2025, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, mengonfirmasi bahwa kedua korban adalah warga sipil yang kesehariannya bekerja sebagai tukang senso kayu.

Aske Mabel diketahui eks anggota Polri dengan pangkat terakhir Brigadir Polisi Dua atau Bripda. Desertir itu diketahui bekerja untuk TPNPB-OPM yang dipimpin Jeffrey Pagawak Boamanak.

“Kedua korban ditembak oleh KKB Akse Mabel pada 8 Januari 2024 dan proses evakuasi jenazah mereka dilakukan pada Kamis, 9 Januari 2024,” kata Brigjen Faizal saat dikonfirmasi.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2025, Kombes Pol. Yusuf Sutejo juga membenarkan adanya informasi tersebut dan menambahkan bahwa jenazah korban telah berhasil dievakuasi oleh tim Satgas Damai Cartenz-2025 dan Polres Yalimo ke Puskesmas Elelim untuk proses medis lebih lanjut guna kepentingan penyelidikan.

“Evakuasi ini bertujuan untuk mendukung penyelidikan lebih lanjut terkait insiden ini,” ujar Kombes Yusuf.

Saat ini, Satgas Damai Cartenz-2025 bersama Polres Yalimo terus melakukan patroli untuk menjaga situasi tetap aman dan mencegah potensi ancaman dari KKB yang dapat membahayakan masyarakat.

Polisi Memburu Pelaku

Meresponi terhadap insiden penembakan dua warga sipil tersebut, aparat keamanan yang tergabung dalam Satuan Tugas Damai Cartenz meningkatkan patroli di Kabupaten Yalimo, Provinsi Papua Pegunungan.

Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz, Brigjen. Pol. Dr. Faizal Ramadhani mengatakan, patroli di Yalimo difokuskan di Kampung Hobkama, Distrik Elelim, Kabupaten Yalimo.

Selain memulihkan keamanan di daerah itu, Ia mengatakan operasi itu juga bertujuan untuk mengejar pelaku penembakan.

“Kami juga mengejar Aske Mabel yang diduga sebagai pelaku penembakan. Pengawasan di perbatasan Kabupaten Yalimo juga diperketat dengan pemeriksaan kendaraan keluar-masuk untuk mencegah potensi ancaman lainnya,” ujarnya, melalui keterangan tertulis, dilansir dari laman tempo, Minggu (12/1/25). (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *