News

KBRI : Dua WNI Jadi Korban Luka Tragedi Halloween Itaewon Telah Dirawat dan Dipulangkan

×

KBRI : Dua WNI Jadi Korban Luka Tragedi Halloween Itaewon Telah Dirawat dan Dipulangkan

Sebarkan artikel ini
Dua WNI Korban Halloween Itaewon
Proses evakuasi korban tragedi Halloween Itaewon

ParagrafnewsKedutaan Besar RI (KBRI) Seoul mengonfirmasi adanya dua warga negara Indonesia (WNI) yang jadi korban luka tragedi Halloween di Itaewon, Seoul.

Direktur Pelayanan dan Perlindungan WNI (PWNI) Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha mengatakan, dua korban itu berinisial AR dan CA. Keduanya sempat dilarikan ke rumah sakit.

“WNI berinisial AR telah dirawat Korea University Anam Hospital akibat kejadian Itaewon,” kata Judha dalam keterangan kepada wartawan, seperti dikutip antara, Minggu (30/10).

Namun, Judha memastikan AR saat ini sudah kembali pulang ke kediamannya. Korban hanya mengalami luka ringan.

Sementara WNI berinisial CA mengalami minor injury. Namun, dia juga sudah kembali pulang usai mendapat perawatan.

“Keduanya sudah keluar dari RS dalam keadaan baik,” kata dia.

KBRI Seoul meminta kepada WNI yang membutuhkan bantuan dan merasa kehilangan anggota keluarganya dalam tragedi Halloween di Itaewon dapat menghubungi hotline bantuan darurat. Bagi WNI yang membutuhkan informasi dan bantuan dapat menghubungi KBRI Seoul pada 010-5394-2546.

Sedikitnya, ada 19 WNA menjadi korban tewas dalam peristiwa itu. KBRI Seoul memastikan tak ada WNI yang menjadi korban jiwa dalam kejadian itu.

Menurut pemberitaan Reuters, pada Sabtu (29/10) sekitar pukul 22.00 waktu setempat telah terjadi peristiwa pada perayaan Halloween di Itaewon yang menimbulkan korban jiwa dan luka.

Berdasarkan pemberitaan di berbagai media nasional Korea, saat ini terdapat sekitar 151 korban jiwa dan 76 korban luka. Jumlah tersebut dikhawatirkan akan bertambah.

Menanggapi hal ini, Presiden Yoon Suk Yeol telah mengadakan rapat darurat dan memerintahkan aksi cepat tanggap kepada seluruh jajarannya untuk mengevakuasi para korban, mencegah terjadinya korban tambahan dan menjaga situasi di lokasi kejadian.

Gambar-gambar di media sosial memperlihatkan ratusan orang, yang memadati gang sempit dan miring itu, terjepit serta tidak bisa bergerak.

Sementara itu, para petugas penanganan darurat serta kepolisian berupaya untuk membebaskan mereka dari himpitan. Baca berita lainnya di Google News klik di sini >>

kaje/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *