PEGUNUNGAN BINTANG, PAPUA PEGUNUNGAN – Bukan operasi biasa. Di balik lebatnya hutan Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, aparat TNI menemukan ladang ganja yang tersembunyi jauh dari permukiman warga. Sebanyak 1.347 batang tanaman ganja ditemukan di kawasan sekitar Kampung Siminbuk, Distrik Serambakon, pada Selasa, 8 September 2026.
Penemuan ini bermula dari pantauan udara yang mengarah pada titik-titik mencurigakan di kawasan hutan. Setelah lokasi dipastikan, personel TNI bersama aparat kepolisian bergerak masuk ke medan yang sulit dijangkau untuk membongkar ladang tersebut.
Tanaman ganja yang ditemukan kemudian dicabut dan diamankan untuk dimusnahkan.
Terungkap dari Pantauan Udara
Pengungkapan ladang ganja tersebut dilakukan Satuan Tugas TNI di bawah kendali Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III.
Mengutip Antara News, Pangkogabwilhan III Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto mengatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh aparat, ribuan tanaman ganja itu diduga merupakan hasil budidaya kelompok yang dikaitkan dengan OPM Kodap XXV Bintang Timur pimpinan Ananias Ati Mimin.
TNI menduga tanaman tersebut sengaja ditanam di wilayah terpencil agar sulit terdeteksi aparat penegak hukum.
Namun, dugaan mengenai keterkaitan ladang tersebut dengan kelompok OPM merupakan pernyataan dari pihak TNI.
Belum terdapat keterangan independen dari pihak yang dituduhkan dalam laporan tersebut.
Pasukan Gabungan Masuk ke Hutan
Setelah titik lokasi diperoleh melalui pemantauan udara, sejumlah satuan TNI bergerak menuju kawasan tersebut.
Operasi melibatkan Satgas Yonif 735 SNS, Satgas Ketapang, Satgas Rajawali, Satgas Prayuda Mamta, Satgas Korpasgat, Satgas Kasuari serta Koramil 1715 Oksibil di bawah kendali Kogabwilhan III.
Personel kemudian berkoordinasi dengan Polres Pegunungan Bintang untuk mendatangi lokasi ladang.
Di tengah kawasan hutan, aparat menemukan tanaman ganja yang tumbuh di sejumlah titik.
Sebanyak 1.347 batang kemudian dicabut dan diamankan.
TNI Khawatir Ladang Ganja Lain Masih Tersembunyi
Temuan tersebut menjadi perhatian karena aparat menduga keberadaan ladang ganja di pedalaman Papua tidak hanya berada di satu lokasi.
Lucky mengatakan penemuan ribuan tanaman ganja tersebut diduga baru sebagian kecil dari persoalan yang lebih besar. Menurut dia, terdapat indikasi keberadaan ladang serupa di sejumlah kawasan pedalaman Papua.
Kondisi geografis berupa hutan luas dan wilayah pegunungan yang sulit dijangkau menjadi tantangan tersendiri bagi aparat dalam mendeteksi aktivitas budidaya tanaman narkotika.
Karena itu, TNI menyatakan akan terus melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah yang dicurigai menjadi lokasi penanaman ganja.
TNI Soroti Ancaman terhadap Generasi Muda
Lucky menilai persoalan tersebut bukan hanya berkaitan dengan keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga menyangkut masa depan generasi muda Papua.
Ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak menjadikan masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai korban penyalahgunaan narkotika.
“Jangan rusak generasi muda Papua, jangan rusak generasi muda Indonesia dengan bahaya narkoba,” ujar Lucky dalam keterangannya.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul temuan ladang ganja di kawasan hutan Pegunungan Bintang.
Operasi Pemberantasan Disebut Akan Berlanjut
TNI menegaskan pemberantasan tanaman narkotika di pedalaman Papua tidak berhenti pada penemuan ladang di Kampung Siminbuk.
Aparat menyatakan akan terus menyisir wilayah yang diduga menjadi lokasi penanaman ganja. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya pemberantasan narkotika sekaligus melindungi masyarakat dari dampak penyalahgunaan narkoba.
Bagi aparat, medan hutan dan pegunungan yang berat bukan alasan untuk menghentikan pencarian.
Penemuan 1.347 batang ganja di Pegunungan Bintang kini kembali membuka perhatian terhadap kemungkinan adanya jaringan budidaya tanaman narkotika yang beroperasi secara tersembunyi di pedalaman Papua.
Aparat pun masih menghadapi pekerjaan besar: menelusuri apakah masih ada ladang-ladang ganja lain yang tersembunyi di balik luasnya hutan Papua.
baca juga: Kebakaran Pasar di Papua Tengah Tewaskan 11 Orang, Enam Korban Anak-anak
kaje/red











