BONTANG – Setelah sekitar tiga bulan dilanda kemarau, hujan akhirnya mulai mengguyur sejumlah kawasan di Kota Bontang, Kalimantan Timur, pada Rabu, 9 September 2026 sekitar pukul 13.00 WITA.
Hujan dilaporkan turun di sejumlah kawasan, di antaranya Sidrap, Loktuan hingga Guntung. Sementara sebagian besar wilayah Bontang lainnya tampak berada dalam kondisi mendung dengan tutupan awan yang cukup tebal.
Turunnya hujan sontak disambut antusias masyarakat. Momen tersebut juga ramai dibagikan warga melalui media sosial, terutama Facebook, sebagai bentuk rasa syukur setelah menghadapi periode kemarau panjang.
Warga Sidrap: “Setelah 3 Bulan Kemarau OTW Hujan”
Kegembiraan warga tergambar dari unggahan dan komentar di media sosial. Nabila, warga Sidrap, menyampaikan rasa leganya saat hujan mulai turun di wilayahnya.
“Setelah 3 bulan kemarau OTW hujan,” ujar Nabila, warga Sidrap.
Pernyataan tersebut menjadi gambaran bagaimana hujan telah lama dinantikan warga setelah kondisi kering yang berlangsung cukup panjang.
Ungkapan serupa juga disampaikan warga Guntung melalui media sosial Facebook.
Icha Puspita Sari, warga Guntung, mengunggah sebuah video yang merekam momen ketika hujan mulai turun di kawasan tersebut.
Dalam unggahannya, Icha menuliskan:
“Alhamdulillah akhirnya Guntung hujan juga.”
Unggahan video tersebut menjadi salah satu gambaran suasana warga ketika hujan akhirnya turun setelah periode kemarau.
Terjadi Setelah Ribuan Warga Gelar Salat Istisqa
Momen turunnya hujan ini menjadi perhatian karena sebelumnya ribuan masyarakat menggelar salat istisqa sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah kondisi kekeringan yang melanda Bontang dan sejumlah wilayah di Kalimantan.
Salat istisqa merupakan salat sunnah yang dilakukan umat Islam ketika menghadapi kekeringan atau ketika hujan sangat dibutuhkan.
Karena itu, turunnya hujan setelah pelaksanaan salat istisqa menjadi momen yang disambut penuh rasa syukur oleh sebagian masyarakat.
Sidrap, Loktuan dan Guntung Diguyur Hujan
Berdasarkan laporan warga, hujan turun di Sidrap, Loktuan dan Guntung pada Rabu siang.
Di sejumlah kawasan lain, langit Bontang juga terlihat mendung. Kondisi tersebut memberikan harapan bahwa hujan berpotensi meluas ke wilayah lain.
Data prakiraan BMKG untuk kawasan perairan Kutai Kartanegara-Bontang pada Rabu, 9 September 2026, menunjukkan kondisi berawan tebal pada periode siang hari.
Namun, hujan yang turun di beberapa kawasan belum serta-merta menandakan bahwa persoalan kekeringan telah berakhir. Intensitas dan durasi hujan tetap menjadi faktor penting untuk membantu memulihkan ketersediaan air.
Hujan Jadi Kabar Baik Setelah Kemarau
Bagi warga yang telah lama menghadapi kondisi kering, hujan Rabu siang menjadi kabar yang sangat dinantikan.
Ungkapan warga seperti “Setelah 3 bulan kemarau OTW hujan” dan “Alhamdulillah akhirnya Guntung hujan juga” menunjukkan besarnya rasa lega masyarakat ketika hujan akhirnya kembali turun.
Kini warga berharap hujan tidak hanya berlangsung sesaat, tetapi dapat turun lebih merata di seluruh wilayah Bontang dan daerah lain yang masih mengalami dampak kekeringan.
kaje











