KALIMANTAN TIMUR – Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kalimantan Timur belum juga menunjukkan tanda-tanda berakhir. Kondisi ini kembali memicu perhatian pemerintah daerah, terutama terkait ketersediaan dan kuota bahan bakar minyak (BBM).
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyoroti adanya dugaan pengurangan kuota BBM yang dinilai berpengaruh terhadap panjangnya antrean masyarakat di lapangan.
baca juga: Alhamdulillah! Wilayah Bontang Diguyur Hujan Hari Ini, Sidrap, Loktuan hingga Guntung Ikut Basah
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengatakan, pemerintah daerah sebelumnya telah memberikan kuota BBM kepada Pertamina. Namun, dalam pelaksanaannya, kuota tersebut disebut mengalami pengurangan.
“Kalau kuota memang kita sudah memberikan kuota itu kepada Pertamina. Nah, kita juga mempertanyakan kenapa kuota ini kok dikurangi begitu ya,” ujar Seno Aji, mengutip Kompas, Rabu (9/9/2026).
Menurut Seno, persoalan tersebut perlu segera mendapatkan penyelesaian. Sebab, kebutuhan masyarakat terhadap BBM terus berjalan, sementara ketersediaan pasokan di sejumlah titik dinilai belum mampu mengimbangi kebutuhan.
Ia meminta Pertamina memenuhi kuota yang telah ditetapkan sehingga distribusi BBM kepada masyarakat dapat kembali berjalan normal.
“Kami ingin Pertamina supaya memenuhi kuota tersebut. Karena kalau tidak, maka antrean akan terus panjang,” tegasnya.
Antrean Jadi Persoalan di Lapangan
Panjang antrean kendaraan di SPBU bukan hanya menyulitkan masyarakat yang hendak mengisi BBM, tetapi juga berpotensi mengganggu arus lalu lintas apabila antrean memanjang hingga ke badan jalan.
Persoalan kuota BBM sebelumnya juga menjadi sorotan di sejumlah daerah di Kaltim. Di Balikpapan, misalnya, pemerintah kota sempat melakukan penyesuaian pola penyaluran BBM subsidi sebagai salah satu upaya mengurai antrean yang memicu kemacetan.
Dengan kondisi tersebut, Pemprov Kaltim kini mendorong agar persoalan kuota dan distribusi segera dituntaskan. Pemerintah berharap pasokan BBM dapat kembali sesuai kebutuhan sehingga masyarakat tidak harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar.
Sementara itu, Pertamina melalui platform resminya masih mencantumkan sejumlah SPBU yang beroperasi di berbagai wilayah Kalimantan Timur, termasuk Samarinda dan Balikpapan.
Pemprov Kaltim menilai pemenuhan kuota menjadi salah satu kunci agar antrean kendaraan di SPBU tidak terus berulang.
Jika pasokan kembali sesuai kebutuhan, antrean panjang yang selama ini dikeluhkan masyarakat diharapkan dapat segera berkurang.
kaje/rzk











