Wisata

10 Wisata Sejarah di Kalimantan Timur yang Wajib Dikunjungi

×

10 Wisata Sejarah di Kalimantan Timur yang Wajib Dikunjungi

Sebarkan artikel ini
Wisata Sejarah di Kalimantan Timur
freepik.com

Paragrafnews.co – Kalimantan Timur bukan hanya dikenal karena hutan tropis, sungai, pantai dan perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN). Di balik pertumbuhan wilayahnya, provinsi ini menyimpan jejak panjang kerajaan, kesultanan, perdagangan, migrasi, kebudayaan hingga kehidupan masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Bagi wisatawan yang ingin mengenal Kalimantan Timur lebih jauh, wisata sejarah di Kalimantan Timur menawarkan pengalaman yang berbeda. Perjalanan bukan sekadar mencari tempat untuk berfoto, tetapi juga mengenal cerita tentang Kerajaan Kutai, Kesultanan Kutai Kartanegara, Kesultanan Berau, Kesultanan Paser hingga kebudayaan masyarakat Dayak dan Bugis Wajo.

Sejumlah peninggalan sejarah tersebut masih dapat dikunjungi hingga sekarang. Bahkan sebagian di antaranya terus dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi dan budaya.

Berikut 10 wisata sejarah di Kalimantan Timur yang menarik untuk dimasukkan dalam daftar perjalanan.

1. Museum Mulawarman, Tenggarong

Jika berbicara mengenai sejarah Kalimantan Timur, Museum Mulawarman di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, hampir tidak mungkin dilewatkan.

Museum ini memiliki hubungan erat dengan sejarah Kesultanan Kutai Kartanegara. Bangunan yang kini menjadi Museum Mulawarman pada awalnya merupakan istana Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Pembangunannya digagas Sultan Aji Muhammad Parikesit pada 1936 dan selesai pada 1937. Setelah berakhirnya pemerintahan swapraja, bangunan tersebut kemudian dialihfungsikan menjadi museum.

Museum Kutai diresmikan pada 25 November 1971. Nama Museum Negeri Mulawarman Provinsi Kalimantan Timur kemudian digunakan setelah perubahan kelembagaan pada periode berikutnya.

Di dalam museum, pengunjung dapat melihat berbagai koleksi yang berkaitan dengan sejarah dan kebudayaan Kutai, mulai dari singgasana kerajaan, atribut kesultanan, benda seni dan budaya hingga koleksi arkeologi.

Museum ini juga menjadi salah satu tempat penting untuk memahami hubungan antara sejarah Kutai Martapura dan perkembangan Kesultanan Kutai Kartanegara.

Lokasi: Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara.

2. Kedaton Kutai Kartanegara

Masih di Tenggarong, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan ke Kedaton Kutai Kartanegara.

Kedaton merupakan salah satu simbol Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Bangunan ini menjadi bagian penting dari warisan sejarah kerajaan Kutai dan hingga kini masih dikenal sebagai salah satu ikon budaya Tenggarong.

Berbeda dengan museum yang lebih menonjolkan koleksi benda bersejarah, Kedaton memberikan gambaran mengenai keberadaan pusat kekuasaan Kesultanan Kutai Kartanegara.

Pengunjung dapat mengenal sejarah kesultanan sekaligus melihat berbagai unsur budaya dan benda yang berkaitan dengan kehidupan kerajaan.

Kedaton juga memiliki hubungan kuat dengan berbagai kegiatan budaya masyarakat Kutai.

Lokasi: Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara.

3. Lesong Batu dan Jejak Sejarah Muara Kaman

Bagi wisatawan yang ingin menelusuri sejarah Kutai lebih jauh, Muara Kaman menjadi salah satu kawasan yang menarik.

Wilayah ini dikenal memiliki berbagai tinggalan sejarah yang berkaitan dengan perjalanan awal Kerajaan Kutai. Salah satu yang sering disebut dalam potensi wisata sejarah kawasan tersebut adalah Lesong Batu.

Muara Kaman memiliki posisi penting dalam cerita sejarah Kutai. Kawasan ini membawa wisatawan lebih dekat kepada masa awal perkembangan kerajaan dan peradaban di wilayah yang kini menjadi Kalimantan Timur.

Berbeda dengan museum yang menyimpan koleksi dalam ruang pamer, kunjungan ke Muara Kaman memberikan pengalaman melihat lanskap kawasan yang berkaitan dengan sejarah Kutai.

Lokasi: Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara.

4. Kampung Tenun Samarinda

Wisata sejarah tidak selalu berupa keraton, istana atau museum.

Di Samarinda Seberang, sejarah dan budaya justru masih hidup melalui aktivitas para pengrajin di Kampung Tenun Samarinda.

Kawasan ini dikenal sebagai salah satu sentra pembuatan Sarung Samarinda. Tradisi menenun memiliki hubungan erat dengan masyarakat Bugis Wajo yang menetap di Samarinda Seberang.

Proses pembuatan kain secara tradisional menjadi bagian penting dari daya tarik kawasan ini. Wisatawan dapat melihat bagaimana kain dibuat dengan menggunakan alat tenun bukan mesin serta mengenal perjalanan tradisi tenun yang berkembang di tepian Sungai Mahakam.

Karena itu, Kampung Tenun bukan hanya tempat membeli oleh-oleh. Kawasan ini juga menjadi ruang untuk memahami sejarah migrasi, perdagangan dan perkembangan budaya masyarakat Samarinda.

Lokasi: Samarinda Seberang, Kota Samarinda.

5. Museum Batiwakkal atau Keraton Gunung Tabur

Beranjak ke Kabupaten Berau, wisatawan akan menemukan jejak Kesultanan Berau yang cukup kuat.

Salah satunya adalah Museum Batiwakkal di Gunung Tabur, yang berkaitan dengan sejarah Kesultanan Gunung Tabur.

Sejarah Kesultanan Berau kemudian berkembang menjadi dua kekuasaan utama, yaitu Kesultanan Gunung Tabur dan Kesultanan Sambaliung.

Museum Batiwakkal menjadi tempat untuk mengenal peninggalan sejarah Kesultanan Gunung Tabur sekaligus melihat berbagai benda yang berkaitan dengan perjalanan sejarah Berau.

Kawasan Gunung Tabur juga menarik karena berada di sekitar tepian Sungai Segah. Dengan demikian, wisatawan dapat menggabungkan wisata sejarah dengan pengalaman menikmati suasana sungai dan kehidupan masyarakat setempat.

Lokasi: Gunung Tabur, Kabupaten Berau.

6. Keraton Sambaliung

Masih di Kabupaten Berau, terdapat Keraton Sambaliung yang menjadi salah satu peninggalan penting sejarah Kesultanan Sambaliung.

Sejarah Sambaliung tidak dapat dipisahkan dari perjalanan Kesultanan Berau. Setelah terjadi perkembangan politik dan pembagian kekuasaan, muncul Kesultanan Sambaliung dan Kesultanan Gunung Tabur.

Keraton Sambaliung juga berkaitan dengan sejarah perjuangan masyarakat lokal menghadapi kekuatan kolonial.

Tokoh Raja Alam atau Sultan Alimuddin menjadi salah satu nama penting dalam sejarah Sambaliung.

Karena itu, mengunjungi Keraton Sambaliung bukan hanya melihat bangunan bersejarah. Wisatawan juga dapat memahami bagaimana kerajaan lokal menghadapi perubahan politik dan tekanan kolonial.

Lokasi: Sambaliung, Kabupaten Berau.

7. Museum Sadurengas, Paser

Jika perjalanan wisata sejarah dilanjutkan ke Kabupaten Paser, Museum Sadurengas menjadi salah satu destinasi yang layak masuk daftar.

Museum Sadurengas merupakan bekas kediaman Sultan Paser dan memiliki hubungan langsung dengan sejarah Kesultanan Paser.

Bangunan museum pada awalnya merupakan rumah tradisional Sultan Aji Tenggara yang memerintah pada abad ke-19. Bangunan tersebut kemudian digunakan oleh Sultan Ibrahim Khaliludin pada awal abad ke-20.

Arsitektur bangunan berbentuk rumah panggung tradisional memberikan gambaran mengenai kehidupan bangsawan Paser pada masa lalu.

Di dalam museum terdapat berbagai koleksi yang berkaitan dengan kehidupan Kesultanan Paser, termasuk benda rumah tangga, pakaian kerajaan, alat musik, keramik kuno dan berbagai artefak lainnya.

Museum Sadurengas juga memiliki nilai penting sebagai tempat edukasi mengenai sejarah dan kebudayaan masyarakat Paser.

Lokasi: Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

8. Desa Budaya Pampang

Untuk mengenal sejarah dan kebudayaan masyarakat Dayak di Kalimantan Timur, Desa Budaya Pampang di Samarinda bisa menjadi pilihan.

Pampang dikenal sebagai salah satu pusat pelestarian budaya Dayak Kenyah.

Wisatawan dapat mengenal rumah adat Lamin, pertunjukan seni tradisional, musik, tari serta berbagai kerajinan masyarakat Dayak.

Berbeda dengan destinasi sejarah kerajaan, Pampang memperlihatkan sejarah dari sisi kehidupan masyarakat dan tradisi.

Kebudayaan yang masih dipertahankan membuat kunjungan ke Pampang tidak hanya menjadi wisata budaya, tetapi juga kesempatan untuk melihat bagaimana identitas masyarakat Dayak terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Lokasi: Pampang, Kota Samarinda.

9. Museum Kayu Tuah Himba

Kalimantan Timur juga memiliki sejarah yang sangat erat dengan hutan dan sumber daya alam.

Salah satu tempat yang dapat memperkenalkan sisi tersebut adalah Museum Kayu Tuah Himba di Tenggarong.

Museum ini merupakan museum khusus yang berkaitan dengan sejarah kayu, hutan dan kekayaan sumber daya alam Kalimantan.

Museum Kayu Tuah Himba mulai dibangun pada 1994 dan dibuka untuk masyarakat pada 1996.

Di dalamnya terdapat berbagai koleksi jenis kayu khas Kalimantan, termasuk informasi mengenai karakteristik kayu dan pemanfaatannya.

Museum ini menarik karena memperlihatkan hubungan antara masyarakat Kalimantan Timur dengan hutan sekaligus pentingnya menjaga sumber daya alam.

Bagi wisatawan yang ingin menggabungkan wisata sejarah, edukasi dan lingkungan, Museum Kayu Tuah Himba bisa menjadi pilihan.

Lokasi: Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara.

10. Museum Kota Samarinda

Kota Samarinda juga memiliki ruang untuk mengenal perjalanan sejarah perkembangan kota.

Museum Kota Samarinda dapat menjadi salah satu tujuan wisata bagi pengunjung yang ingin memahami perjalanan Samarinda dari masa ke masa.

Sejarah kota ini tidak terlepas dari keberadaan Sungai Mahakam sebagai jalur transportasi dan perdagangan.

Perkembangan masyarakat, perdagangan, migrasi serta pertumbuhan Samarinda sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi menjadikan sejarah kota ini cukup menarik untuk ditelusuri.

Mengunjungi museum kota dapat menjadi pelengkap setelah wisatawan menjelajahi Kampung Tenun Samarinda dan kawasan tepian Mahakam.

Dengan begitu, perjalanan wisata sejarah di Samarinda tidak hanya berbicara mengenai benda peninggalan, tetapi juga tentang bagaimana sebuah kota berkembang dari waktu ke waktu.

Lokasi: Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Mengapa Wisata Sejarah di Kalimantan Timur Menarik?

Kalimantan Timur memiliki cerita sejarah yang sangat beragam.

Ada jejak Kerajaan Kutai dan Kesultanan Kutai Kartanegara di Tenggarong dan Muara Kaman. Ada sejarah Kesultanan Berau di Gunung Tabur dan Sambaliung. Ada pula sejarah Kesultanan Paser di Museum Sadurengas.

Di Samarinda, sejarah justru dapat ditemukan melalui tradisi masyarakat seperti tenun dan kebudayaan Dayak.

Keragaman tersebut menunjukkan bahwa sejarah Kalimantan Timur tidak hanya tersimpan di dalam museum.

Sebagian sejarah masih hidup melalui tradisi, bangunan, kerajinan, kesenian dan kehidupan masyarakat.

Wisata Sejarah Kaltim di Tengah Perkembangan IKN

Perkembangan Ibu Kota Nusantara membuat Kalimantan Timur semakin banyak mendapat perhatian.

Namun, perkembangan kawasan baru tersebut tidak berarti sejarah lama harus dilupakan.

Justru keberadaan museum, keraton, kampung budaya dan situs sejarah menjadi semakin penting untuk memperkenalkan identitas Kalimantan Timur kepada masyarakat dari berbagai daerah.

Wisata sejarah juga dapat menjadi cara untuk memahami Kaltim secara lebih utuh.

Di balik pembangunan kota dan infrastruktur baru, terdapat perjalanan panjang mengenai kerajaan, perdagangan, migrasi, kebudayaan, perjuangan dan kehidupan masyarakat yang sudah berlangsung selama berabad-abad.

Tips Berkunjung ke Tempat Bersejarah di Kalimantan Timur

Sebelum mengunjungi destinasi sejarah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Pertama, periksa informasi terbaru mengenai jam operasional dan akses menuju lokasi. Jadwal kunjungan dapat berubah sehingga wisatawan sebaiknya mengecek informasi dari pengelola sebelum berangkat.

Kedua, jangan hanya mengejar foto. Luangkan waktu membaca informasi mengenai koleksi, bertanya kepada pengelola atau menggunakan jasa pemandu jika tersedia.

Ketiga, hormati kawasan bersejarah. Jangan menyentuh benda koleksi yang dilarang, mencoret bangunan atau mengambil benda apa pun dari lokasi.

Keempat, dukung masyarakat lokal dengan membeli produk kerajinan, menggunakan jasa pemandu lokal atau menikmati produk UMKM di sekitar destinasi.

Wisata Sejarah Kalimantan Timur Bukan Sekadar Bernostalgia

Kalimantan Timur menyimpan sejarah yang jauh lebih luas daripada yang terlihat di permukaan.

Dari Museum Mulawarman hingga Keraton Sambaliung, dari Kampung Tenun Samarinda hingga Museum Sadurengas di Paser, setiap tempat memiliki cerita berbeda.

Ada cerita tentang kerajaan, kesultanan, perdagangan, migrasi, kebudayaan hingga perjuangan masyarakat menghadapi perubahan zaman.

Karena itu, wisata sejarah di Kalimantan Timur layak menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin mengenal Kaltim bukan hanya dari keindahan alamnya, tetapi juga dari perjalanan peradaban masyarakatnya.

Sepuluh destinasi tersebut dapat menjadi titik awal untuk menyusun perjalanan wisata sejarah di Kalimantan Timur.

Sebab, sebuah daerah tidak hanya menarik karena pemandangannya.

Sebuah daerah juga menjadi berharga karena memiliki cerita yang diwariskan dari masa lalu kepada generasi berikutnya.

Diterbitkan: 3 Maret 2023
Diperbarui: 8 Oktober 2026

Baca juga: 10 Fakta Menarik tentang Bali yang Jarang Diketahui, dari Tradisi hingga Budaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *