Paragraf News – Halloween, sebuah hari dimana seharusnya orang bersenang-senang menikmati malam dengan kostum terbaik mereka. Namun, hal yang sama tidak dirasakan oleh semua orang di Korea Selatan setelah terjadi tragedi Halloween di Itaewon.
Fakta Mengejutkan Tragedi Halloween Itaewon
Dilansir dari portal berita CNN, ada banyak fakta yang akhirnya terungkap dari insiden mencekam di malam Halloween di Itaewon. Apa saja faktanya? Berikut adalah daftar fakta yang terungkap dalam insiden Halloween Itaewon.
1. Kesaksian Park Seo Joon
Mengutip keterangan salah satu postingan di media sosial, sebagai aktor yang pernah melakukan shooting di daerah Itaewon pada malam Halloween, Seo Joon mengungkapkan bahwa kondisi jalan saat shooting kala itu juga sangatlah ramai.
Kesaksian ini membuat publik menyimpulkan bahwa keramaian saat malam Halloween di Itaewon merupakan hal yang sering terjadi. Lalu apakah yang membuat malam festival kali itu merenggut banyak korban?
2. Serangan Cardiac Arrest
Kerumunan padat yang tidak bergerak, membuat banyak pengunjung berjatuhan akibat Cardiac Arrest. Merupakan sebuah kondisi dimana penderitanya mengalami hilang kesadaran disertai berhentinya detak jantung.
Hal inilah yang menyebabkan pengunjung banyak melihat sekelompok orang melakukan CPR pada korban yang telah tergeletak di tepian jalan. Ini karena CPR adalah bentuk pertolongan pertama saat terjadi jantung yang berhenti bekerja.
3. Sebagian Besar Korban Adalah Remaja
Diketahui bahwa hampir sebagian besar pengunjung Festival Halloween malam itu berusia remaja. Dari bukti lapangan inilah terungkap mengapa sebagian besar dari 151 korban tewas pada tragedi Halloween Itaewon merupakan remaja berusia 20 tahunan.
Bukan hanya remaja, berita setempat juga mengatakan bahwa terdapat 2 orang dari pasukan militer Korea Selatan yang menjadi korban dari insiden mengerikan ini dan belum diketahui pasti siapa dua orang pasukan yang menjadi korban tersebut.
4. Korban Bukan Hanya Warga Lokal
Selain diminati oleh warga Korea Selatan, nyatanya festival ini telah menarik perhatian turis dari mancanegara. Dalam insiden mengerikan ini tercatat ada dua korban tewas yang merupakan orang asing.
Selain itu, ada juga 15 orang asing yang menjadi korban luka-luka pada kericuhan malam itu, yang mana diantaranya adalah dua orang warga negara Indonesia yang sedang ikut dalam festival Halloween di Itaewon.
5. Sulit Melakukan Identifikasi
Pihak berwenang setempat mengutarakan bahwa pada tragedi Halloween ini mereka sangat kesulitan dalam melakukan identifikasi korban. Hal ini menyebabkan pihak berwenang harus melibatkan keluarga korban.
Selain untuk mempermudah proses identifikasi, cara ini juga dinilai dapat dengan cepat memberikan kepastian pada keluarga yang merasa anggota keluarganya menjadi salah satu korban dari tragedi mengerikan ini.
6. Pemerintah Menurunkan Ribuan Bala Bantuan
Atas kejadian ini, petugas mengirimkan sekitar 1700 petugas. Dimana di dalamnya terdapat 1100 petugas kepolisian, 70 petugas pemerintah dan 517 petugas pemadam kebakaran.
Meski begitu, seorang saksi mengatakan bahwa menjelang tengah malam petugas yang diturunkan untuk mengamankan situasi di lapangan sudah kewalahan karena kondisi kerumunan yang semakin tidak bisa dikendalikan.
7. Kemungkinan Bertambahnya Korban Tewas
Sudah tercatat 151 korban tewas dari peristiwa ini. Meski begitu, petugas kesehatan setempat menyatakan bahwa ada kemungkinan korban tewas bertambah, dikarenakan saat ini ada banyak pasien kritis yang sedang dirawat di rumah sakit.
Penutup
Tragedi Halloween di Itaewon telah menjadi luka mendalam bagi dunia, khususnya Korea Selatan. Hal ini membuat Yoon Suk, selaku Presiden Korea Selatan menyatakan kondisi berkabung skala nasional.











