Rawon khas Jawa Timur ini tentunya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Sup daging dengan ciri khas berwarna hitam ini telah menjadi salah satu sup paling lezat se-Asia.
Selain itu, menurut sejarah, olahan ini sudah ada sejak zaman Jawa Kuno. Konon rawon ini sudah tercatat sejak ribuan tahun silam pada masa prasasti sejarah.
Makanan khas Nusantara yang satu ini sudah ada dari zaman nenek moyang. Tak hanya itu saja, ada beberapa fakta menarik mengenai makanan khas Jawa Timur ini. Untuk itu, supaya menambah wawasan kamu, mari mengenal sejarah Rawon lebih dalam lagi.

Mengenal Lebih Dalam Olahan Rawon Khas Jawa Timur
Rawon merupakan olahan yang terkenal dan menjadi ikon Jawa Timur. Makanan tersebut terjadi dalam bentuk sop dengan kuah yang berwarna hitam. Nah, kuahnya itu menjadi hitam, sebab ada campuran rempah-rempah khas yang bernama kluwek.
Kenikmatan hidangan rawon ini terletak pada aroma dan rasanya yang sangat kuat dan berempah. Jika melihat sejarahnya, konon, rawon ini sudah ada hampir ribuan tahun yang lalu. Hal tersebut dimulai dengan ditemukannya sebuah prasasti bernama Taji.
Di dalam prasasti tersebut menjelaskan bahwa rawon dulunya menjadi sebuah hidangan yang bernama rarrawan. Nah, dari rarrawan ini kemudian berubah menjadi rawon yang saat ini kita kenal.
Prasasti yang membawa asal mula rawon ini dulunya berada di daerah bukit kawasan Jawa Timur. Prasasti tersebut bahkan sudah ada sebelum kerajaan Kadiri atau Kediri yang ada di Jawa Timur.
Hingga sekarang ini, rawon khas Jawa Timur masih menjadi legendaris dan banyak disukai orang-orang. Di Surabaya, rawon menjadi makanan yang paling populer serta juga ada banyak rumah makan yang menjualnya.
Tak hanya masyarakat Jawa Timur saja yang menyukai hidangan ini, melainkan manca daerah hingga mancanegara pun turut mencobanya. Sehingga, tak heran jika hidangan ini menjadi sup yang paling lezat di Asia.
Ciri Khas Olahan Rawon
Seperti yang sudah dijelaskan, rawon ini menjadi hidangan yang menggunakan bahan dasar daging dan diolah seperti sup. Namun, yang lebih menariknya lagi, rawon ini mempunyai kuah berwarna hitam.
Hal tersebut dikarenakan ada rempah-rempah yang identik di dalamnya. Rempah identik tersebut dinamakan kluwak. Kluwak sendiri mempunyai cita rasa yang sangat unik dan kuat. Dari kluwak ini yang menimbulkan rasa rawon menjadi istimewa dan berbeda dengan sup-sup lainnya.
Namun, dalam penggunaan kluwak ini juga tidak boleh memakainya dengan sembarangan dan harus sesuai takaran ketika ingin mengolahnya. Sebab, hal tersebut dapat menyebabkan kontaminasi zat-zat yang berdampak negatif pada tubuh.
Selain itu, penggunaan jumlah kluwak ini juga bervariasi, karena perbedaan selera setiap orang. Ada beberapa orang yang menyukai rawon yang mempunyai tekstur sedikit encer, sehingga penggunaan kluwaknya sedikit.
Jika membahas tentang rasa dan aromanya, rawon khas Jawa Timur ini mempunyai cita rasa yang kuat. Daging sapi yang bercampur dengan kaldu berwarna hitam mempu menghasilkan cita rasa gurih dan manis.
Tak hanya kluwak saja yang mendominasi rasa dan aromanya, melainkan ada beberapa rempah-rempah lainnya. Diantaranya yaitu bawang merah, bawang putih, ketumbar, lengkuas, kunyit, jahe, hingga cabe jika diperlukan.
Dalam sajiannya, rawon ini biasa ditemani dengan telur asin, sambal khusus, bahkan nasi jika menginginkannya. Dengan hal tersebut, tentunya akan membuat kudapan ini semakin nikmat dan menggiurkan.
Cara Penyajian Rawon pada Setiap Daerah
Kuliner rawon hingga saat ini tentunya masih tetap selalu lestari. Nah, karena semakin banyak orang yang tertarik untuk mencicipinya, setiap daerah di Jawa Timur mempunyai jenis rawon yang berbeda-beda.
Hal tersebut menjadi salah satu inovasi yang dikembangkan setiap daerah. Mulai dari daerah Banyuwangi mempunyai cara menikmati rawon yang berbeda. Yakni, menggunakan dua jenis olahan pecel dan rawon secara bersamaan.
Penyajian rawon jenis ini menggunakan aneka sayur rebus, bumbu pecel, serta kuah rawon yang bercampur menjadi satu. Selain itu, ada rawon setan yang mempunyai cita rasa sangat pedas dengan daging besar dan empuk.
Bagi para pecinta olahan pedas, rawon adalah menu yang kerap mereka cari. Untuk jenis hidangan ini juga bisa kamu temui di sekitar Surabaya. Tak hanya itu saja, melainkan ada beberapa jenis rawon lainnya. Yakni seperti pucang, rawon nguling, rawon tessy, dan masih banyak lagi.
Walaupun mempunyai banyak jenis, namun olahan rawon ini masih mempunyai bahan dasar yang sama. Hanya saja, penyajian serta beberapa rasa yang ada pada rumah makan mempunyai ciri khas masing-masing.
Demikian pembahasan mengenai sejarah rawon khas Jawa Timur yang bisa kamu perhatikan. Nah, sekarang tentunya kamu sudah tahu bahwa olahan rawon ini sudah sangat melegenda dan sudah ada sejak masa nenek moyang. Dan sampai saat ini, olahan yang berbahan dasar daging dengan kuah hitam ini masih tetap lestari serta semakin populer.











