Rubrik

Sambut Hari Kesehatan Mulut Sedunia 2025, Pemerhati Tekankan Pentingnya Kesadaran Kesehatan Gigi dan Mulut

×

Sambut Hari Kesehatan Mulut Sedunia 2025, Pemerhati Tekankan Pentingnya Kesadaran Kesehatan Gigi dan Mulut

Sebarkan artikel ini

Menjaga kebersihan gigi dan mulut dapat mencegah masalah seperti gigi berlubang, plak, karang gigi, dan penyakit gusi

pentingnya kesehatan gigi dan mulut
Diskusi menyambut Hari Kesehatan Mulut Sedunia 2025. (Foto: Dokumentasi Sensodyne)

Kesadaran akan kesehatan gigi dan mulut sangat penting karena berpengaruh langsung terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan. Berikut beberapa alasan utama mengapa menjaga kesehatan gigi dan mulut sangat diperlukan:

1. Mencegah Penyakit Gigi dan Mulut

  • Menjaga kebersihan gigi dan mulut dapat mencegah masalah seperti gigi berlubang, plak, karang gigi, dan penyakit gusi (gingivitis dan periodontitis).

2. Mencegah Penyakit Sistemik

  • Infeksi pada gigi dan gusi dapat menyebar ke bagian tubuh lain dan meningkatkan risiko penyakit serius seperti diabetes, penyakit jantung, dan stroke.

3. Menjaga Nafas Tetap Segar

  • Kebersihan gigi dan mulut yang baik membantu mencegah bau mulut (halitosis), yang sering disebabkan oleh penumpukan bakteri di mulut.

4. Meningkatkan Rasa Percaya Diri

  • Gigi yang sehat dan bersih dapat membuat seseorang lebih percaya diri saat berbicara dan tersenyum.

5. Membantu Proses Pencernaan

  • Kesehatan gigi yang baik mendukung proses mengunyah makanan dengan benar, yang berperan penting dalam pencernaan dan penyerapan nutrisi.

Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

  • Menyikat gigi minimal dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride.
  • Menggunakan benang gigi untuk membersihkan sela-sela gigi.
  • Berkumur dengan obat kumur untuk membunuh bakteri.
  • Mengurangi konsumsi makanan manis dan asam yang dapat merusak gigi.
  • Rutin memeriksakan gigi ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.

Dengan menjaga kesehatan gigi dan mulut, kita tidak hanya meningkatkan kualitas hidup tetapi juga mencegah berbagai masalah kesehatan yang lebih serius.

Baca juga: 10+ Mamfaat Ikan Belida untuk Kesehatan

Oleh karenanya perusahaan kesehatan, Haleon terus berkomitmen meningkatkan kesadaran akan kesehatan gigi dan mulut masyarakat. Melalui merek produk kesehatan giginya, yaitu Sensodyne, menyoroti dampak gigi sensitif terhadap kehidupan sehari-hari dan kesehatan secara menyeluruh.

General Manager Haleon Indonesia, Dhanica Mae Dumo-Tiu memastikan, komitmen dan dedikasi Haleon dalam meningkatkan kesadaran kesehatan gigi masyarakat. “Haleon percaya bahwa kesehatan gigi yang baik akan membawa dampak positif bagi kesehatan secara menyeluruh,” kata Dhanica dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Jumat (22/3/2025).

Untuk itu, lanjut dia, gigi sensitif perlu ditangani dengan lebih serius. Hal itu karena ini bukan sekedar masalah gigi, melainkan juga berpengaruh pada kualitas hidup.

“Misi kami adalah untuk memastikan bahwa masyarakat Indonesia tidak hanya memahami pentingnya kesehatan gigi. Tetapi juga memiliki akses terhadap solusi yang tepat agar dapat menjalani hidup dengan nyaman dan percaya diri,” ujarnya.

Ia memastikan, Sensodyne memprioritaskan keinginan  konsumen untuk menghadirkan solusi dengan kualitas terbaik. Sehingga konsumen dapat mengelola kesehatan gigi dengan lebih baik.

“Dari penelitian ini, ditemukan bahwa 98 persen lengguna merasa permasalahan gigi sensitif mereka semakin membaik setelah menggunakan pasta gigi khusus gigi sensitif. Selain itu, 9 dari 10 konsumen juga percaya bahwa Sensodyne memberikan perlindungan gigi sensitif lebih baik,” katanya.

Studi terbaru pada awal tahun 2024 menunjukkan, 9 dari 10 penderita gigi sensitif mengalami penurunan kualitas hidup yang signifikan. Melalui 93 persen responden setuju bahwa kondisi gigi sensitif mengurangi kenyamanan saat makan dan minum.

Studi yang merupakan hasil kolaborasi Haleon dengan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) dan IQVIA ini menelaah dampak sensitivitas gigi pada masyarakat Indonesia. Sekaligus menilai efektivitas pasta gigi khusus gigi sensitif dalam  mendorong edukasi kesehatan gigi dan menyediakan solusi tepat.

Akademisi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, Dr. drg. Fatimah Maria Tadjoedin, mengatakan, gigi sensitif bukanlah hanya ketidaknyamanan sesaat. Namun juga kondisi yang memiliki pengaruh besar terhadap kualitas hidup.

“Banyak penderita yang tanpa sadar memilih untuk menghindari makanan tertentu, mengubah kebiasaan makan. Bahkan, menarik diri dari kegiatan sosial, daripada menangani akar masalahnya,” kata Fatimah.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya setiap orang menyadari bahwa gigi sensitif dapat dikelola dengan penanganan yang tepat. “Dengan menggunakan pasta gigi khusus, menjaga kebersihan gigi dan mulut serta berkonsultasi dengan dokter gigi dapat membawa perubahan besar bagi kesehatan gigi jangka panjang,” ujarnya.

Selain dampak fisik, studi ini juga menemukan bahwa gigi sensitif memiliki pengaruh psikologis yang mendalam. Termasuk pada kesehatan emosional dan kepercayaan diri dalam bersosialisasi.

Sebanyak 92 persen responden menggambarkan sensitivitas gigi sebagai hal yang mengganggu atau menyebalkan. Sementara 86 persen merasa cemas akan rasa sakit saat makan, membuat banyak dari mereka menghindari acara sosial dan hidup dalam ketidaknyamanan.

Temuan penelitian ini sejalan dengan tema Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia 2025 yaitu “A Happy Mouth is a Happy Mind,”. Tema ini menekankan pentingnya hubungan antara kesehatan gigi dan emosional.

Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia merupakan inisiatif global yang menyoroti bagaimana kesehatan gigi berdampak pada kesehatan secara keseluruhan. Bahkan, rasa percaya diri, dan kenyamanan  menjalani aktivitas sehari-hari. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *