PARAGRAFNEWS.CO — Gaya hidup sehat di Indonesia perlahan berubah dari sekadar tren menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Olahraga, pola makan, kualitas tidur, kesehatan mental hingga penggunaan teknologi kini semakin dipandang sebagai satu kesatuan dalam menjaga kualitas hidup.
Perubahan tersebut terlihat dari meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kesehatan jangka panjang. Survei Voice of the Consumer 2026 dari PwC Indonesia menunjukkan 59 persen konsumen Indonesia memprioritaskan hidup lebih panjang dan sehat sebagai tujuan utama kesehatan dan wellness.
Olahraga Tak Lagi Hanya Soal Kebugaran
Aktivitas fisik kini semakin beragam. Lari, gym, padel, tenis, bersepeda hingga berbagai kelas kebugaran tidak hanya dilakukan untuk menjaga tubuh tetap bugar.
Aktivitas tersebut juga menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat perkotaan. Komunitas olahraga, event lari dan kegiatan bersama membuat olahraga berkembang menjadi pengalaman yang menggabungkan kebugaran, pertemanan dan gaya hidup.
Data PwC mencatat 58 persen konsumen Indonesia rutin melakukan aktivitas kebugaran fisik. Angkanya bahkan mencapai 61 persen pada kelompok konsumen yang lebih muda.
Tren tersebut juga terlihat pada perkembangan kultur bersepeda. ANTARA mencatat aktivitas bersepeda kini tidak hanya digunakan sebagai sarana transportasi, tetapi berkembang menjadi olahraga, rekreasi, aktivitas sosial dan bagian dari identitas komunitas.
Teknologi Ikut Mengubah Cara Orang Menjaga Kesehatan
Perangkat teknologi juga semakin dekat dengan aktivitas wellness.
Jam tangan pintar, aplikasi kesehatan dan perangkat pemantau aktivitas membuat masyarakat dapat melihat berbagai data mengenai aktivitas fisik, tidur maupun kebiasaan sehari-hari.
Survei PwC Indonesia mencatat 86 persen konsumen telah menggunakan aplikasi kesehatan atau perangkat wearable. Pada kelompok konsumen yang lebih muda, tingkat penggunaannya mencapai 90 persen.
Namun, kemudahan teknologi juga perlu diimbangi dengan pemahaman yang tepat. Data dari perangkat digital dapat membantu seseorang memantau kebiasaan, tetapi tidak otomatis menggantikan pemeriksaan atau saran tenaga kesehatan profesional.
Pola Makan Ikut Berubah
Perhatian terhadap kesehatan juga memengaruhi pilihan makanan.
PwC mencatat 72 persen konsumen Indonesia secara rutin menyiapkan makanan di rumah. Sebanyak 73 persen responden juga berencana meningkatkan konsumsi produk segar seperti buah dan sayuran dalam 12 bulan mendatang.
Pada saat yang sama, masyarakat semakin memperhatikan nilai yang diperoleh dari pengeluaran untuk produk kesehatan. Sebanyak 77 persen konsumen mempertimbangkan kesesuaian manfaat dengan biaya, sementara 64 persen menjadikan harga sebagai faktor utama dalam keputusan pembelian.
Artinya, gaya hidup sehat tidak selalu berarti membeli produk premium atau mengikuti semua tren wellness yang muncul di media sosial.
Kebiasaan sederhana seperti memasak di rumah, memilih makanan yang lebih beragam, cukup bergerak dan menjaga pola tidur tetap menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat.
Wellness Mulai Dipandang sebagai Gaya Hidup Menyeluruh
Perkembangan wellness juga semakin luas. Konsep ini tidak lagi terbatas pada olahraga dan makanan sehat, tetapi mencakup pemulihan tubuh, kesehatan mental, perawatan diri hingga hubungan sosial.
Tren tersebut terlihat dalam berbagai kegiatan wellness di Indonesia. Program dan festival wellness mulai menggabungkan olahraga, nutrisi, kecantikan, tradisi kesehatan Nusantara dan gaya hidup berkelanjutan.
Perubahan ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai melihat kesehatan bukan sebagai sesuatu yang baru diperhatikan ketika sakit, melainkan sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.
Tantangannya Bukan Memulai, tetapi Konsisten
Meski kesadaran terhadap kesehatan meningkat, menerapkan gaya hidup sehat tetap memiliki tantangan.
PwC mencatat 73 persen konsumen Indonesia mengaku kesulitan mempertahankan motivasi, 67 persen menghadapi keterbatasan waktu dan 50 persen menghadapi keterbatasan pendapatan dalam menjalankan tujuan kesehatan mereka.
Karena itu, gaya hidup sehat tidak harus dimulai dengan perubahan besar.
Membangun rutinitas yang realistis—seperti lebih aktif bergerak, memperbaiki pola makan, mengatur waktu istirahat dan mengurangi kebiasaan yang kurang sehat—dapat menjadi langkah awal yang lebih mudah dipertahankan.
Pada akhirnya, tren wellness yang berkembang di Indonesia bukan hanya tentang olahraga yang sedang populer atau perangkat terbaru yang digunakan untuk memantau tubuh.
Lebih jauh, perubahan tersebut menunjukkan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kualitas hidup dan kesehatan jangka panjang.
Sumber: PwC Indonesia, ANTARA, dan berbagai laporan perkembangan tren wellness di Indonesia.