Di laporkan pejabat berwenang setempat korban tewas tragedi maut pesta Halloween Itaewon Korea Selatan bertambah menjadi 151 tewas, sebagian besar korban adalah wanita dan anak muda berusia 20-an.
Sedikitnya 151 orang, sebagian besar wanita dan anak muda berusia 20-an, tewas dalam kerusuhan di ibu kota Korea Selatan, Seoul, setelah kerumunan besar memadati jalan sempit selama perayaan Halloween.
82 lainnya terluka, 19 di antaranya serius, dalam kerumunan massa yang terjadi di distrik pusat hiburan malam Itaewon pada Sabtu malam.
Insiden itu terjadi sekitar pukul 10 malam waktu setempat (13:00 GMT) ketika ribuan orang memadati sebuah gang sempit di dekat Hotel Hamilton, mengutip kantor berita Yonhap.
“Jumlah korban yang tinggi adalah akibat dari banyak orang yang terinjak-injak selama acara Halloween,” kata petugas pemadam kebakaran Choi Seong-beom kepada wartawan di tempat kejadian pada Minggu pagi, menambahkan bahwa jumlah korban tewas bisa bertambah.
Banyak dari korban adalah wanita dan anak muda berusia 20-an, katanya.
Sembilan belas orang asing juga tewas, katanya. Mereka termasuk orang-orang dari Iran, Uzbekistan, Cina dan Norwegia.
Saksi mata menggambarkan situasi kacau beberapa saat sebelum penyerbuan, petugas polisi mengalami kesulitan mengendalikan kerumunan. Beberapa terjebak selama lebih dari satu jam sebelum ditarik dari himpitan orang di gang.
Moon Ju-young, 21, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa ada tanda-tanda masalah yang jelas di gang-gang sebelum insiden itu. “Paling tidak lebih dari 10 kali ramai dari biasanya,” katanya.
“Ada begitu banyak orang yang didorong dan saya terjebak di antara kerumunan dan awalnya saya tidak bisa keluar,” kata Jeon Ga-eul, 30 tahun kepada kantor berita AFP. “Saya merasa seperti kecelakaan pasti akan terjadi.”
Polisi mengkonfirmasi puluhan orang diberikan resusitasi jantung paru (RJP) di jalan-jalan, sementara yang lain dibawa ke rumah sakit terdekat.
‘Terinjak dan hancur’
Itu adalah acara Halloween pertama di Seoul dalam tiga tahun setelah negara itu mencabut pembatasan COVID-19 dan jarak sosial. Banyak pengunjung pesta mengenakan topeng dan kostum Halloween.
sumber: aljazeera











