Daerah

Banjir Aceh Tenggara Rendam 13 Desa, 203 Jiwa Terdampak dan Sejumlah Infrastruktur Rusak

×

Banjir Aceh Tenggara Rendam 13 Desa, 203 Jiwa Terdampak dan Sejumlah Infrastruktur Rusak

Sebarkan artikel ini

ACEH TENGGARA — Banjir kembali melanda Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu malam, 26 September 2026. Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan banjir merendam 13 desa yang tersebar di tujuh kecamatan.

Luapan Sungai Lawe Kisam dan Sungai Lawe Kinga menjadi pemicu utama setelah debit air meningkat signifikan akibat tingginya curah hujan. Data BPBA menyebut bencana tersebut berdampak terhadap 52 kepala keluarga atau 203 jiwa.

13 Desa di 7 Kecamatan Terdampak Banjir

Wilayah yang terdampak tersebar cukup luas.

Di Kecamatan Lawe Sumur, banjir merendam Desa Terutung Megara Lawe Pasaran dan Kisam Gabungan. Kemudian Desa Maha Singkil terdampak di Kecamatan Bukit Tusam.

baca juga: 575 Hotspot Terdeteksi hingga 24 September, Kalimantan Tengah Jadi Perhatian Utama Karhutla

Banjir juga melanda lima desa di Kecamatan Bambel, yakni Terutung Seperai, Pancar Iman, Kuta Seri, Bambel Gabungan dan Lembah Haji.

Sementara itu, Desa Kati Maju terdampak di Kecamatan Ketambe. Di Kecamatan Babussalam, banjir merendam Desa Mbarung dan Batu Mbulan I.

Dua wilayah lainnya berada di Kecamatan Darul Hasanah, yakni Desa Simpang Empat Tanjung, serta Kecamatan Lawe Bulan, yakni Desa Pulonas Baru.

Sungai Lawe Kisam dan Lawe Kinga Meluap

Kepala Pelaksana BPBA Bahron Bakti mengatakan tingginya curah hujan menyebabkan debit Sungai Lawe Kisam dan Lawe Kinga meningkat secara signifikan hingga air meluap ke permukiman.

Kondisi tersebut membuat air masuk ke sejumlah kawasan permukiman dan berdampak pada aktivitas masyarakat.

Berdasarkan laporan BPBA, banjir juga menyebabkan kerusakan pada lahan pertanian serta sejumlah infrastruktur.

Puluhan Hektare Lahan Pertanian Terdampak

Dampak banjir tidak hanya dirasakan warga di kawasan permukiman.

BPBA melaporkan sekitar 40 hektare lahan pertanian di Desa Terutung Megara Lawe Pasaran dan wilayah sekitarnya mengalami kerusakan. Selain itu, sekitar 10 hektare sawah di Desa Kisam Gabungan turut terdampak.

Dengan demikian, total lahan pertanian yang dilaporkan terdampak mencapai sekitar 50 hektare.

Jalan dan Jembatan Ikut Terdampak

Banjir juga mengganggu sejumlah akses transportasi. Laporan BPBA menyebut terdapat kerusakan pada infrastruktur jalan dan jembatan akibat bencana tersebut.

Di wilayah Desa Kati Maju, akses jalan Kutacane-Blangkejeren turut terdampak longsor. Kondisi ini berpotensi menghambat mobilitas masyarakat serta distribusi kebutuhan di wilayah terdampak.

Tidak Ada Korban Jiwa dan Pengungsi

Meski menyebabkan kerusakan lahan pertanian dan infrastruktur, laporan BPBA menyebut tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang mengungsi dalam kejadian tersebut.

Data sementara mencatat 52 kepala keluarga atau 203 jiwa terdampak banjir. Penanganan dilakukan oleh BPBD Aceh Tenggara bersama unsur terkait di lapangan.

Penanganan Banjir Terus Dilakukan

Pemerintah daerah melalui BPBD Aceh Tenggara melakukan penanganan terhadap wilayah terdampak, termasuk pengerahan tim reaksi cepat dan alat berat.

Penanganan mencakup pembersihan material yang mengganggu akses serta upaya penanganan terhadap aliran sungai dan infrastruktur yang terdampak.

Kondisi di lapangan masih dapat berubah seiring perkembangan cuaca dan debit sungai. Karena itu, masyarakat di wilayah rawan banjir perlu mengikuti informasi dan arahan dari pemerintah daerah serta petugas kebencanaan.

Banjir Kembali Terjadi di Aceh Tenggara

Banjir di Aceh Tenggara bukan pertama kali terjadi pada September 2026. Sebelumnya, sejumlah desa di wilayah tersebut juga terdampak banjir akibat hujan deras dan peningkatan debit beberapa sungai.

Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan pentingnya pemantauan kondisi sungai dan cuaca, khususnya ketika curah hujan meningkat.

Paragrafnews.co akan mengikuti perkembangan kondisi banjir Aceh Tenggara berdasarkan informasi dari BPBA, BPBD dan instansi terkait.

Sumber

  • Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA).
  • ANTARA News, laporan BPBA mengenai banjir di Aceh Tenggara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2024 - 2026 paragrafnews.co. All Rights Reserved.