NasionalNews

Ratusan Siswa dan Guru di Pati Diduga Keracunan Usai Santap MBG, 316 Orang Alami Mual dan Diare

×

Ratusan Siswa dan Guru di Pati Diduga Keracunan Usai Santap MBG, 316 Orang Alami Mual dan Diare

Sebarkan artikel ini

Ratusan siswa dan guru di dua sekolah Kecamatan Gembong, Pati, mengalami mual dan diare setelah menyantap menu MBG. Dinkes masih menyelidiki penyebab dan menunggu hasil laboratorium.

Pati keracunan MBG
Ilustrasi: Pelayanan medis / Pexels

PATI, JAWA TENGAH — Kabar mengejutkan datang dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Ratusan siswa dan guru dari dua sekolah di Kecamatan Gembong dilaporkan mengalami mual dan diare setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dinas Kesehatan Kabupaten Pati menerima laporan dugaan gangguan kesehatan tersebut pada Rabu, 9 September 2026, sekitar pukul 09.00 WIB. Hingga data sementara dihimpun, sedikitnya 316 orang, terdiri dari 273 siswa dan 43 guru, mengalami keluhan kesehatan.

Kasus tersebut terjadi setelah para siswa dan guru menyantap menu MBG yang dibagikan sehari sebelumnya, yakni Selasa, 8 September 2026.

Dua Sekolah Terdampak

Dua sekolah yang melaporkan adanya warga sekolah mengalami gangguan kesehatan berada di Kecamatan Gembong, yakni SMP Negeri 1 Gembong dan MTs Negeri 3 Pati.

Di SMP Negeri 1 Gembong, tercatat 103 siswa dan 13 guru mengalami keluhan berupa mual dan diare.

Sementara itu, di MTs Negeri 3 Pati, sebanyak 127 siswa dan 30 guru dilaporkan mengalami keluhan serupa.
Dengan demikian, total sementara mencapai 230 siswa dan 43 guru, berdasarkan rincian yang disampaikan Dinas Kesehatan Kabupaten Pati.

Namun, laporan media SuaraJawaTengah.id menyebut angka total siswa yang terdampak sebanyak 273 orang. Perbedaan angka tersebut masih berkaitan dengan proses sinkronisasi data dari sejumlah fasilitas kesehatan.

Dinkes Pati: Masih Dugaan

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo, menegaskan bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan bahwa makanan MBG merupakan penyebab gangguan kesehatan tersebut.

Menurutnya, laporan awal memang mengarah pada dugaan keracunan setelah konsumsi MBG, tetapi penyebab pastinya masih harus dibuktikan melalui penyelidikan epidemiologis dan pemeriksaan laboratorium.

“Ini masih dugaan,” ujar Luky mengutip media lokal, Rabu (9/9/2026).

Dinkes Pati masih melakukan penelusuran untuk mengetahui sumber gangguan kesehatan yang dialami para siswa dan guru.

Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya menjadi salah satu dasar penting untuk memastikan apakah makanan yang dikonsumsi dalam program MBG memang berkaitan dengan munculnya keluhan tersebut.

Para Siswa dan Guru Mendapat Penanganan

Siswa maupun guru yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan medis. Mereka dievakuasi dan diperiksa di sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Kabupaten Pati.

Dinkes juga masih melakukan sinkronisasi data dari sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Soewondo, Mitra, dan KSH. Karena proses pendataan masih berlangsung, jumlah warga sekolah yang mengalami keluhan berpotensi berubah.

Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah masih berhati-hati dalam menyampaikan kesimpulan terkait penyebab kejadian.

Bukan Kasus Pertama

Dugaan gangguan kesehatan setelah konsumsi MBG juga terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

Pada awal September 2026, misalnya, ratusan siswa dan tenaga pendidik di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, dilaporkan mengalami keluhan setelah mengonsumsi menu MBG. Dalam kasus tersebut, Dinkes Rembang mencatat 777 orang terdampak, terdiri dari 752 siswa dan 25 guru maupun tenaga kependidikan.

Sementara itu, Associated Press melaporkan hampir 1.950 orang di sejumlah wilayah Indonesia mengalami sakit dalam beberapa kejadian yang diduga berkaitan dengan program MBG pada 1–3 September 2026. Keluhan yang muncul antara lain diare, mual, dan muntah.

Rangkaian kejadian tersebut kembali menyoroti pentingnya pengawasan keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG, terutama mulai dari proses pengolahan, penyimpanan, distribusi hingga makanan dikonsumsi oleh penerima manfaat.

Penyebab Masih Menunggu Hasil Pemeriksaan

Untuk kasus di Pati, masyarakat masih diminta menunggu hasil penyelidikan resmi dari Dinas Kesehatan.

Sebab, meskipun keluhan muncul setelah siswa dan guru mengonsumsi makanan MBG, belum ada hasil pemeriksaan yang menyatakan bahwa makanan tersebut terbukti menjadi sumber keracunan. baca juga: Netizen Desak Presiden Prabowo Stop MBG Sehari untuk Borong Pesawat Pemadam Karhutla Canadair CL-415

Sumber: SuaraJawaTengah.id/Suara.com, keterangan Dinas Kesehatan Kabupaten Pati; Associated Press untuk konteks kasus MBG nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *