Nilai realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) Kota Bontang pada Triwulan III tahun 2022 hanya diangka US$ 2,3 ribu atau Rp 32,8 juta.
Baca juga: Realisasi Investasi PMDM Bontang Mencapai Rp 292 Miliar pada Triwulan III Tahun 2022
Di katakan Kepala DPMPTSP Bontang, Asdar Ibrahim, nilai realisasi PMA tahun 2022 ini berada diposisi terendah dari sepuluh Kota/Kabupaten se-Kalimantan Timur.
“Bontang hanya diangka US$ 2,300 ribu atau sebesar Rp 32,8 juta yang terdapat dari 6 proyek,” ungkap Asdar dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (19/11/2022).
Mengutip DPMPTSP Provinsi Kalimantan Timur, realisasi investasi PMA pada Triwulan III tahun 2022 mencapai US$ 307,32 Juta atau sebesar Rp 4,48 Triliun, dengan sebaran yang berada di 10 kabupaten/kota.
Kabupaten Kutai Timur memberikan kontribusi paling siginifikan dengan nilai US$. 155,35 Juta atau sebesar Rp 2,26 Triliun (50,55% dari total realisasi PMA), terdiri atas 38 proyek PMA.
Kabupaten Paser menjadi kontributor kedua yaitu mencapai US$ 37,70 Juta atau sebesar Rp. 550,52 Miliar (12,27%). Sedangkan Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan kontributor ketiga yaitu sebesar US$. 37,05 Juta atau sebesar Rp. 540,96 Miliar (12,06%).
Dari sisi penyerapan tenaga kerja Indonesia paling besar terdapat di Kabupaten Kutai Kartanegara yaitu sebanyak 1.163 orang, disusul Kota Samarinda sebanyak 715 orang, dan Kabupaten Penajam Paser Utara sebanyak 577 orang.
Total penyerapan tenaga kerja asing dari seluruh Kabupaten/Kota sebanyak 120 orang. Total penyerapan tenaga kerja Indonesia dan Asing selama periode Triwulan III
sebanyak 3.189 orang.
Sementara itu, jika dilihat berdasarkan sektor usaha maka realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang dapat dicapai sampai dengan Triwulan III tahun 2022 menunjukkan subsektor Industri Kimia Dasar, Barang Kimia dan Farmasi mengalami penambahan investasi terbesar yaitu mencapai Rp 5,00 Triliun dan memberikan kontribusi terhadap realisasi investasi seluruh sektor usaha yaitu sebesar 51,39%.
Pertambangan sebagai kontributor kedua mencapai Rp. 3,07 Triliun atau 31,52%. Tanaman Pangan, Perkebunan dan Peternakan kontributor ketiga mencapai Rp. 459,53 Miliar atau 4,72%.
Secara keseluruhan terdapat sekitar 21 subsektor usaha yang berkontribusi terhadap nilai investasi
PMDN pada Triwulan III tahun 2022.
Dari sisi penyerapan tenaga kerja, terdistribusi pada subsektor Tanaman Pangan, Perkebunan dan Peternakan yang menyerap tenaga kerja Indonesia paling banyak yaitu 3.817 orang atau 33,83% dari total jumlah tenaga kerja Indonesia yang terserap melalui tambahan investasi PMDN.
Selanjutnya subsektor Pertambangan menyerap tenaga kerja Indonesia sebanyak 2.931 orang atau 33,83% dari total seluruh tenaga kerja Indonesia yang terserap. Subsektor Perdagangan & Reparasi menyerap tenaga kerja Indonesia sebanyak 469 orang atau 5,41%.
kaje/rdn/red











