Peristiwa

TPNPB Klaim Dua Super Tucano Serang Markas di Nduga, Enam Anggota Disebut Terluka

×

TPNPB Klaim Dua Super Tucano Serang Markas di Nduga, Enam Anggota Disebut Terluka

Sebarkan artikel ini
serangan udara nduga
Ilustrasi pesawat Super Tucano TNI AU / Gemini AI

Paragrafnews.co | Papua Pegunungan — Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim dua pesawat yang disebut sebagai Super Tucano melakukan serangan udara terhadap salah satu markas mereka di wilayah Kodap III Ndugama Derakma, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.

Dalam klaim yang disampaikan Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom, serangan disebut berlangsung pada Jumat, 18 September 2026 sekitar pukul 04.30 WIT. Enam anggota TPNPB diklaim mengalami luka-luka akibat ledakan bom dan tembakan.

Informasi tersebut disampaikan melalui siaran pers yang dikutip sejumlah media Papua pada 23–24 September 2026.

TPNPB Klaim Dua Pesawat Bergerak dari Timika

Menurut keterangan Sebby Sambom yang diberitakan Koran Papua, dua pesawat yang disebut sebagai Super Tucano diklaim bergerak dari Timika menuju Nduga sekitar pukul 02.00 WIT.

Sekitar pukul 04.30 WIT, pesawat tersebut disebut melakukan serangan menggunakan bom dan tembakan terhadap wilayah yang diklaim sebagai markas TPNPB.

TPNPB menyebut serangan tersebut menyebabkan enam anggotanya mengalami luka-luka. Salah satu markas juga diklaim mengalami kerusakan akibat ledakan.

Koran Papua mencatat bahwa informasi mengenai waktu keberangkatan, jenis pesawat, lokasi serangan, kerusakan, serta jumlah korban tersebut masih bersumber dari keterangan internal TPNPB dan belum mendapatkan konfirmasi independen.

Fajar Papua: Markas Disebut Hancur

Laporan Fajar Papua pada Kamis, 24 September 2026, juga memuat klaim Sebby Sambom mengenai serangan tersebut.

Dalam laporan itu disebutkan enam anggota TPNPB mengalami luka-luka akibat ledakan bom dan tembakan. Markas TPNPB yang menjadi sasaran juga diklaim mengalami kerusakan berat atau hancur akibat ledakan.

Fajar Papua menyebut klaim tersebut disampaikan Sebby melalui siaran pers pada Rabu, 23 September 2026.

Sementara itu, Suara Papua memberitakan bahwa informasi serangan berasal dari laporan lapangan yang disampaikan manajemen markas pusat Komnas TPNPB. Media tersebut menyebut TPNPB mengklaim dua pesawat digunakan dalam serangan dan enam anggota Kodap III Ndugama Derakma mengalami luka-luka.

Belum Ada Konfirmasi Independen

Hingga artikel ini diterbitkan, belum terdapat konfirmasi independen yang memastikan bahwa dua pesawat Super Tucano melakukan serangan udara di lokasi tersebut pada 18 September 2026.

Begitu pula dengan klaim mengenai enam anggota TPNPB yang terluka dan kondisi markas yang disebut hancur.

Koran Papua secara khusus mencatat belum adanya konfirmasi independen mengenai lokasi pasti serangan, tingkat kerusakan, maupun jumlah korban.

Karena itu, Paragrafnews.co menempatkan informasi tersebut sebagai klaim TPNPB, bukan sebagai fakta yang telah terverifikasi.

TNI Konfirmasi Kontak Senjata di Nduga

Terpisah, TNI memang mengonfirmasi adanya kontak senjata dengan TPNPB-OPM Kodap III Ndugama Derakma di Nduga pada Senin, 21 September 2026.

Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan kontak senjata terjadi ketika personel Koops Habema bergerak lebih jauh ke kawasan hutan untuk mencari dan menangkap anggota kelompok yang dikaitkan dengan pimpinan Egianus Kogoya.

Menurut Lucky, kelompok bersenjata tersebut melepaskan tembakan ke arah pasukan TNI. Pasukan kemudian merespons dan berhasil memukul mundur kelompok tersebut menjauh dari permukiman serta pusat aktivitas sosial ekonomi masyarakat.

TNI menyatakan personelnya dalam kondisi selamat dalam kontak senjata tersebut.

Dua Peristiwa dengan Keterangan Berbeda

Keterangan mengenai serangan udara 18 September dan kontak senjata 21 September perlu dibedakan.

Serangan udara pada 18 September merupakan klaim TPNPB yang belum mendapatkan verifikasi independen.

Sementara kontak senjata pada 21 September merupakan peristiwa yang dikonfirmasi TNI melalui Panglima Kogabwilhan III dan diberitakan ANTARA.

Belum ada informasi resmi yang menghubungkan secara langsung kedua peristiwa tersebut sebagai satu rangkaian operasi yang sama.

Situasi Keamanan Nduga Masih Berlangsung

Rangkaian laporan tersebut menunjukkan bahwa situasi keamanan di wilayah Nduga masih menjadi perhatian.

Di satu sisi, TPNPB menyampaikan klaim mengenai serangan udara dan korban dari pihak mereka. Di sisi lain, TNI mengonfirmasi operasi pencarian terhadap kelompok bersenjata serta kontak senjata yang terjadi beberapa hari kemudian.

Perbedaan keterangan tersebut membuat informasi mengenai serangan udara pada 18 September masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak TNI, pemerintah daerah, maupun sumber independen di lapangan.

Paragrafnews.co akan memperbarui laporan ini apabila terdapat keterangan resmi atau informasi terverifikasi mengenai serangan udara, jenis pesawat yang digunakan, kondisi lokasi, maupun jumlah korban.

kaje/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *