Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang kembali mendorong pemerintah agar meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui deposito anggaran ke bank.
Baca juga: Andi Faiz Dukung Dua Raperda Inisiatif Pemkot Bontang
Menurut Anggota Komisi II DPRD Bontang Nursalam mengatakan peluang deposito anggaran dengan menanamkan modal ke bank sangat potensial menambah pundi-pundi PAD.
“Coba Pemkot Bontang deposito sejak awal tahun, di Agustus ini bisa dapat Rp 7 miliar. Pemerintah harusnya jeli melihat peluang itu ketimbang uang nganggur dibiarkan mengendap. Kan aturan juga memperbolehkan,” ujarnya saat rapat paripurna penandatanganan Nota Perubahan KUA-PPAS 2023 di Pendopo, Jumat (18/8/2023).
Apalagi menurut Salam, saat ini PAD Bontang khususnya dari sektor pajak dan retribusi sedang menurun. Maka upaya yang bisa ditempuh untuk meningkatkan PAD adalah dengan memanfaatkan kas daerah dalam bentuk deposito.
“Usulan itu juga lebih ekonomis, ketimbang berharap dari dana bagi hasil dividen Pemkot Bontang yang hanya berkisar Rp 2,3 miliar per tahun. Kalau memang tak mau di bank lain. Kan bisa didepositokan ke Bank BPDa Kaltimtara,” timpalnya.
Menanggapi hal itu, disetujui Wali Kota Bontang Basri Rase mengaku masih akan menimbang rencana memanfaatkan deposito ke bank. Pasalnya kabupaten dan kota di Kaltim belum ada yang melaksanakan usulan itu.
“Nanti akan kami bahas soal usulan deposito ini, karena semua daerah di Kaltim juga masih wacana saja,” ungkap Basri.
(adv/red)











