BONTANG, PARAGRAFNEWS.CO — Nama Mak Erot telah lama dikenal masyarakat Indonesia, terutama karena cerita mengenai pengobatan tradisional yang dikaitkan dengan upaya memperbesar atau memperpanjang alat vital pria.
Mak Erot sendiri telah meninggal dunia. Namun, nama dan tradisi pengobatan yang mengatasnamakan dirinya masih terus muncul di sejumlah daerah, termasuk di Kota Bontang, Kalimantan Timur.
Salah satunya berada di kawasan Jalan Tomat, Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara. Praktik tersebut disebut telah berjalan selama sekitar 12 tahun dan ditangani oleh seorang pria yang mengaku masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Mak Erot.
Pria tersebut adalah Ustad Reza Maulana (35), atau yang akrab disapa Kang Reza.
12 Tahun Buka Praktik di Bontang
Kang Reza mengatakan dirinya telah membuka praktik pengobatan tradisional tersebut di Bontang selama kurang lebih 12 tahun.
“Hingga kini saya buka praktik di Bontang sudah 12 tahun,” ujar Kang Reza.
Ia bahkan menunjukkan buku tamu yang menurutnya berisi catatan pasien yang pernah datang untuk menjalani pengobatan.
Menurut pengakuannya, jumlah pasien yang datang sudah mencapai ratusan orang. Mereka disebut berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan.
“Ya mungkin sudah ratusanlah yang sudah berobat ke sini. Pasien pun dari berbagai profesi. Ada karyawan, pengusaha hingga pejabat pernah datang ke sini,” ungkapnya.
Meski demikian, identitas pasien tidak diungkapkan.
Kombinasi Doa dan Ramuan Tradisional
Kang Reza menjelaskan bahwa metode yang digunakannya merupakan kombinasi antara doa dan ramuan yang menurutnya diwariskan dalam tradisi pengobatan tersebut.
Ia juga menyampaikan klaim mengenai perubahan ukuran alat vital setelah menjalani proses pengobatan.
“Dari 12 sentimeter jadi 18 sentimeter, itu normal. Kalau bagus jadi 20 sentimeter. Sekali sudah langsung jadi,” jelasnya.
Klaim tersebut merupakan bagian dari penjelasan praktisi dan bukan hasil pengukuran medis atau bukti klinis yang diverifikasi secara independen.
Karena itu, informasi mengenai perubahan ukuran tersebut perlu dipahami sebagai klaim dalam praktik pengobatan tradisional, bukan sebagai kepastian medis.
Ada Pantangan Setelah Pengobatan
Menurut Kang Reza, pasien yang menjalani proses tersebut memiliki sejumlah pantangan.
Ia mengatakan pasien diminta melakukan puasa selama tiga hari dan tidak diperbolehkan melakukan hubungan seksual selama masa tersebut.
Selain itu, terdapat sejumlah makanan yang disebut harus dihindari, di antaranya terong panjang mentah, pisang mas mentah dan sirih.
Pantangan tersebut merupakan bagian dari aturan yang diterapkan dalam praktik pengobatan tradisional yang dijalankannya.
Pasien Bisa Memilih Ukuran
Kang Reza juga mengatakan pasien dapat menyampaikan ukuran yang diinginkan. Menurutnya, tersedia sejumlah replika sebagai gambaran ukuran.
Ukuran 17 dan 18 sentimeter disebut menjadi pilihan yang cukup banyak diminati. Ia juga menyebut adanya pasien yang meminta ukuran lebih besar.
Untuk aspek lingkar atau diameter, ia menyebut kisaran sekitar 3,5 hingga 4,5 sentimeter.
Namun, kembali perlu dicatat bahwa angka-angka tersebut merupakan keterangan dari praktisi, bukan hasil pemeriksaan atau pengukuran medis yang telah diverifikasi.
Masih Dicari Meski Banyak yang Ragu
Praktik pengobatan tradisional tersebut disebut masih memiliki pasien hingga sekarang.
Kang Reza mengakui jumlah pasien tidak selalu ramai. Ada masa tertentu ketika praktiknya sepi, tetapi menurutnya masih ada orang yang datang.
“Ya meskipun ada sepinya, hingga kini masih ada pasien yang berobat ke sini,” katanya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pengobatan tradisional yang berkaitan dengan ukuran alat vital masih memiliki pasar tersendiri di tengah masyarakat.
Di sisi lain, persoalan ukuran alat vital juga kerap menjadi sumber kekhawatiran bagi sebagian pria, meskipun persepsi mengenai ukuran ideal tidak selalu sejalan dengan kondisi medis sebenarnya.
Lokasi Praktik Pengobatan Tradisional di Bontang
Berdasarkan informasi yang tercantum dalam artikel lama ini, praktik pengobatan tradisional yang mengatasnamakan Mak Erot tersebut beralamat di:
Jalan Tomat No. 15, RT 43, Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur.
Informasi kontak yang tercantum dalam artikel lama: 0821-5522-2101.