DPRD Bontang

Pabrik Soda Ash Akan Beroperasi 2026 , Rustam Ingatkan Pemkot Soal Penyerapan Tenaga Lokal

×

Pabrik Soda Ash Akan Beroperasi 2026 , Rustam Ingatkan Pemkot Soal Penyerapan Tenaga Lokal

Sebarkan artikel ini
Pabrik Soda Ash di Bontang
Ketua Komisi II DPRD Bontang Rustam

Pembangunan Pabrik Soda Ash yang dibangun PT Pupuk Kalimantan Timur, di Kota Bontang bakal mulai beroperasi secara komersial pada triwulan IV di tahun 2026 mendatang.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi II DPRD Bontang Rustam mengatakan, hadirnya Pabrik Soda Ash ini tentu berdampak positif dalam mengurangi angka pengangguran di Kota Bontang, Kalimantan Timur.

Baca juga: Dewan Kecewa Pejabat Pemkot Bontang Kerap Mangkir Rapat, Disebut Tak Serius Atasi Banjir

Dirinya pun mengingatkan agar penyerapan tenaga kerja mengutamakan warga lokal Bontang. Ini sesuai Peraturan Daerah (Perda) Kota Bontang Nomor 10/2018 tentang Rekrutmen dan Penempatan Tenaga Kerja.

Didalamnya mengatur pemberdayaan masyarakat atau tenaga lokal Bontang di setiap perusahaan sebanyak 75 persen dan 25 persen dari pekerja luar Bontang. Dan sudah diimplementasikan sejak tahun 2018 lalu.

“Tentu ini harus selalu kita ingatkan jangan sampai kita mati di lumbung padi kita sendiri. Karena banyak Anak-anak Bontang yang sudah selesai sekolah di luar daerah, tetapi ketika kembali ke Bontang malah jadi pengangguran,” ujarnya, Senin (12/6/2023).

Baca juga: DPRD Bontang Minta Pembangunan RKB SD 012 Tanjung Laut Indah Ditunda, Sebelum Pelebaran Jalan

Selain itu, Rustam meminta agar nantinya pihak perusahaan lebih mengedepankan pemberdayaan masyarakat di wilayah Bufferzone. Karena mereka dinilai paling berdampak terhadap aktivitas yang ada di perusahaan.

Maka Pemkot Bontang pun diminta untuk memperketat pengawasan terhadap rekrutmen tenaga kerja yang dilakukan oleh perusahaan.

“Jadi bisa memberi kesempatan kepada warga Bontang yang tinggal di sekitar pabrik untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” terang politikus Partai Golkar ini.

Sekedar informasi, pembangunan pabrik baru berkapasitas 300 ribu metrik ton per tahun (MTPY) itu menginvestasikan sebesar US$ 200 juta atau setara dengan Rp 3 triliun. Dalam pembangunan pabrik diperkirakan akan menyerap kurang lebih seribu tenaga kerja.

(kaje/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *