Sampai kini belum ada keterangan yang jelas, kenapa sembako Bansos harus dikubur pada Jumat lalu. Kasus temuan Bantuan Sosial (Bansos) Presiden yang dikubur di Depok, Jawa Barat menjadi persoalan yang menarik untuk diikuti.
Menjadi pertanyaan sebenarnya siapa yang bertanggung jawab terhadap keberadaan dan distribusi bansos tersebut, juga patut dipertanyakan untuk apa bansos yang dibutuhkan masyarakat berpenghasilan kecil tersebut, harus dikubur di sana.
Banyak spekulasi yang berkembang seputar bansos yang terkubur di Depok itu. Salah satunya tentu saja, adanya dugaan praktik korupsi sehingga barang bukti tersebut, harus dikubur. Tentu saja, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Polri perlu melakukan investigasi.
Berikut pernyataan yang berhasil kami rangkum dari berbagai sumber
Melansir tribratanewpolri, pakar komunikasi Rahmat Edi Irawan, mendukung langkah Polri membuka kasus ini.
“Jangan sampai mereka yang bersalah, masih bisa bebas menikmati hasil kejahatannya. Siapapun yang terlibat dalam penyelewengan Bansos ini, harus diusut dan dihukum jika memang bersalah,” ungkapnya, Rabu (3/8/)
Satgas Pangan Polri lakukan pendalaman terkait temuan sembako bansos Presiden terkubur
Satgas Pangan Polri ikut melakukan pendalaman terkait adanya temuan satu kontainer sembako bansos presiden yang dikubur di sebuah lahan kosong di wilayah Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. Adapun temuan sembako itu ditemukan pada Jumat lalu, Sembako itu terkubur di kedalaman tiga meter.
“Masih pendalaman dulu,” jelas Ketua Satgas Pangan Polri.
Dirtipideksus Bareskrim Polri menjelaskan bahwa kasus tersebut telah ditangani Polda Metro Jaya. Namun, Satgas Pangan Polri tetap melakukan pemantauan dan siap melakukan perbantuan.
Ketua Satgas Pangan Polri Brigjen. Pol. Whisnu Hermawan Februanto, menambahkan bahwa timnya juga sudah mendatangi lokasi untuk memeriksa satu kontainer sembako bansos yang dikubur tersebut.
“Sudah tadi malam, mulai kemarin malam sudah ke sana (mengecek),” tambah Ketua Satgas Pangan Polri.
Ketua Satgas Pangan Polri masih belum menyampaikan hasil pendalaman tersebut. Menurutnya, hasil pengecekan akan disampaikan melalui Divisi Humas Polri.
Ketua Satgas Pangan Polri juga menegaskan, Satgas dan Polda Metro Jaya juga akan melakukan pendalaman kepada sejumlah saksi terkait.
“Kita kan Satgas Pangan bisa masuk ke mana aja. Artinya kita membantu Polda Metro Jaya,” tutup Ketua Satgas Pangan Polri.
Bulog
Melansir detik.com, Bulog menyebut beras tersebut rusak saat proses penyaluran, namun sudah diganti oleh pihak pengantar atau transporter.
Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Awaludin Iqbal awalnya menjelaskan pihaknya bekerja sama dengan pihak ketiga sebagai transporter untuk mengantarkan beras kepada warga penerima manfaat.
“Dalam program tersebut tidak ada warga yang dirugikan, mengingat hasil evaluasi dan monitor yang dilakukan Bulog, termasuk peran pengantarnya pada saat itu berjalan baik sebagai mana mestinya,” kata Iqbal dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/8/2022).
Dia mengatakan warga penerima beras bantuan presiden telah menerima beras dalam kondisi baik. Menurutnya, beras itu merupakan program bantuan presiden periode Mei-Juni 2020 yang ditujukan kepada sekitar 3 juta warga yang terkena dampak pandemi COVID-19.
Iqbal mengatakan pengeluaran beras dari gudang selalu dicatat dan dicek kualitasnya. Dia mengatakan pembagian peran antara Bulog sebagai penyedia beras dan pihak ketiga sebagai pengantar juga sudah jelas.
“Semuanya tercatat jelas. Setiap pengeluaran beras dari gudang ada dokumen serah terima barang yang menyebutkan beras diterima dalam kondisi baik, dan selanjutnya penyaluran beras tersebut menjadi tanggungjawab pihak transporter. Memang dalam proses pengangkutan terbuka kemungkinan terjadi gangguan-gangguan cuaca seperti hujan, kemasan pecah dan lainnya,” kata Iqbal.
Dia mengatakan Bulog saat itu menggandeng pihak ketiga untuk mempercepat penyaluran beras bantuan presiden kepada warga terdampak COVID-19. Dia menyebut kerja sama itu ditujukan agar warga bisa menerima langsung beras di rumah.
Baca juga di Google News disini >>
sumber: berbagai sumber
red/kaje











