DaerahNews

Menegangkan ! Mengenal Rajah Sunda yang Tampil di Milad PWSB ke-5

×

Menegangkan ! Mengenal Rajah Sunda yang Tampil di Milad PWSB ke-5

Sebarkan artikel ini
Atraksi Rajah Bubuka Bayu Cobra pada Milad PWSB ke-5 12 Juni 2022 / ist

Paragrafnews.com: Milad/ulang tahun Paguyuban Wargi Sunda Bontang (PWSB) ke-5 dimeriahkan dengan seni budaya traditonal Pasundan, salah satunya atraksi Rajah Sunda yang cukup menegangkan!

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Rajah adalah suratan (gambaran, tanda, dan sebagaianya – red) yang umumnya digunakan sebagai jimat (tolak bala, dan lain – lain). Dalam artian lain, rajah termasuk tulisan mantera atau jampi-jampi, berbeda dengan gambaran rajah secara umum. Rajah Sunda adalah kesenian pantun yang biasanya diiringi dengan petikan kecapi.

Pantun dalam Bahasa Sunda adalah Balada atau syair tentang kehidupan yang sudah atau yang akan datang. Bagi masyarakat Sunda, Rajah dan Pantun adalah dua kesatuan yang utuh dan tidak bisa dipisahkan.

Rajah Sunda Bayu Cobra / ist

Rajah Sunda adalah pantun yang dilantunkan oleh sang juru kawih dengan iringan petikan kecapi dengan tujuan berdoa memohon perlindungan serta untuk memanggil arwah para leluhur Sunda (Karuhun).

Rajah tidak bisa dimainkan secara sembarangan. Selain itu ada aturan yang harus ditaati, seperti tidak boleh merubah lirik, irama, dan musiknya. Konon jika sembarangan memainkan rajah terutama di waktu tengah malam seperti Rajah Siliwangi, maka akan muncul harimau putih yang merupakan jelmaan dari Prabu Siliwangi.

Rajah memang lebih banyak dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para karuhun Sunda. Meski dikenal sebagai kesenian papantunan, namun tak jarang Rajah yang dibawakan mengandung unsur mistis.

Adapun yang ditampikan pada acara Milad PWSB ke-5, Minggu 12 Juni 2022 merupakan Rajah Bubuka. Yaitu dipadukan dengan atraksi ilmu kebal, tentu saja aksi itu tidak dimainkan sembarang orang melainkan dengan orang yang terlatih.

Dengan media sebuah golok berukuran panjang dan dua buah kelapa, atraksi Rajah Sunda tersebut berhasil memukau undangan yang hadir.

Pantauan media kami, sebelumnya atraksi Rajah Bubuka yang dilakukan Bayu Septian diawali dengan melibatkan penonton untuk memilih salah satu dari dua kelapa yang masih utuh. Saat itu Ketua DPRD Bontang Andi Faisal Sofyan Hasdam diminta untuk memilih. Kemudian menampilkan atraksi kekebalan, dimana Bayu dengan sebuah golok tajamnya menggores gores bagian tubuhnya tanpa terluka sedikitpun.

Ketua DPRD Bontang Andi Faisal Sofyan Hasdam terlibat dalam atraksi rajah sunda pada Milad PWSB ke-5 / ist

Setelah itu Bayu membelah kelapa yang dipilih penonton tanpa rekayasa, lalu kelapa tersebut di belah. Setelah kelapa terbuka penonton tersebut diminta mengambil sebuah benda. Alhasil keluarlah spanduk yang bertuliskan ucapa Milad PWSB ke-5.

Sorak sorai pun dari penonton bergemuruh dengan atraksi tersebut. Usai acara Bayu menjelaskan Rajah Sunda tersebut, itu merupakan Rajah Pembukaan titipan dari para leluhur.

” Yang maksudnya buat membuka suatu acara supaya acara berjalan dengan lancar. Rajah yang dibawakan adalah Rajah Prabu Siliwangi, makna dari Rajah tersebut Silih Asih, Silih Asah Silih Asuh, juga PWSB terus berjaya,” tukasnya anak muda yang karib disapa Bayu Cobra itu.

Melansir bogorheritage, Rajah terdiri atas dua bagian yaitu:

Rajah Bubuka
Rajah yang dimainkan sebagai do’a pembuka dari sebuah pertunjukan seni atau upacara adat yang berisi doa-doa dan pemanggilan arwah leluhur Sunda seperti prabu Siliwangi.

Rajah Pamunah
Rajah penutup yang dimainkan setelah acara selesai. Rajah ini berisi ungkapan rasa syukur atas kesuksesan menggelar hajatan tersebut.

red/kaje

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *