Wakil Ketua Komisi III DPRD Bontang Abdul Malik menyatakan dukungannya untuk merenovasi terminal angkutan darat Kota Bontang.
Hal itu ditegaskannya dalam rapat kerja bersama Komisi II dan komisi III DPRD Bontang di aula pertemuan Kantor DPRD Bontang, Senin (8/8/2022) lalu.
Baca juga: Komisi III DPRD Bontang Soroti Rendahnya Serapan Anggaran Dinas PUPRK Bontang
Politisi PKS ini menyatakan bahwa renovasi ini sejalan dengan keinginan masyarakat sekitar setiap dirinya menggelar reses, di wilayah Bontang Barat sebagai daerah pemilihannya.
Baca juga: Kecewa Tol Samarinda-Bontang Dicoret dari PSN, Ketua DPRD Bontang: Masih Ada Harapan
“Diperlukan rehab untuk terminal kita. Karena saat ini kondisinya sudah kumuh. Usulan rehab ini juga kerap kali muncul di reses Bontang Barat,” ujarnya.
Akan tetapi legislator yang juga pendakwah itu mengingatkan. Kucuran anggaran sebesar Rp.17 Miliar yang akan di berikan oleh pemerintah provinsi Kaltim hendaknya dioptimalkan.
Ia berharap dalam merealisasikan rehab yang terbilang baru setelah puluhan tahun lalu itu tidak menyisakan anggaran alias Silpa.
“Semoga bisa terealisasi dan tidak terjadi Silpa,”harap Abdul Malik.
Hanya saja saat ini proses hibah lahan dari Pemkot Bontang ke Pemprov Kaltim belum selesai. Sehingga menjadi kendala dalam pengerjaannya.
Sementara, Kabid Pengelolaan Barang Milik Daerah BPKAD Bontang, Shantie Nor Farida menyampaikan, saat ini guna keperluan renovasi Terminal, administrasi pelimpahan lahan P3D terminal Bontang sedang menunggu jawaban dari BPKAD Kaltim.
Adapun sengketa hukum yang sebelumnya pernah terjadi, telah diselesaikan dengan cara ganti rugi. “Kami sudah pernah bersurat sebelumnya terkait proses P3D, namun hingga kini belum ada jawaban,”ungkap Shantie menjelaskan status hibah lahan dihadapan DPRD Bontang.
Rapat gabungan bersama Komisi II, dan Komisi III itu dilakukana bersama Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset daerah (BPKAD), Badan Pertanahan Nasional (BPN), serta Dinas Perhubungan (Dishub).
Baca juga di Gooogle News disini >>>
kaje/red











