Banyaknya jalan yang rusak terutama di kawasan Bontang Lestari membuat legislatif kota Bontang menganggap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) tidak serius dalam menangani jalan rusak.
Baca juga: Nursalam Soroti Jalan Arief Rahman Hakim yang Dijadikan Tempat Pembuangan Sampah
Hal ini terungkap dalam rapat kerja Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Bontang bersama Dinas PUPRK dan Badan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Pemerintah Kota Bontang, Selasa (06/09/2022) lalu. Di Ruang Rapat DPRD Bontang.
Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang Abdul Malik mencecar dengan mempertanyakan kenapa masih banyak jalan yang rusak dengan menanyakan soal anggaran serta kualitas perbaikan jalan pada Dinas PUPRK .
Dengan penuh selidik Abdul Malik menanyakan ke Dinas PUPRK terkait apakah sudah memiliki Program perencanaan pembangunan untuk peningkatan kelas badan jalan di bonles yang dulunya kawasan pemerintahan saat ini telah bercampur menjadi jalan industri.
” Apakah PUPRK sudah ada perencanaan program , jika tidak ada program itu sayang sekali,” sindir Abdul Malik.
Tak ingin dipojokkan soal jalan rusak, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Anwar Nurddin mengatakan, sejauh ini kata dia titik kerusakan di Jalan Soekarno Hatta ada 73 titik dan yang bisa ditangani Dinas PUPRK hanya 58 titik saja, menggunakan desain lama dengan sistem rehab
” Anggarannya menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp, 4 Miliar dan dalam Kontrak yang di setujui Rp. 3,6 Miliar ,dengan kontruksi yang ada di lokasi,” ungkap Anwar.
Abdul Malik mengatakan DPRD ingin permasalahan jalan di Bonles jadi perhatian semua pihak yang terkait, dimana hambatan anggaran harusnya tidak lagi menjadi alasan. Bahkan Komisi III siap mengajukan Bantuan Keuangan BANKEU ke Kementerian PUPR di Pusat jika di katakan anggarannya kurang.
Abdul Malik mengaku ingin mempertegas dan memastikan review redesain itu nyata adanya, dan jika benar seharusnya jalan akan mulus kedepannya.
” Tapi kalau belum ada bukti perencanaan review redesain kami di dewan masih ragu, ” ucapnya.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Anwar Nurddin mengatakan untuk bontang lestari sendiri ada dua rancang review desain jalan yang sudah di anggarkan dan untuk kendala tehknis di lapangan sendiri nihil.
Anwar juga mengaku PUPRK tengah memerintahkan tim ahli melakukan proses pengambilan data jalan di Bonles dan kedepan kata dia ruas jalan di Bonles akan di tingkatkan kelas nya dengan mengutamakan kualitas beban , sehingga kapasitas jalannya lebih layak untuk di lalui kendaraan .
Untuk membuktikan keterangan Dinas PUPRK tersebut Abdul Malik akan meminta jadwal presentase perencanaan redesain review itu seperti apa, “ini tanggung jawab kita bersama, saya minta di jadwalkan kembali presentasenya dan pastikan review redesain itu nyata, ” pungkasnya.
Baca juga berita lainnya di Google News
kaje/red











