Daerah

Bank Sampah Kelurahan Satimpo, Gelar Pelatihan Mesin Pirolisis Ubah Sampah Plastik Menjadi BBM

×

Bank Sampah Kelurahan Satimpo, Gelar Pelatihan Mesin Pirolisis Ubah Sampah Plastik Menjadi BBM

Sebarkan artikel ini
Bank Sampah Kelurahan Satimpo
Pelatihan pengoperasian mesin Pirolisis dihadiri oleh Bank Sampah Satimpo, CSR Badak NGL, perwakilan Kelurahan dan Pengurus dengan narasumber dari Semarang Agus Sutopo / ist

Bank Sampah Ceria Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan, Kalimantan Timur, kembali menggelar pelatihan pengoperasian mesin Pirolisis yang mampu mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM), Jumat (02/9).

Kegiatan Ini dihadiri oleh Bank Sampah Satimpo, CSR Badak NGL, perwakilan Kelurahan dan Pengurus dengan narasumber dari Semarang Agus Sutopo.

Diungkapkan Lurah Satimpo Maryono, progam Bank Sampah Ceria yang merupakan bentuk kolaborasi dari Inovasi Kelurahan Satimpo yaitu SANDARAN HATI (peruSahAaN baDAk NGL beRsinergi dengAN keluraHAn saTImpo).

Para peserta dipraktekan pengolahan bahan baku yang mengandung plastik menjadi BBM siap pakai / ist

“Pada kegiatan ini para peserta dipraktekan pengolahan bahan baku yang mengandung plastik menjadi BBM siap pakai, akan tetapi tidak semua bahan baku yang mengandung plastik dapat digunakan, adapun bahan baku dari plastik yang bisa digunakana adalah bahan baku plastik dengan grade 2, 4 dan 6,” ungkap Lurah Maryono. Sebelumnya, lanjut Maryono, dihari pertama dipraktekkan dengan membakar 6,20 kg kabel yang menghasilkan 5.5 liter minyak mentah yang kemudian diolah atau disuling menjadi BBM dengan presentase 25% menghasilkan bensin, 60% solar dan 15% minyak tanah,

“Sebelum kabel tersebut dibakar terlebih dahulu dicacah baru dibakar dimesin pirolisis tersebut dan dihari kedua dipraktekkan dengan mengolah oli bekas menjadi solar,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Lurah Maryono mengucap terima kasih kepada CSR PT Badak dan Bank Sampah Ceria yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut

“Dan terima kasih juga kepada para peserta pelatihan yang sudah mengikuti kegiatan ini sampai selesai,” sebut Maryono.

Maryono berharap dengan adanya pelatihan ini dapat menambah pengetahuan bagi para peserta dalam mengolah sampah menjadi bahan yang bernilai ekonomis, sehingga membantu pemerintah dalam pengurangan sampah yang semakin hari semakin banyak jumlahnya.
Baca juga di Google News di sini >>

kaje/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *