TNI Angkatan Darat secara tegas membantah narasi yang menyebutkan bahwa Jembatan Gantung Merah Putih Pongpet di Pangandaran, Jawa Barat, mengalami keruntuhan total saat diresmikan pada Minggu, 30 Agustus.
Berdasarkan keterangan resmi, bangunan tersebut tidak hancur lebur, melainkan hanya mengalami pergeseran posisi.
baca juga: Baru Saja Diresmikan, Jembatan Gantung Pongpet di Pangandaran Langsung Ambruk!
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Donny Pramono membeberkan bahwa insiden tersebut dipicu oleh membludaknya warga yang melintas secara bersamaan.
Tercatat lebih dari 50 orang naik ke atas jembatan dalam waktu yang sama, sehingga kapasitas maksimal yang telah ditentukan terlampaui.
Lonjakan beban berlebih itu menyebabkan tali sling di sisi kiri jembatan terlepas dari ikatan utamanya.
Akibat lepasnya pengikat tersebut, struktur badan jembatan kehilangan keseimbangan dan bergeser menjadi miring, meski struktur fondasi utamanya dilaporkan tetap berada di tempatnya.
Sebelum insiden terjadi, pihak Kodim 0625/Pangandaran sebenarnya sudah mengantisipasi dengan memasang papan peringatan yang memuat aturan kapasitas serta ketentuan penggunaan jembatan. Namun, antusiasme warga yang tinggi membuat batas tersebut terabaikan.
Sebagai langkah tindak lanjut pasca-kejadian, jajaran Kodim bersama Dinas PUPR Pangandaran langsung turun tangan ke lokasi untuk melakukan penanganan cepat.
Saat ini, akses jembatan ditutup sementara bagi masyarakat guna menjalani proses perbaikan serta evaluasi teknis menyeluruh hingga dinyatakan aman untuk kembali digunakan.
kaje/*











