Viral unggahan video seorang warganet, video tersebut memperlihatkan suasana jalan di wilayah Kalimantan Timur pada malam hari sambil menyoroti keluhan masyarakat mengenai mahalnya harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan gas LPG.
Perekam video menyuarakan keresahannya terhadap ulah oknum-oknum yang diduga melakukan penimbunan atau memainkan harga, sehingga menyiksa masyarakat setempat yang harus membeli kebutuhan pokok dengan harga tidak wajar.
baca juga: Bentrok di Perkebunan PT SAL: Diduga Dipicu Masalah TBS, Anggota TNI dan SAD Terlibat Adu Kekerasan
Lonjakan harga kebutuhan pokok dan energi bersubsidi kembali dikeluhkan oleh masyarakat di daerah. Berdasarkan rekaman video yang beredar luas, warga di wilayah Kalimantan Timur—khususnya kawasan seperti Wahau, Miau Baru, Kaliorang, dan Kaubun—harus menghadapi kenyataan pahit ketika harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan gas LPG melonjak jauh di luar batas wajar.
Di tengah himpitan ekonomi, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite yang normalnya berada di kisaran Rp10.000 per liter, kini dijual oleh oknum pengecer atau pihak tak bertanggung jawab hingga mencapai Rp20.000 per liter.
Kondisi serupa juga terjadi pada gas LPG bersubsidi yang harganya meroket tajam dari harga normal sekitar Rp16.000 menjadi Rp95.000.
Kondisi ini memicu kemarahan dan frustrasi di tengah masyarakat. Produk-produk subsidi yang seharusnya menjadi hak rakyat kecil dan dibanderol dengan harga terjangkau justru dimanfaatkan oleh segelintir oknum demi meraup keuntungan pribadi. Praktik culas seperti penimbunan BBM dan permainan harga di tingkat pengecer membuat beban hidup warga semakin berat.
Masyarakat mendesak pihak berwenang dan aparat penegak hukum untuk segera turun tangan memberantas praktik-praktik ilegal tersebut. Pengawasan yang ketat di jalur distribusi subsidi sangat dibutuhkan agar oknum-oknum “nakal” tidak terus-menerus mencekik perekonomian warga di daerah-daerah pelosok Kalimantan Timur.
kaje/red











