Kalimantan Utara adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di Pulau Kalimantan bagian utara. Provinsi ini resmi dibentuk pada tahun 2012, setelah sebelumnya merupakan bagian dari Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota Kalimantan Utara adalah Tanjung Selor.
Luas wilayah Kalimantan Utara sekitar 72.567 km persegi dan penduduknya sekitar 700 ribu jiwa. Seperti provinsi Kalimantan lainnya, Kalimantan Utara juga ditempati berbagai suku yang ada di Kalimantan, seperti suku Dayak, suku Banjar, Suku Kuta, suku Bulungan dan suku Tidung.
Di Kalimantan Utara, terdapat beberapa jenis tarian tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat setempat.
Berikut adalah 7 tarian traditional yang ada di Kalimantan Utara
1. Tari Adat Bangun
Tarian ini sakral dan magis karena digunakan untuk menyembuhkan seseorang pada zaman dahulu dengan menggunakan kekuatan supranatural. Meskipun pada saat ini tari ini memiliki fungsinya yang berbeda.
2. Tari Busak Baku
Tarian adat ini berasal dari suku Dayak Lun Dayek. Artinya, bunga yang cantik dan wangi. Bunga Busak Baku adalah lambang kehidupan harmonis, kuat dan menyatu. Tari ini menggambarkan tentang ikatan kekeluargaan dan emosional dari kehidupan suku Dayak Lun Dayek.
3. Tari Jepen
Tarian ini memiliki kesamaan dengan tari tradisional khas suku Melayu yang disebut tari Zapin dari Kepulauan Riau. Tari ini juga sangat terkenal hingga ke luar negeri seperti Malaysia, Brunei Darussalam, dan FIlipina.
4. Tari Jugit
Tarian ini berasal dari Kabupaten Bulungan, Kaltara. Tari ini muncul sejak abad ke 19 Masehi yang diciptakan 2 seniman sekaligus laksamana dari Kesultanan Bulungan, yaitu Datuk Mahubut dan Datuk Maulana. Tari ini termasuk jenis tarian yang berkelas karena hanya dipentaskan di kalangan istana atau keraton.
5. Tari Kancet Ledo
Tari tradisional khas Kalimantan ini berasal dari Baram Serawak, Suku Dayak Kenyah. Cerita yang diangkat dalam tarian ini, biasanya tentang kelembutan perangai seorang gadis yang seperti hembusan angin saat menggoyangkan batang padi. Hal tersebut diimplementasikan dalam gerakan tarian ini. Selain itu tarian ini juga menggambarkan tentang keindahan gadis Dayak yang menjadi rebutan di antara para pemuda Dayak.
6. Tari Pebeka Tawai
Tari Pabeka Tawai adalah tari tradisional Kalimantan Utara yang berasal dari suku Dayak Kenyah. Arti dari Pabekatai adalah persaudaraan dalam bahasa setempat. Biasanya, tari ini dipentaskan untuk menyambut tamu kehormatan. Tari tradisional ini menggambarkan tentang masyarakat yang mempererat tali persaudaraan. Penari tarian ini biasanya ada 8 yang berasal dari gadis Dayak Kenyah.
7. Tari Mance atau Tari Bemance
Tari Mance atau tari Bemance adalah salah satu jenis tari perang yang memiliki gerakan tari mirip dengan ilmu pencak silat, namun gerakan penarinya lebih luwes dan lebih dominan kepada gerakan yang ditujukan untuk media hiburan masyarakat. Tarian ini sangat digemari oleh pemuda dari Bulungan.
Penari tari Mance sebanyak dua orang penari laki-laki yang memakai pakaian khas Bulungan dan aksesoris berupa selempang yang berwarna kuning dan ikat kepala. Selain itu, penari juga membawa properti, seperti rotan atau bambu yang mempunyai panjang sekitar 75 cm hingga 1 meter atau setara dengan tinggi dari kaki hingga pinggang orang dewasa.
Gerakan tarian ini sendiri tidak baku atau terserah dimana para penari akan menari di dalam sebuah lingkaran. Alat musik tari ini adalah gong.
Penutup
Tarian tradisional tersebut menjadi bagian penting dari identitas dan kekayaan budaya Kalimantan Utara dan sering dipertunjukkan dalam berbagai acara adat dan festival budaya. (red/kaje)
Follow paragrafnews.co di Google News klik di sini >>
sumber; harianhaluan











