Jika pada tahun-tahun sebelumnya, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menggelar open house di Pendopo Rumah Jabatannya yang berada di Jalan Awang Long.
Hal tersebut dilakukan oleh orang nomor satu di Kota Taman, bersama suami, HA Sofyan Hasdam dan keluarga besarnya, sebagai momentum untuk silaturahmi, bertatap muka dan bercengkrama dengan seluruh masyarakat Bontang.
Hingga di perayaan kemenangan umat islam itu biasanya masyarakat dijamu dengan berbagai hidangan menu makanan.
Kini! Rutinitas tahunan itu pun hilang seiring pandemi Covid-19 mewabah di Kota Taman.
Orang nomor 1 di Kota Taman ini nampaknya harus berlapang dada, menerima bahwa perayaan Idul fitri ditahun ini, Pemerintah Kota tidak menggelar open house, bahkan tidak menggelar Salat berjamaah di masjid maupun di tanah lapang, hingga mudik bertemu orangtua dan bersilaturahmi dengan sanak keluarga dikampung halaman.
Hal itu menyusul, usai Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan, agar warga tetap mengikuti himbauan untuk tidak Salat Idul Fitri berjemaah. Dimana Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) juga melarang kepala daerah dan pejabat di Kaltim untuk melaksanakan Open House.
Olehnya, sebagai manusia biasa Neni Moerniaeni mewakili pribadi dan Pemerintah Kota Bontang memohon maaf kepada seluruh masyarakat Bontang.
“Maafkan saya, ini bukan kemauan saya. Pemerintah mengikuti imbauan ini karena peduli dan sayang sama warga Bontang. Ini semua dilakukan agar Pandemi bisa segera berakhir. Saya juga seorang manusia dan seorang ibu yang pasti juga ada keinginan untuk berkumpul bersama keluarga dikampung halaman, sama Seperti masyarakat pada umumnya,” Tutur orang nomor 1 di Kota Taman ini.
Ada hikmah di balik pandemi Corona ini meski tidak bisa bertemu atau bertatap muka secara langsung, Wali Kota Bontang, Neni Moerniani berjanji akan melepas kangen dan bersilaturahmi dengan warga lewat virtual atau media sosial (medsos).
Walikota, akan menyapa masyarakat Bontang yang disiarkan secara langsung melalui Fans page Facebook @Jejak Bunda Neni saat Lebaran nanti.
Hal tersebut dilakukan Walikota, sebagai bentuk rasa kangen dan Pengobat rindu kepada masyarakat karena tidak bisa melaksanakan Open House.
Diakhir Walikota berharap para ulama, termasuk MUI, dapat terus memberikan penjelasan kepada masyarakat. Salah satunya tentang hukum fikih Islam dan tata cara Salat Idulfitri yang merupakan Sunnah Muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan.
Akhir kata Walikota Bontang, Neni Moerniaeni mengucapkan,” Taqobalallahu Minna Waminkum, Semoga Allah menerima amal kita semua”.
Adapun untuk diketahui masyarakat Bontang bisa menonton dan menyapa Walikota Bontang secara langsung lewat Fanpage Facebook di live @Jejak Bunda Neni yang Insya Allah akan di mulai pada pukul 06.45 Wita sebelum pelaksanaan Salat Id. Minggu, 24 Mei 2020.











