Internasional

Trump-Xi Bertemu di Gedung Putih, Gencatan Dagang AS-China Diperpanjang hingga Januari 2027

×

Trump-Xi Bertemu di Gedung Putih, Gencatan Dagang AS-China Diperpanjang hingga Januari 2027

Sebarkan artikel ini

Pertemuan Trump dan Xi berlangsung di tengah persaingan perdagangan dan teknologi. Gencatan dagang AS-China diperpanjang hingga 10 Januari 2027.

trump xi bertemu
Presiden Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden Xi Jinping di Balai Agung Rakyat di Beijing pada 14 Mei 2026. Kenny Holston/POOL/AFP via Getty Images

WASHINGTON, PARAGRAFNEWS.CO — Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping bertemu di Gedung Putih, Washington, Kamis, 24 September 2026, dalam pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di tengah persaingan perdagangan, teknologi, kecerdasan buatan (AI), Taiwan dan isu keamanan global.

Salah satu perkembangan penting menjelang pertemuan tersebut adalah kesepakatan Amerika Serikat dan China untuk memperpanjang gencatan dagang hingga 10 Januari 2027. Perpanjangan ini memberikan waktu tambahan bagi kedua negara untuk merundingkan kesepakatan ekonomi yang lebih luas.

Trump dan Xi Bertemu di Gedung Putih

Trump menyambut Xi dalam kunjungan kenegaraan tiga hari yang dimulai pada 23 September. Kedatangan Xi ke Washington mendapat penyambutan langsung dari Trump di Joint Base Andrews, Maryland.

Pertemuan di Gedung Putih pada Kamis menjadi pertemuan langsung kedua Trump dan Xi pada 2026 setelah sebelumnya keduanya bertemu di Beijing pada Mei.

Dalam pembukaan pembicaraan, Trump menekankan hubungan personalnya dengan Xi dan menyebut kedua negara memiliki hubungan yang penting untuk stabilitas global.

Xi, sementara itu, mengatakan komunikasi antara Washington dan Beijing perlu diperkuat. Menurut Xi, kedua negara memiliki perbedaan kondisi nasional, tetapi dialog yang berkelanjutan dapat membantu keduanya memahami posisi masing-masing dan membangun kepercayaan.

Gencatan Dagang Diperpanjang sampai 10 Januari

Perdagangan menjadi salah satu isu paling konkret dalam pertemuan Trump dan Xi.

Amerika Serikat dan China sepakat memperpanjang gencatan dagang yang sebelumnya dijadwalkan berakhir pada November. Kesepakatan terbaru membuat masa berlaku pengaturan tersebut diperpanjang sampai 10 Januari 2027.

Perpanjangan tersebut bukan berarti seluruh persoalan perdagangan telah selesai.

Kedua negara masih harus menyelesaikan sejumlah persoalan, termasuk tarif, pembelian produk pertanian, akses pasar, hambatan non-tarif dan pasokan mineral strategis.

Dalam negosiasi sebelumnya, pejabat AS dan China juga membahas kemungkinan kesepakatan ekonomi yang lebih luas. Namun, rincian final mengenai kesepakatan tersebut belum seluruhnya diumumkan kepada publik.

AI Masuk Agenda Utama Trump dan Xi

Kecerdasan buatan menjadi salah satu isu baru yang semakin penting dalam hubungan Washington-Beijing.

Trump mengatakan AI atau yang ia sebut sebagai “superintelligence” akan menjadi topik besar dalam pembicaraannya dengan Xi.

Namun Trump juga mengatakan ingin mempertahankan kondisi yang ada saat ini terkait AI.

Xi memberikan penekanan berbeda. Dalam pembukaan pertemuan, pemimpin China tersebut mengatakan Amerika Serikat dan China memiliki kemampuan sekaligus tanggung jawab untuk mengembangkan dan mengelola AI agar bermanfaat bagi manusia.

Xi juga menekankan pentingnya memastikan perkembangan AI tetap berada di bawah kendali manusia.

Perbedaan pendekatan tersebut menunjukkan bahwa AI bukan lagi hanya persoalan industri teknologi, tetapi telah masuk ke pembicaraan strategis antara dua negara dengan kekuatan ekonomi dan teknologi terbesar dunia.

Rare Earth Jadi Persoalan Strategis

Di balik pembicaraan perdagangan, pasokan mineral tanah jarang atau rare earth menjadi salah satu persoalan penting.

China memiliki posisi dominan dalam rantai pasok sejumlah mineral strategis yang digunakan untuk berbagai kebutuhan teknologi, energi dan pertahanan.

Reuters melaporkan pejabat pemerintah dan perusahaan Amerika Serikat serta Jepang telah mengadakan pembicaraan mengenai hambatan pasokan yttrium, salah satu mineral tanah jarang yang digunakan antara lain untuk material tahan panas pada mesin pesawat dan proses manufaktur semikonduktor.

Pertemuan tersebut dilakukan pada 10 September, dua pekan sebelum pertemuan Trump dan Xi, menunjukkan bahwa isu rantai pasok mineral strategis menjadi perhatian Washington dan sekutunya.

Ketergantungan terhadap pasokan China membuat rare earth menjadi bagian penting dalam pembicaraan ekonomi sekaligus keamanan nasional.

Taiwan Tetap Menjadi Garis Sensitif

Taiwan juga menjadi salah satu isu paling sensitif dalam hubungan AS-China.

China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, sedangkan Amerika Serikat mempertahankan hubungan tidak resmi dengan Taiwan dan menjadi pemasok utama persenjataan bagi pulau tersebut.

Menjelang pertemuan di Washington, Beijing kembali meminta Washington menghentikan penjualan senjata kepada Taiwan.

Reuters melaporkan Xi diperkirakan akan menekan Trump mengenai persoalan tersebut dalam pertemuan di Washington. Pemerintah Taiwan sendiri mengatakan terus memantau perkembangan pertemuan kedua pemimpin.

Sementara itu, laporan AP menyebut Trump sebelumnya menunda persetujuan paket penjualan senjata besar kepada Taiwan. Persoalan tersebut menjadi salah satu bagian dari negosiasi strategis antara Washington dan Beijing.

Iran Juga Masuk Pembicaraan

Selain perdagangan dan teknologi, perang Iran menjadi persoalan geopolitik lain yang membayangi pertemuan Trump dan Xi.

Trump menginginkan China menggunakan pengaruhnya terhadap Iran untuk membantu mengakhiri konflik. China sendiri memiliki kepentingan ekonomi dan hubungan strategis dengan Iran.

Karena itu, posisi Beijing terhadap konflik tersebut menjadi salah satu isu yang berpotensi muncul dalam pembicaraan kedua pemimpin.

State Dinner Dihadiri Tokoh Teknologi AS

Setelah agenda pembicaraan, Xi dijadwalkan menghadiri jamuan makan malam kenegaraan di Gedung Putih bersama istrinya, Peng Liyuan.

Gedung Putih menyatakan acara tersebut dihadiri delegasi resmi, pejabat pemerintah dan pemimpin bisnis.

Menu yang disiapkan menggabungkan bahan makanan Amerika dengan sentuhan kuliner China. Acara juga akan menampilkan pertunjukan musik dari kelompok militer Amerika Serikat serta penyanyi Christopher Macchio.

Sejumlah pemimpin perusahaan teknologi dan bisnis besar Amerika juga menjadi bagian dari daftar tamu. Kehadiran mereka menarik perhatian karena perusahaan teknologi AS memiliki kepentingan langsung terhadap kebijakan AI, chip, perdagangan dan akses pasar China.

Apa yang Berubah Setelah Pertemuan Trump-Xi?

Untuk sementara, hasil paling konkret yang terlihat adalah perpanjangan gencatan dagang hingga 10 Januari 2027.

Sementara sejumlah isu strategis lainnya masih berada dalam tahap pembicaraan, termasuk AI, rare earth, Taiwan, perdagangan dan hubungan dengan Iran.

Dengan demikian, pertemuan Trump dan Xi belum otomatis mengakhiri seluruh perselisihan Washington-Beijing. Namun, kedua pihak tetap mempertahankan jalur komunikasi langsung dan memperpanjang ruang negosiasi ekonomi.

Perkembangan berikutnya akan bergantung pada bagaimana kedua pemerintah menerjemahkan hasil pembicaraan tersebut menjadi kebijakan konkret sebelum tenggat baru pada Januari 2027.

Sumber: Reuters, Associated Press, White House, Anadolu Agency.

Catatan redaksi: Artikel ini disusun berdasarkan perkembangan yang tersedia hingga Kamis malam, 24 September 2026. Rincian hasil pertemuan dapat berubah setelah pemerintah Amerika Serikat dan China menerbitkan pernyataan atau dokumen resmi lanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *