Kantor berita Palestina Wafa melaporkan, pasukan Israel telah membunuh seorang pemuda Palestina selama serangan militer di lingkungan Kufr Aqab di Yerusalem Timur yang diduduki.
Baca juga: Menlu Israel Sebut Indonesia dan Arab Saudi Target Dukungan Diplomatik
Mohammad Ibrahim Shham (21) ditembak di rumahnya pada hari Senin (15/8) oleh tentara Israel.
Ayahnya mengatakan kepada media lokal bahwa tentara Israel menggerebek rumah mereka saat fajar dan menembak kepala putra mereka dari jarak dekat. Tentara kemudian menangkap putranya dan mengumumkan kematiannya tak lama setelah serangan itu.
“Kami tidak tahu alasan atau mengapa mereka datang ke rumah. Mereka akan membunuh kami semua jika putra saya yang lain dan saya tidak bersembunyi di dalam,” kata Ibrahim Shham, seraya menambahkan bahwa meninggalkan putranya di tanah selama lebih dari setengah jam sebelum menangkapnya.
Tetangga mereka, Tareq al-Zarou, mengatakan kepada media lokal bahwa dia mendengar Ibrahim berteriak “anak saya telah mati syahid”.
Al-Zarou mengatakan tentara melarangnya mendekati pintu apartemen Shham, tapi dia bisa melihat Mohammad terbaring di tanah. Dia membenarkan bahwa pasukan Israel menghabiskan waktu sekitar setengah jam sebelum mereka membawa Mohammad dan pergi.
Mengutip media Israel, tentara yang mengatakan Shham dituding telah berusaha menusuk tentara Israel, sebelumnya sudah diberi tembakan peringatan.
Sementara itu Kementerian luar negeri Otoritas Palestina mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka “mengutuk eksekusi pidana martir al-Shham dan menganggapnya sebagai taktik mafia teroris terorganisir”.
Kementerian menambahkan pembunuhan itu adalah bagian dari “serangkaian eksekusi dan pembunuhan di lapangan yang dilakukan oleh pasukan pendudukan di bawah instruksi tingkat politik di negara pendudukan.”
Masyarakat tahanan Palestina mengutuk pembunuhan itu, menggemakan konteks “meningkatnya pembunuhan di lapangan oleh pasukan pendudukan Israel sejak awal tahun”.
Dalam beberapa bulan terakhir, pasukan Israel telah melakukan serangkaian pembunuhan warga Palestina, terutama pejuang perlawanan bersenjata di Tepi Barat yang diduduki utara, di bawah kampanye militer dengan istilah Israel Breaking the Wave.
Pekan lalu, tentara membunuh Ibrahim al-Nablusi, seorang komandan berusia 19 tahun bersama dengan dua orang lainnya, Islam Sabbouh, 32, dan Hussein Jamal Taha yang berusia 16 tahun, di kota Nablus, Tepi Barat yang diduduki.
Tentara Israel melakukan serangan hampir setiap hari di kota-kota dan desa-desa Palestina, yang sering mengakibatkan orang-orang Palestina terluka atau terbunuh.
Pada hari Senin, pasukan Israel menangkap setidaknya 26 warga Palestina di seluruh wilayah pendudukan Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
Kufr Aqab berada di dalam perbatasan Yerusalem tetapi telah dipisahkan dari kota oleh tembok pemisah Israel , menempatkannya di sisi Tepi Barat yang diduduki.
Baca juga di Google News disini >>
red/kaje
sumber: Aljazeera











