Internasional

Pembekuan Dana HIV/AID oleh AS Akan Berakibat 500 Ribu Kematian di Afrika Selatan

×

Pembekuan Dana HIV/AID oleh AS Akan Berakibat 500 Ribu Kematian di Afrika Selatan

Sebarkan artikel ini

Ahli memperingatkan bahwa pemotongan dana USAid untuk klinik yang menyediakan obat antiretroviral akan menjadi 'hukuman mati bagi ibu dan anak'

penghentian dana hiv oleh AS
Aksi protes di Washington terhadap pemotongan anggaran bantuan HIV/AIDS oleh pemerintahan Trump melalui USAid dan Pepfar. Foto: Mark Schiefelbein/AP

Organisasi-organisasi yang menangani HIV dan AIDS di seluruh Afrika telah mendapatkan informasi akan penghentian permanen pendanaan  program melawan HIV dan AIDS, dan di prediksi akan ada peningkatan dalam jumlah besar kematian sebagai akibatnya.

Setelah AS mengumumkan penghentian permanen pendanaan untuk proyek-proyek HIV, berbagai layanan telah terpengaruh, kata para dokter dan manajer program, mulai dari proyek-proyek yang membantu anak yatim dan wanita hamil hingga proyek-proyek yang menjangkau individu transgender dan pekerja seks.

Menurut ahli pemotongan anggaran dapat mengakibatkan 500.000 kematian dalam 10 tahun ke depan di Afrika Selatan,  sementara ribuan orang sudah bersiap kehilangan pekerjaan dalam beberapa hari mendatang.

Pemerintah AS telah mengumumkan akan memangkas lebih dari 90% kontrak lembaga pembangunan utamanya, USAid, dan memangkas $60 miliar (£48 miliar) pengeluaran bantuan luar negeri.

Melansir The Guardian telah mendengar bahwa pemberitahuan penghentian telah dikirimkan ke organisasi-organisasi di negara-negara lain di kawasan tersebut, termasuk Malawi, Zambia, Tanzania, dan Zimbabwe, serta ke program gabungan dunia PBB.

Yayasan AIDS Anak Elizabeth Glaser mengatakan telah menerima pemberitahuan penghentian untuk tiga proyeknya, yang menyediakan perawatan HIV bagi lebih dari 350.000 orang di Lesotho, Eswatini , dan Tanzania. Angka tersebut mencakup lebih dari 10.000 ibu hamil yang positif HIV, yang harus terus mengonsumsi obat antiretroviral untuk menghindari penularan penyakit kepada bayi mereka.

Dr Lynne Mofenson, penasihat senior di yayasan tersebut, mengatakan keputusan itu adalah “ hukuman mati bagi ibu dan anak ”.

Banyak proyek terpaksa berhenti beroperasi pada akhir Januari setelah pemerintahan Trump mengumumkan peninjauan ulang selama 90 hari atas bantuan asing. Beberapa kemudian diberi keringanan sementara untuk melanjutkan proyek dengan alasan bahwa proyek tersebut memberikan layanan yang menyelamatkan nyawa, sebelum menerima pemberitahuan pada hari Kamis yang memerintahkan mereka untuk menutup proyek secara permanen. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *