Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris mendesak pemerintah agar segera melakukan relokasi di SDN 007 Guntung. Pasalnya, kondisi sarana dan prasarana (Sarpras) sekolah tersebut dinilai sudah tidak layak dan memprihatinkan.
Baca juga: Pembangunan McDonald’s Ditarget Rampung Oktober, Nursalam Minta Serap Tenaga Lokal
Seperti, sebagian bangunannya masih menggunakan kayu, Saluran pembuangan WC yang tidak layak, keterbatasan ruang kelas dan bau amoniak pabrik yang kerap mengganggu aktivitas belajar mengajar. Serta sering menjadi daerah langganan banjir.
“Untuk mencapai pembelajaran yang baik itu harus enak dan nyaman. Maka Sarprasnya juga harus didukung. Maka itu saya mendesak pemerintah harus segera merealisasikan permintaan para guru-guru di sekolah ini, untuk segera mungkin buat masterplan secepatnya soal relokasi itu. Jadi 2025 bisa segera dibangun,” ujar AH sapaan akrabnya saat meninjau sekolah tersebut, Selasa (22/8/2023).
Hal senada juga diungkapkan Kepala Sekolah SDN 007 Guntung Nurmiani, yang mengatakan bahwa sekolah ini merupakan satu-satunya sekolah yang menampung 18 RT di Kelurahan Guntung, dengan jumlah sisa mencapai 589 siswa. Sementara kondisi ruang kelas yang terbatas sehingga proses belajar mengajar harus dilakukan shift-shift pan.
Selain itu, kondisi sekolah yan tidak memiliki pagar dan Security. Khususnya di area belakang, menyebabkan guru sering lepas pengawasan terhadap anak-anak. Ditambah bau amoniak yang sangat menyengat dan mengganggu proses belajar mengajar, sehingga banyak anak-anak memilih tidak masuk sekolah.
“Rawan banjir juga. Hujan 10 menit langsung banjir. WC sangat tidak layak kalau hujan airnya meluap dan jadi sarang ular. Makanya kami berharap kepada pemerintah agar bisa direlokasi dan dibuatkan sekolah yang lebih bagus,” harapanya.
Menanggapi itu, Sekretaris daerah Aji erlynawati mengatakan, akan segera menindaklanjuti usulan itu, dan kemungkinan akan dilakukan relokasi sekolah.
“Kalau kita lihat memang fasilitasnya kurang representatif, baik WC, ruang UKS-nya, ruang belajar terbatas, ditambah tengah-tengah sekolah ada rumah warga, juga bau amoniak yang cukup mengganggu. Mungkin memang solusinya akan kita lakukan relokasi,” ujarnya saat meninjau lokasi sekolah.
Namun, pihaknya akan terlebih dahulu membuat masterplan rencana pembangunan sekolah yang lengkap dan detail sesuai standar sembari menyiapkan lahan.
“2024 akan kita buat masterplanya dulu. Dan kemungkinan 2025 baru bisa proses pembangunan di lokasi yang sudah kita tinjau bersama Disdik di dekat Rusunawa Guntung luas lahannya 1,5 hektare,” tandasnya.
(adv/kaje)











