Kondisi wilayah pesisir Kota Bontang, Kalimantan Timur perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Hal ini diungkapkan Anggota Komisi lll DPRD Bontang Faisal.
Ia menilai wilayah pesisir Bontang saat ini sudah sangat mengkhawatirkan, salah satunya di Pulau Gusung terletak di Kelurahan Guntung terancam tenggelam akibat abrasi pantai.
Kondisi tersebut kata FBR sapaan akrabnya, Ia lihat secara langsung saat menggelar kunjungan serap aspirasi (Reses) masyarakat beberapa waktu lalu. Saat itu Ia melihat salah satu bangunan sudah tidak ada lagi, lantaran terkikis abrasi air laut.
“Pulau Gusung ini tahun 2019 saya datang ke sana gedung pertemuan itu awalnya di depan, sekarang sudah tidak ada. Saya liat di depan itu sudah benar-benar abrasi. Pulau itu makin sempit,” ujarnya saat ditemui di Gedung Sekretariat DPRD Bontang, Selasa (23/8).
Selain itu, FBR mengungkapkan setidaknya ada sekitar 300 penduduk yang menghuni wilayah tersebut. Ia pun meminta pemerintah segera turun tangan menindaklanjuti masalah tersebut.
“Jangan sampai Gusung ini tenggelam dan hilang dari peta Bontang. Jadi pemerintah harus segera menindaklanjuti ini. Apalagi Gusung merupakan pulau kekayaan Bontang,” timpalnya.
FBR juga berharap agar Pemkot Bontang segera mengambil tindakan untuk menangani abrasi yang terus menerus terjadi dari tahun ke tahun. Salah satunya, membuat turap penahanan ombak.
“Saya minta itu mungkin pemerintah bisa membuat turap penahan ombak supaya pulau ini tidak tenggelam,” tandasnya.
Diketahui Pulau Gusung merupakan salah satu pulau berpenghuni di wilayah Bontang. Berada di sebelah utara Bontang, dengan jarak sekira enam mil dari daratan terdekat.
Pulau Gusung bisa diakses dengan menggunakan perahu, sekitar 15-20 menit dari pelabuhan Tanjung Limau, Bontang Utara.
Ketua RT 03 Pulau Gusung Jumadi berkata, panjang pulau awalnya 1.000 meter, sementara lebarnya sekitar 150 meter. Karena hantaman ombak yang terus menerus membuat abrasi hebat di sekeliling pulau. Ia memperkirakan luasan pulau hanya tersisa 40 persen.
“Atau sekitar 600 meter persegi,” kata Jumadi.
Baca juga di Google News di sini >>
kaje/red











